Postingan

Menampilkan postingan dengan label Matrikulasi Bacth #5

Review NHW #9 : Bunda Sebagai Agen Perubahan

Gambar
Review NHW #9 Program Matrikulasi IIP Batch #5 Sesi #9 *BERUBAH ATAU KALAH* Barang siapa hari ini LEBIH BAIK dari hari kemarin, dialah tergolong orang yang BERUNTUNG.  Barang siapa yang hari ini SAMA DENGAN hari kemarin dialah termasuk orang yang MERUGI. dan barang siapa yang hari ini LEBIH BURUK dari hari kemarin dialah tergolong orang yang CELAKA. – HR Hakim. Berubah adalah sebuah keniscayaan bagi kita semua, karena kalau Anda tidak pernah berubah, maka sejatinya kita sudah mati. Maka dengan membaca Nice Homework #9 ini, kami bangga dengan banyaknya ide-ide perubahan yang sudah teman-teman tuangkan dalam tulisan. Kebayang tidak, andaikata dari seluruh peserta matrikulasi Ibu Profesional ini menjalankan langkah pertama perubahan yang sudah dituangkan dalam ide-ide di NHW #9, akan muncul berbagai perubahan kecil dari setiap lini kehidupan. Andaikata hanya 10% saja yang berhasil menjadikan ide perubahan ini menjadi sebuah gerakan nyata, maka sudah ada sekitar 100 lebih...

NHW#9 : Bunda Sebagai Agen Perubahan

Gambar
Bismillah... Setelah di NHW sebelumnya kita diajak untuk menemukan passion (ketertarikan minat) ada di ranah mana, maka di NHW final kali ini setelah menemukan passion tsb kita diajak untuk mulai melihat isu sosial disekitar kita, belajar untuk membuat solusi terbaik di keluarga dan masyarakat. Rumus yang kita pakai : *PASSION + EMPHATY = SOCIAL VENTURE* Social venture adalah suatu usaha yang didirikan oleh seorang social enterpreneur baik secara individu maupun organisasi yang bertujuan untuk memberikan solusi sistemik untuk mencapai tujuan sosial yang berkelanjutan. Sedangkan social enterpreneur adalah orang yg menyelesaikan isu sosial di sekitarnya menggunakan kemampuan enterpreneur. Sehingga kita bisa membuat perubahan di masyarakat diawali dari rasa emphaty, membuat sebuah usaha yang berkelanjutan diawali dengan menemukan passion dan menjadi orang yang merdeka menentukan nasib hidupnya sendiri. Hal ini akan membuat kita bisa menyelesaikan permasalahan sosial di sekit...

NHW#8 : Misi Hidup dan Produktivitas

Bismillah... Perjalanan kita untuk menemukan misi hidup selaras dengan perjalanan produktivitas hidup kita. Yang harus kita pahami bahwa “Rejeki itu pasti, Kemuliaan yang harus dicari”. Sehingga produktivitas hidup kita ini tidak akan selalu diukur dengan berapa rupiah yang akan kita terima , melainkan seberapa meningkat kemuliaan hidup kita dimata Allah dan seberapa manfaat hidup kita bagi alam semesta. *Be Professional, Rejeki will Follow* Tagline Ibu Profesional di atas menjadi semakin mudah dipahami ketika kita masuk ranah produktif ini. “Be Professional” diartikan sebagai bersungguh-sungguh menjalankan peran. Kesungguhan dan keistiqomahan seseorang dalam menjalankan peran hidupnya akan meningkatkan kemuliaan dirinya di mata Allah dan kebermanfaatan untuk sesama. “Rejeki will follow’ bisa dimaknai bahwa rejeki setiap orang itu sudah pasti, yang membedakan adalah nilai kemanfaatan dan keberkahannya seiring dengan bersungguh-sungguh tidaknya se...

NHW#7: Tahapan Menjadi Bunda Produktif

Gambar
Bismilah.. Di NHW 7 kali ini, kita diajak untuk mengisi assessment Strength Typology 30 (ST 30) di temubakat.com , kemudian menelaahnya. Tujuan utama dari NHW ini adalah mengantarkan peserta memahami misi penciptaannya dan siap menjadi Bunda Produktif. Tugas di NHW 7 ini terlihat mudah. Hanya masuk ke www.temubakat.com Isi nama lengkap dan isi nama organisasi : Ibu Profesional Jawab Questioner yang ada disana, setelah itu download hasilnya Amati hasil dan konfirmasi ulang dengan apa yg kita rasakan selama ini Lampirkan hasil ST30 (Strenght Typology) di Nice Homework #7 Tapi ternyata saya stuck. Berimbas dengan telatnya mengumpulkan tugas. Saya kebingungan mengisi Questioner yang ada disana. Sungguh sepertinya saya belum mengenal diri saya sendiri. Sebuah ironi. Padahal siapa lagi yang paling mengenal diri selain kita sendiri bukan? Mungkin ada 6 kali atau lebih, saya mencoba tools ini untuk meyakinkan diri. Berpikir lebih dalam, menggali lebih dalam bakat dan minat ...

NHW#6 : Belajar Menjadi Manajer Keluarga Handal

Bismillah... Di NHW 6 ini, saatnya kita masuk dalam tahap “ B elajar menjadi manajer keluarga yang handal”. Dengan menjadi manajer keluarga yang handal, kita akan lebih mudah menemukan peran hidup kita dan semoga mempermudah kita juga mendampingi anak-anak menemukan peran hidupnya. Dengan belajar menjadi manager,  yang dimulai dari me-manage diri kita sendiri sebelum me-manage keluarga, kita dapat lebih mudah mengendalikan aktivitas rutin dalam hidup kita. Apa itu aktivitas rutin? yaitu aktivitas yang secara rutin kita lakukan untuk menunjang kehidupan tetapi tidak berkaitan secara spesifik dengan peran hidup kita. Menjalankan pekerjaan rutin yang tidak kunjung tuntas, seringkali membuat kita merasa “sibuk” sehingga tidak ada waktu lagi untuk proses menemukan peran diri. Tahapan-tahapan untuk belajar menjadi manajer keluarga (diawali dengan menjadi manajer diri sendiri) adalah sebagai berikut: 1. Tuliskan 3 aktivitas yang paling penting, dan 3 aktivitas...

NHW#5 : Learning How to Learn

Bismillah.. Materi kali ini yang kami dapatkan adalah tentang “Learning How to Learn”. Di sini kami diajarkan bagaimana caranya belajar dengan cara yang berbeda.  Yang menarik dari minggu ini adalah kami ditugaskan untuk membuat desain pembelajaran ala kami sendiri.  Karena masih bingung tentang desain pembelajaran, Jadi saya tanya mbah google deh. Banyak pengertian Desain pembelajaran menurut istilah. Cuma menurut saya ini yang mudah dicerna kata- katanya. Desain pembelajaran menurut Reigeluth "Proses untuk menentukan metode pembelajaran apa yang paling baik dilaksanakan agar timbul perubahan pengetahuan dan ketrampilan pada diri pembelajar ke arah yang dikehendaki " Ternyata untuk menyusun desain pembelajaran tidak lepas dari Teori - teori Pendidikan yaitu Pedagogi, Andragogi, teori belajar perilaku (behavioristik), kognitif dan humanistic/Konstruktivistik. Teori - teori ini tentu saja masih asing ditelinga saya. Selain teori tsb yang sudah disebutkan d...

NHW #4 : Mendidik Dengan Kekuatan Fitrah

Bismillah.. 📚 NICE HOME WORK #4 🍀🍀 MENDIDIK DENGAN KEKUATAN FITRAH 🍀🍀 Semakin lama, NHW di MIIP terasa semakin menantang. Tidak hanya melibatkan pikiran yang membuat kening semakin berkerut. Tapi juga melibatkan seluruh isi hati yang rasanya harus digali dan diaduk-aduk untuk menemukan jawaban dari hati paling dalam. Di akhir-akhir deadline NHW 4 ini, kami sedang dilatih untuk membaca fitrah dan menemukan visi dan misi peradaban yang paling sesuai untuk diri kami sendiri (para calon-calon ibu profesional). Karena setelah ini, kami akan berusaha melakukan ini pada anak-anak kami, menemukan fitrah mereka, mendidik sesuai fitrahnya, dan menemukan misi-misi peradaban yang paling sesuai dengan anak-anak kami.. Agak sedikit menyesal, karena kurang optimal mendalami dan memahami materi pekan ini dari awal. Sampai akhirnya, alur NHW yang sedemikian kerennya baru dipahami di akhir-akhir menjelang deadline. Mudah-mudahan menjadi pe...

NHW#3 : Membangun Peradaban Dari Dalam Rumah

Tugas kali ini membuat kening saya berkerut. Seumur- umur saya gak pernah menulis surat cinta buat seseorang. Dapet surat cinta pun apalagi. Agak lama memikirkan , kelamaan malah gosong . Akhirnya bikin tugas juga mepet. The power of kepepet. Jatuh cintalah kembali kepada suami anda, buatlah surat cinta yang menjadikan anda memiliki "alasan kuat" bahwa dia layak menjadi ayah bagi anak-anak anda.Berikan kepadanya dan lihatlah respon dari suami. Suami bukanlah tipe yang romantis. Tak pandai merangkai kata untuk gombalin istrinya. Cinta nya tersirat dalam perbuatan. Jadi saat saya kasih surat cinta dia pun terkekeh. Saya sudah menduga reaksinya. Tapi saya tahu dihatinya dia bahagia. Hal yang saya tekankan dalam surat cinta tsb bahwa saya sangat bersyukur bisa membangun keluarga bersamanya. Dan saya juga berterima kasih atas semua kesabaran dia selama ini. Super sabar dalam menghadapi wanita yang perasa dan cenderung  moody  ini. Lihatlah anak-anak anda, tuliskan poten...

NHW#2 Menjadi Ibu Profesional Kebangaan Keluarga

Menjadi ibu Profesional ternyata tidak cukup dengan mengandalkan persepsi diri sendiri, tetapi melibatkan orang- orang terdekat yaitu suami dan anak- anak. Oleh karena itu, penting bagi istri untuk bertanya bagaimana sih gambaran seorang istri yang di inginkan oleh suami, dan bagaimana pula gambaran ibu yang di inginkan oleh anak anak.. Tidak seperti sebelumnya, Nice Homework pekan kedua atau NHW 2 pada Kelas Matrikulasi Institut Ibu Profesional kali ini baru berhasil saya tuntaskan menjelang tenggat akhir. Karena sebenarnya saya kebingungan menginterpretasikan jawaban suami serta menyamakan persepsi dan juga anak- anak yang belum bisa dimintai pendapat karena masih balita. Jadi saya menerka- nerka sendiri untuk bisa menjawab pertanyaan yang diberikan*tepok jidat, yang pastinya butuh pertimbangan yang lebih matang dan rincian yang perlu disesuaikan dengan kunci SMART: – SPECIFIC (unik/detil) – MEASURABLE (terukur, contoh: dalam 1 bulan, 4 kali sharing hasil belajar...

NHW#1 Memilih Ilmu Kehidupan

Dipostingan sebelumnya saya sudah cerita tentang apa itu Institut Ibu Profesional. Jadi minggu ini kita sudah dapat PR atau disebut NHW (Nice Home Work) yang harus dikerjakan. Sebelum dikasih PR kita dikasih materi tentang Adab Menuntut Ilmu. Jadi banyak dari kita hanya fokus pada suatu ilmu terlebih dahulu sebelum paham mengenai adab - adab menuntut ilmu. Barang siapa orang yang menimba ilmu karena semata-mata hanya ingin mendapatkan ilmu tersebut, maka ilmu tersebut tidak akan bermanfaat baginya, namun barangsiapa yang menuntut ilmu karena ingin mengamalkan ilmu tersebut, niscaya ilmu yang sedikitpun akan sangat bermanfaat baginya. Karena ILMU itu adalah prasyarat untuk sebuah AMAL, maka ADAB adalah hal yang paling didahulukan sebelum ILMU. ADAB adalah pembuka pintu ilmu bagi yang ingin mencarinya. Abu Zakariya Yahya bin Muhammad Al-Anbary rahimahullah ta'ala berkata  : “Ilmu tanpa adab bagaikan api tanpa kayu, dan adab tanpa ilmu bagaikan jasad tanpa ruh”. ...