NHW Pra Bunsay : Adab Menuntut Ilmu

Pra Bunda Sayang
NHW : Adab Menuntut Ilmu

Alasan terkuat saya untuk menekuni ilmu Bunda Sayang adalah anak- anak saya. Mereka berhak mendapatkan pengasuhan yang baik. Karena saya sebagai Ibu, yang merupakan madrasah pertama untuk anak, sadar diri masih minim ilmu tentang pengasuhan.

Ada beberapa strategi yang saya rencanakan dan beberapa sikap yang harus saya ubah dalam menuntut ilmu dalam Kelas Bunda Sayang. Berkaca dari pengalaman kelas Matrikulasi kemarin. Seringkali ditengah jalan saya merasa stuck, hilang semangat untuk mengerjakan tugas dan rasanya ingin menyerah.
Maka dari itu, saya harus kembali meluruskan niat, apa yang saya lakukan sekarang adalah ikhtiar bagian dari Ibadah kepada Allah. Karena anak adalah amanah dari Allah yang dititipkan kepada kami orangtuanya, terutama saya yang mana seorang ibu adalah madrasah pertama anak- anaknya.
Kemudian adalah manajemen waktu yang baik. Di kelas Matrikulasi kemarin saya seringkali mengerjakan tugas diakhir waktu. Entah karena waktu habis berkutat dengan pekerjaan domestik ataupun karena sifat menunda- nunda pekerjaan. Ini yang harus saya perbaiki kedepan nya sehingga mengerjakan tugas tidak terburu- buru karena di kejar waktu.
Konsisten menjalankan jadwal yang sudah direncanakan. Memprioritaskan mana yang penting, mendesak, mana yang tidak mendesak dan tidak penting. Termasuk penggunaan gadget,  yang seringkali menghabiskan waktu sia-sia.
Berkomitmen untuk berperan aktif dalam kelas Bunda Sayang.
Dan yang terpenting adalah ilmu yang didapat di komunitas ini dipraktekan dalam keluarga.

STUDI KASUS
Diskusikan di WAG dan
Peer Group.

✊Ilmu itu didapat manakala kita mendekat dan datang pada
sumber ilmu. Ilmu juga akan mudah diperoleh manakala kita
antusias mencari ilmu. Berkaitan dengan ini, bagaimanakah sikap
seorang pembelajar terhadap fasilitator?

Mempersiapkan diri untuk belajar dengan mengkondisikan segala sesuatu sebelum kelas dimulai. Menunjukkan semangat/antusias dalam belajar, menyimak dan berdiskusi, mencerna materi sebaik mungkin sehingga ilmu yang disampaikan dapat diterima dan diamalkan dengan baik.

✊Saat berdiskusi, Fasilitator menyampaikan jawaban yang dirasa
kurang tepat, apa yang Anda lakukan?

Mengomunikasikan secara pribadi dengan mengedepankan adab dan bahasa yang santun.

✊Jadwal diskusi sudah ditetapkan, Materi sudah diposting di
GClassroom, kemudian Review diskusi pun sudah tersedia, apa
yang perlu dilakukan sebagai mahasiswi yang beradab baik?

Berikhtiar semaksimal mungkin untuk mengikuti ketentuan/berkontribusi. Jika tidak bisa, meminta izin pada fasil dan ketua kelas.
Bersemangat mendalami materi, mengerjakan tugas dan mengamalkannya
Menargetkan waktu khusus agar bisa fokus mencerna materi tanpa interupsi.

✊Di setiap level, akan ada tantangan 10 hari, dimana Mahasiswi
perlu menuliskan pengalamannya dalam melakukan tantangan
yang diberikan. Tentunya mahasiswi ingin bisa tepat waktu dalam
menyetorkan tugasnya. Mana yang lebih bermartabat, membuat
setoran asal-asalan agar tepat waktu, atau berusaha mengatur
waktu dengan baik agar bisa membuat setoran berkualitas dan
bisa tepat waktu?

Berusaha mengatur waktu dengan baik agar bisa membuat setoran berkualitas dan tepat waktu

✊Materi yang disampaikan dirasa sangat bermanfaat, mana yang lebih bermartabat? Menulis
ulang materi di medsos/blog, atau Menuliskan pengalaman dan hikmah saat mendapat
materi, kemudian membuat review dari sudut pandang sendiri?

Menuliskan pengalaman dan hikmah serta review dari sudut pandang sendiri.

✊Mendapatkan tawaran untuk mengisi materi yang berkaitan dengan bunda sayang, Apa yang
akan anda lakukan?

Tidak memiliki hak untuk menerima tawaran tsb terlebih materi bunsay tidak bisa kami bagikan dengan serta merta tanpa izin dari pihak yang berwenang (utk memberi izin). Selain itu kapasitas diri pun perlu diperhitungkan.

Menolak dengan santun tawaran tsb. Karena program bunsay sudah terstruktur ada didalam wewenang IP pusat.

✊Kegiatan domestik dan ranah publik dirasa semakin padat, dan tidak memungkinkan untuk
mengikuti perkuliahan. Cuti atau mengundurkan diri, dibolehkan. Bagaimanakah etika saat
ingin mengajukan cuti atau mengundurkan diri?

Kembali mempertimbangkan dan menyiasati kemampuan yg dimiliki,
Berdiskusi dengan fasil dengan memaparkan kendala dan meminta saran yang terbaik apakah perlu cuti atau tidak.
Mengungkapkan kendala yang dialami secara terbuka di peer group terlebih dahulu karena khawatir hanya kegalauan sesaat yang ternyata bisa diatasi setelah fikiran kembali jernih.

✊Kuota Bunda Sayang terbatas, banyak IPers yang ingin mengikuti perkuliahan namun tidak
mendapat kuota. Sementara itu, ada peserta yang sudah terdaftar, tapi mundur di tengah
jalan. Bagaimanakah pendapat Anda mengenai konsekuensi yang sebaiknya diberlakukan?

Merupakan kewenangan IP dalam menentukan konsekuensi dan tentunya dengan mempertimbangkan kondisi  dan alasan ybs juga. Besar konsekuensi sebanding dengan alasan yang melatarbelakanginya.

Menuntut ilmu adalah salah satu cara meningkatkan kemuliaan hidup kita, maka carilah dengan cara-cara yang mulia.

Batam, 25 Agustus 2018

Kelas Bunda Sayang #4
Dian A Causan


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lima Hari

Mager

Cerita tetangga lahiran