Postingan

Menampilkan postingan dengan label Bunda Sayang

Menstimulus Anak Suka Membaca

Bismillah.. Iqra! Bacalah! Perintah Tuhan pertama kali ini mengingatkan kita bahwa membaca merupakan sebuah proses penting dalam mengenal diri. Membaca merupakan jembatan ilmu, makanan bagi otak, dan juga bisa melatih imajinasi. Serta banyak lagi manfaat dari membaca. Menstimulus Anak Suka Membaca adalah tantangan Kuliah Bunda Sayang Kali ini. Kebiasaan membaca buku sebenarnya sudah saya mulai ketika anak -anak masih bayi dan alhamdulilah hingga saat ini anak- anak masih antusias melahap buku. Walaupun di umur mereka yang saat ini mereka belum bisa membaca dan masih lebih tertarik melihat gambar-gambar gambar di buku cerita mereka. Selama ini kita tidak pernah membuat daftar buku yang akan dan yang sudah dibaca. Alhamdulillah tantangan kali ini memberi saya inspirasi dalam membuat reading tracking dan pohon literasi. Yang katanya ternyata dapat memotivasi anak-anak dalam menambah daftar bacaan mereka. Dan juga pengingat buat Emaknya yang masih banyak hutang buku yang belum d...

Aliran Rasa

Melihat berapa hari ke belakang. Tipe belajar si sulung mendominasi audio visual. Hanya beberapa yang kinestik. Padahal asli nya, dia tipe anak kinestik, tidak bisa diam. Permainan yang menyibukkan serta banyak melibatkan anggota tubuhnya untuk bergerak adalah favoritnya. Dan sangat menyukai buku. Mungkin karena beberapa hari ini badan nya kurang sehat. Tak banyak aktifitas fisik yang dilakukan. Emaknya juga kurang stimulus karena sibuk momong mereka saat sakit. Rasanya, 10 hari saja memang tidak cukup untuk menentukan cara belajar yang dominan pada si sulung. #AliranRasa #Tantangan10hari #GameLevel4 #GayaBelajarAnak #kuliahBunSayIIP

Ayat- ayat Al-Qur'an

Untuk usia nya saat ini. Saya tidak terlalu mentarget si sulung untuk dapat menghapal surat - surat pendek. Entahlah, mungkin sepertinya emaknya kelewat santai. Hiks..karena emaknya juga lagi berjuang memperbaiki tajwid yang masih belepotan dan terbata-bata dalam menghapal. Untuk tahap ini saya lebih banyak memperdengarkan murattal Al-qur'an. Dan juga saya talqin di sela-sela sesi bermainnya. Jadi dia merasa sedang tidak belajar. Karena prinsipnya semakin sering didengar akan hapal dengan sendirinya. Biasanya satu ayat akan saya ulangi terus selama beberapa hari.  Surat- surat pendek ada yang hapal beberapa potong ayat terkadang tercampur surat yang satu dengan yang lain. Berharap ia kelak tak hanya menghapal ayat-ayatNya namun mencintai dan mengimplentasikan nya dalam kehidupan. Kita sama-sama belajar ya nak. Berjuang bersama. #Harike10 #Tantangan10hari #GameLevel4 #GayaBelajarAnak #kuliahBunSayIIP

Menyusui Si Lulu

"Lulu, bobo dulu ya" Kulihat si sulung sedang berbicara dengan boneka nya. Kemudian boneka nya di pakaikan selimut. Lalu dia berbaring disampingnya " Itu Lulu nya kenapa mba? " Saat kulihat ia menempelkan Lulu didadanya, sambil membuka sebagian baju nya. " Lulu nya lagi nenen, bunda" , katanya. Aku pun tertawa mendengar jawaban nya. Yes, children see, children do. Karena sering melihat bunda nya memberikan asi untuk adeknya. Dia pun meniru, menyusui boneka nya. Jadi ingat dulu, saat adeknya masih bayi. Saat saya lagi sibuk di dapur, terdengar adeknya menangis dalam kamar. Kemudian saya pun tergopoh-gopoh menuju ke kamar. Lalu kulihat pemandangan yang mengharukan sekaligus menegangkan. Kulihat si sulung membuka bajunya dan menyodorkan dadanya pada adeknya yang menangis. Untung nya badan mungil si adek tak tertimpa badan mba nya, emaknya sudah cemas duluan. Lalu saya pun bertanya "Mba biya, ngapain? " " Dedek nangis, mba biya nen...

Kodok

Gambar
"Ada kodok rekotok rekotok di pinggir kali rekotok rekotok mencari makan rekotok rekotok setiap hari rekotok rekotok". Itu sepotong lirik lagu kesukaan duo krucils.  Lagu yang sering mereka dengar waktu naik odong-odong dan berlanjut suka minta diputarkan di youtube. Semalam karena hujan ada anak kodok masuk ke rumah, lewat dari celah dibawah pintu depan.  Bukan nya takut, anak- anak malah kegirangan melihatnya. Pagi ini kita baca buku, ada gambar kodok. Lalu dibahas la kejadian kodok semalam. Kemudian si sulung menyanyikan lagu sambil melompat- lompat memperagakan jalan nya kodok. #Harike8 #Tantangan10hari #GameLevel4 #GayaBelajarAnak #kuliahBunSayIIP

Awan

Gambar
"Bunda, pinjem payung.." Sambil menunjuk payung yang tergantung di atas. "Buat apa mba? Mba biya mau keluar? Mau hujan lo" . "Kan mba biya masih sakit" , sambung saya. Sembari mata ini menatap jendela, melihat awan yang mulai menggelap. Saat ini memang musim hujan. Selain memikirkan tumpukan cucian. Saya pun mencemaskan dua belahan jiwa. Sulung yang masih sedikit hangat dibarengi batuk pilek yang belum kunjung sembuh disusul si adek yang ikut demam. Badanya panas tinggi, yang dari tadi bergelayut manja dalam gendongan. "Buat maen aja", jawabnya.  Trus di buka nya itu payung. Pura-pura nya, mau jalan-jalan. Pake payung dalam rumah, padahal hujan nya diluar hehe.. "Bunda payungnya ada gambar awan ya". Sembari menujuk bagian dalam payung.  "Ini awan nya warna apa mba?" Tanya saya. "Ini warna biru bunda" , jawabnya.  "Bukan, yang biru itu warna langit. Ini yang awan, war...

Lulu disuntik

Gambar
" sini, lulu disuntik dulu ya" . Kulihat si sulung sedang berbicara dengan "Lulu", boneka kesayangannya.  Sebenarnya bukan boneka, tapi tas boneka yang dijadikan boneka. Diambilnya "jarum" untuk menyuntik Si Lulu. Pensil warna nya dijadikan seolah olah jarum suntik. " cup.. cup.. sayang, jangan nangis ya, sakit ya" , celotehnya sambil mengusap usap boneka nya. Saya yang melihat percakapan itu menjadi terkekeh.  "kenapa, Lulu nya disuntik mba? " , tanya saya. " Lulu nya sakit bunda, jadi disuntik", jawabnya. "yang sakit kan mba Biya bukan Lulu" jawab saya. "Lulu nya juga sakit ketularan mba Biya" . Jawabnya sambil tertawa. Saya pun tertawa mendengar jawabannya. Percakapan nya dengan Lulu mengingatkan saya saat dia demam naik turun beberapa bulan lalu. Jadi kami membawa nya ke rumah sakit untuk cek darah. Adegan suntik alias pengambilan darah itu sepertinya mas...

Demam

Hari ini si sulung demam, panas tinggi disertai batuk dan pilek. Sebenarnya kondisi nya sudah tidak fit dari hari kamis kemarin. Panas nya naik turun dan akhirnya hari ini dia tepar. Dia pun rewel dan jadi manja. Mau nemplok dengan bunda nya. Minta gendong juga. Si adek yang biasanya sering di gendong bunda nya menjadi cemburu,  minta gendong juga. Tolong... emak gak sanggup kalau menggendong kedua nya. Minta bantuan si ayah buat ambil alih satunya buat digendong. Adek pun badan nya sedikit hangat tapi tak separah kondisi mba nya. Ah semoga lekas sehat- sehat semua, kesayangan bunda. #harike5 #Tantangan10hari #GameLevel4 #GayaBelajarAnak #kuliahBunSayIIP

Odong - Odong

Malam minggu, kita "makan angin" ke kawasan pasar SP.  Pasar dekat rumah Kalau di Batam Centre ada "Alun- alun Engku putri. Di daerah sini ada namanya "Alun- alun Engku Putra". Bercanda sih, itu sebenarnya nama karangan saya saja haha. Soalnya kalau malam minggu dan minggu pagi, disini ramai padat orang se batu aji berkumpul, gak kalah sama Alun- alun Engku Putri. Makanya saya plesetkan nama nya. Alun- alun itu sebenarnya tanah lapang disebelah pertokoan SP ini. Pada minggu pagi dijadikan tempat untuk orang- orang lari pagi. Terkadang pihak SP juga mengadakan senam pagi bersama. Pada malam sebelumnya, banyak pedagang yang berjualan beraneka ragam makanan. Yang paling banyak sih seperti bakso- bakso bakar dan es kepal milo yang pernah hits. Malam minggu ramai seperti pasar malam, dipadati oleh ramainya orang dan kendaraan bermotor. Untuk anak- anak, terutama dua bocah cilik dirumah yang selalu kegirangan kalau diajak kesini. Apalagi kalau bukan untuk naik ...

Bermain Peran

Si sulung dan adeknya sering bermain peran berdua. Kadang mba nya jadi penjual dan adeknya jadi pembeli. "Mau beli berapa bu? ", tawar si sulung pada adeknya. Adeknya yang belum terlalu lancar bicara hanya mengganguk dan tertawa " Oh, mau beli dua ya bu. Jadi semuanya dua ribu ya bu" , jawabnya sekenanya sambil tertawa. Jadi ceritanya dia jualan kue, balok mainan nya dijadikan nya seolah olah kue. Saya pun tersenyum, melihat tingkah mereka. Mungkin karena sering diajak kepasar, si sulung jadi ingat beberapa percakapan saya dengan penjual dipasar. #Harike3 #Tantangan10hari #GameLevel4 #GayaBelajarAnak #kuliahBunSayIIP

Ayah kok gak kerja?

" Bunda, Ayah kok gak kerja?" Tanya si sulung pada saya, saat dilihatnya si ayah masih meringkuk dalam selimut. Mungkin dia heran, jam segini ayahnya belum berangkat kerja. "Ayah gak masuk kerja mba, ayah masih sakit" , jawab saya. " Oh, kasian Ayah ", ujarnya. "Ayah udah minum obat? " , tanya nya lagi. " Coba mba Biya tanya sama ayah, udah minum obat apa belum", jawab saya. Jadi dari kemarin ayahnya demam, hari ini kondisi nya belum sehat benar. Semalam kondisi anak-anak juga sedikit panas, tidurnya pun tak nyenyak. Badan saya pun ikut drop. Kepala pusing dan hidung mulai meler. Cuaca pancaroba saat ini, dengan kondisi cuaca yang sering berubah ekstrim. Pagi hujan deras, lalu kemudian siang panas yang terik kemudian malam hujan kembali. Perubahan cuaca seperti itu membuat kondisi badan tidak stabil. Semoga kita semua diberi kesehatan oleh  Sang pengatur cuaca. #H arike2 #Tantangan10hari #GameLevel4 #GayaBelajarAnak #kulia...

Memahami Gaya Belajar Anak

Gambar
Setiap anak memiliki kecerdasan. Namun, kemampuan anak untuk memahami sesuatu tergantung pada gaya belajarnya.  Ada yang tipe Visual, Audiotori atau Kinestetik. Bisa jadi, dominan hanya pada satu gaya belajar saja, namun bisa juga gabungan dari beberapa gaya belajar. Di tantangan kelas Bunda Sayang kali ini kita diminta mengamati dan memahami gaya belajar anak untuk 10 hari kedepan. Objeknya masih sama si sulung kami. Dan karena dia masih usia toddler dan belum sekolah jadi pengamatan nya dari tingkah laku keseharian nya selama 10 hari kedepan.  Gaya belajar anak di usia si sulung ini, masih bisa berubah - ubah. Jadi semoga 10 hari kedepan bisa terlihat gaya belajar mana yang dominan. #harike1 #Tantangan10hari #GameLevel4 #GayaBelajarAnak #kuliahBunSayIIP

Aliran Rasa : Melatih Kemandirian

Aliran Rasa Anak yang mandiri adalah impian setiap orang tua. Sejatinya belajar dan menjadi mandiri adalah naluri, fitrah.   Maka, apabila kita melihat geliat ingin mencoba hendaknya tidak dipatahkan dengan kata “jangan” karena takut terluka atau kita yang takut menguji coba. Ini, yang berusaha saya   patrikan dalam diri. Padahal, sesungguhnya pilihan untuk manja adalah karena kita juga. Maka, memberi kesempatan kepada anak-anak untuk mencoba sendiri adalah sangat bijaksana. Mendampingi dan memfasilitasi dengan sabar dan sepenuh hati adalah kunci. Dan pemegang kunci nya adalah kita, orang tua nya. Nantinya, anak akan semakin berani untuk mencoba mandiri dan keluar dari sebuah zona nyaman dari pelayanan yang sebelumnya kita selalu berikan. Apabila itu telah terjadi, individu yang mandiri akan lebih percaya diri dan pastinya lebih kreatif berinovasi. Bismillah.. Semoga istiqomah dalam membersamai dan mendampingi mereka.

Melatih Kemandirian : Hari ke 10

Sudah hari ke 10 dalam melatih kemandirian si sulung. Untuk toilet tranning sudah ada sedikit kemajuan walaupun masih sedikit dibantu. Urusan beres-beres mainan ya kadang on off mau. Belum ada inisiatif sendiri untuk membereskan sehabis bermain. Mungkin belum umur nya si untuk tahap segitu. Sudah alhamdulillah si emaknya, si anak udah mau diajak membereskan. Melatih Kemandirian duo krucil kami dirumah akan terus berlanjut. Saya tidak akan ngoyo sih, berjalan mengalir saja. Tak akan dipaksakan juga. Karena yang terpenting dia melakukannya dengan bahagia. Dan saya sabar mendampingi nya. #Hari10 #Tantangan10Hari #GameLevel2 #KuliahBundaSayang #MelatihKemandiri

Melatih Kemandirian : Hari ke 9

Niatnya adalah melatih kemandirian si sulung dalam membereskan mainan nya sendiri tapi kenyataannya yang paling semangat membereskan selain ayah nya adalah adiknya. Yang bergerak duluan ya adiknya dan kakaknya akan mengikuti. Jadi bingung ini sebenarnya siapa yang sulung siapa yang bungsu gkgkg.. Mungkin bagi si bungsu ini seperti permainan dan bagi si sulung ini adalah tugas, makanya beda semangat beberesnya. Baiklah mungkin cara saya yang salah dalam mengajak nya beberes mainan, sehingga menjadi beban untuknya. Ah nak maafkan bunda mu ini, yang belum cakap melatihmu agar mandiri dengan cara yang menyenangkan mu. #Hari9 #Tantangan10Hari #GameLevel2 #KuliahBundaSayang #MelatihKemandiri

Melatih Kemandirian : Hari ke 8

Gambar
Membereskan mainan masih jadi PR sebenarnya buat si sulung. Apalagi kalau ada ayahnya dirumah. Ayahnya orang yang rapi, suka gatal tangannya buat beberes kalau lihat sesuatu yang berantakan atau yang tidak pada tempatnya. Kebalikan sama Emaknya anak- anak haha... Saking udah bosen kali ya beberes, ibu- ibu dirumah yang seharian nemenin bocah yang bolak balik menumpahkan mainan dan segala pernak perniknya ke segala penjuru rumah.  Ayahnya memang mengajak si sulung untuk membereskan mainan nya. Nah masalahnya adalah jika bocahnya gak mau, itu mainan akan dibereskan sendiri sama ayahnya. Bikin sakit mata katanya kwkwkw.. Trus emaknya kesel dong, kan ceritanya mau melatih kemandirian si anak buat beberes mainan tapi sudah diambil alih oleh bapaknya. Sudah saya bilang sih ke ayahnya anak- anak biar mereka yang bertanggung jawab membereskan mainan mereka sendiri. Tapi ya seringnya si ayah khilaf karena gak tahan liat rumah bak kapal pecah pas dia udah dirumah hehe.. Baiklah seper...

Melatih Kemandirian : Hari ke 7

Gambar
Membereskan kembali mainan yang sudah dimainkan ke tempat semula, sepertinya pekerjaan terberat si sulung. Semangat sekali menghamburkan seluruh mainan nya, begitu di ajak untuk dibereskan jawaban nya " nanti la bunda, mba biya capek", kalimat itu yang sering terlontar. Saya pun seringkali gemas. Rumah rapi bak katalog majalah atau serupa rumah yang instagramable adalah khayalan semata. Jangan berharap rumah rapi jali setiap saat, jika engkau punya anak kecil. Begitulah, menurunkan standar kerapian rumah adalah salah satu cara menjaga kewarasan saya. Rumah yang ramai dengan mainan anak-anak yang berserak adalah  pemandangan sehari hari yang mau tak mau harus terlihat indah dimata. Bukan,  bukan tak ingin rumah rapi. Karena rasanya percuma belum 5 menit dibereskan akan dikeluarkan lagi mainan tsb dari tempatnya. Jadi daripada saya capek dan ujung- ujungnya nanti anak- anak yang saya marahi. Saya biarkan mainan tsb sampai menjelang sore atau saat menjelang mereka akan ...

Melatih Kemandirian : Hari ke 6

Gambar
Beberapa hari ini Batam diguyur hujan. Baju yang dicuci kemarin baru dijemur hari ini. Alhamdulillah tadi pagi, matahari bersinar terang. Walaupun pas siang menjelang hujan kembali turun dengan derasnya, tak henti hingga malam menjelang. Tadi pagi si duo krucils "membantu" saya menjemur pakaian. Sebenarnya bukan membantu tapi menambah kerjaan bunda nya haha.. Tapi ini menjadi kesempatan buat saya untuk mengajarkan kepada si sulung agar terampil dalam menjemur pakaian.  Walau sebenarnya saya nya gregetan untuk selalu mengkoreksi cara nya mengaitkan baju di hanger dan cara nya menjemur. Emaknya perfeksionis kalo soal jemur menjemur. Harus rapi, selaras dan seimbang haha.. Jadi sebenarnya saya nya yang harus belajar menerima bahwa hasil kerja anak ya seperti itulah. Yang terpenting untuk  diapresiasi adalah prosesnya bukan hasilnya. Tidak bisa se perfect hasil kerjaan orang dewasa. Hei bukankah kita, orang dewasa juga sering alpa. #Hari6 #Tantangan10Hari #...

Melatih Kemandirian : Hari ke 5

Awan mendung mengelayuti Batam hari ini. Pakaian yang sudah dicuci 3 hari lalu dan baru dijemur kemarin baru saja kering. Belum sempat dilipat sudah menunggu pakaian kotor menggunung yang seakan akan berteriak ingin dicuci. Ditambah lagi duo krucils yang hari ini entah sudah berapa kali berganti baju. Baju yang basah karena asyik bermain air, bermain pasir dan kotor ketumpahan makanan mereka. Hari ini si sulung ingin bermain pasir. Bermain pasir dan tanah adalah mainan favorit mereka. Daripada berkotor ria dengan pasir depan rumah. Ditambah rintik hujan menyapa. Saya pun membuatkan pasir kinetik handmade ala- ala. Pasir kinetik buatan sendiri dari tepung terigu. Ditambah sedikit air dan minyak dan pewarna makanan. Dibalik kebahagiaan duo krucils yang bahagia main pasir didalam rumah, ada seorang ibu yang stress memikirkan tugas membereskan kekacauan yg akan ditimbulkan. Dengan riangnya mereka menghamburkan pasir- pasir tsb ke penjuru rumah. Emak hanya menatap nanar dan mengelus dada....

Melatih Kemandirian : Hari ke 4

Si sulung yang jadi objek emaknya dalam tantangan melatih kemandirian, kemarin malam demam . Otomatis hari ini, banyak hal yang seharusnya dia bisa lakukan sendiri tanpa dibantu menjadi serba di bantu. Biasa makan sendiri harus disuapi karena nafsu makan nya menurun. Mandi dan urusan toilet tranning pun otomatis di bantu. Jadi, hari ini tidak efektif untuk mengajarkan toilet tranning padanya. Semoga besok sudah baikan dan saya dapat melanjutkan tantangan melatih kemandirian nya. #Hari4 #Tantangan10Hari #GameLevel2 #KuliahBundaSayang #MelatihKemandirian #InstitutIbuProfesional