Perokok

Kemarin baca berita dua anak kembar meninggal dunia, tenggelam di kolam renang tanpa pengawasan. Konon katanya si ibu lagi makan dan si bapak di beri amanah untuk mengawasi si kembar berenang. Saat mengawasi anak-anak nya bapak tersebut sambil merokok. Kemudian ditegur petugas agar tidak merokok di dekat area kolam. Bukan nya berhenti merokok. Bapak tsb malah melanjutkan aktifitas merokok nya di luar. Jauh dari area kolam tempat anak kembarnya berenang.  Katanya saat anak nya tenggelam dan sempat dilakukan pertolongan pertama oleh petugas bahkan si bapak tidak ada batang hidungnya. 

Miris sekalian ya Allah. Kok bisa-bisanya memilih untuk menikmati rokok daripada mengawasi anak-anak yang berenang yang sudah pasti anak-anak nya tidak pandai berenang. Kok bisa ada orang tua seperti itu Ya Allah. Banyak sekali yang sudah jadi bapak tapi tidak ada naluri kebapakan. Bisa buat anak tapi tidak bisa menjadi seorang bapak. Ingat kasus penculikan anak yang bernama Bilqis yang hilang karena ditinggal oleh bapaknya main tenis dilapangan, anaknya ditinggal sendirian main Playground walaupun jaraknya dekat. 

Baca komen banyak istri yang tidak percaya menitipkan anak mereka pada suami sendiri. Ya karena itu, ceroboh.Untung anaknya ditemukan. Kalau tidak Ayahnya akan dihantui rasa bersalah seumur hidup. Seperti bapak yang kehilangan anak kembarnya yang konon katanya mereka adalah anak mahal. Karena didapatkan susah payah melalui proses bayi tabung. 

Kayaknya para ayah ini perlu ikut kelas parenting deh. Karena selama ini kalau ada kelas parenting yang menjadi peserta nya sebagai besar adalah para ibu. Biar belajar bagaimana seharusnya menjadi seorang Ayah. 

Para perokok ini apa otaknya jadi kurang se ons ya karena sudah keracunan nikotin. Ada Ayah yang lebih memilih merokok dibandingkan mengawasi anaknya di kolam renang. Ada banyak sekali saya lihat para bapak yang merokok di dekat istri nya yang lagi hamil. Merokok didekat bayi nya. Atau dengan entengnya merokok sambil menggendong anaknya yang masih kecil. Egois sekali ya Allah para perokok ini. Mereka yang merokok tapi bagi- bagi asapnya pada orang yang tidak merokok. Kenapa gak ditelan sekalian dengan asap- asapnya. Coba negara ini buat aturan seperti negara tetangga Singapura. Yang punya aturan ketat soal merokok. Ada area khusus merokok. Tidak boleh merokok di tempat umum. Ada sanksi tegas kalau melanggar. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lima Hari

Mager

Cerita tetangga lahiran