NHW#3 : Membangun Peradaban Dari Dalam Rumah

Tugas kali ini membuat kening saya berkerut. Seumur- umur saya gak pernah menulis surat cinta buat seseorang. Dapet surat cinta pun apalagi.
Agak lama memikirkan , kelamaan malah gosong .
Akhirnya bikin tugas juga mepet. The power of kepepet.

Jatuh cintalah kembali kepada suami anda, buatlah surat cinta yang menjadikan anda memiliki "alasan kuat" bahwa dia layak menjadi ayah bagi anak-anak anda.Berikan kepadanya dan lihatlah respon dari suami.

Suami bukanlah tipe yang romantis. Tak pandai merangkai kata untuk gombalin istrinya. Cinta nya tersirat dalam perbuatan.
Jadi saat saya kasih surat cinta dia pun terkekeh. Saya sudah menduga reaksinya. Tapi saya tahu dihatinya dia bahagia.
Hal yang saya tekankan dalam surat cinta tsb bahwa saya sangat bersyukur bisa membangun keluarga bersamanya. Dan saya juga berterima kasih atas semua kesabaran dia selama ini. Super sabar dalam menghadapi wanita yang perasa dan cenderung moody ini.

Lihatlah anak-anak anda, tuliskan potensi kekuatan diri mereka masing-masing.

Amira (3 tahun) dan Arumi (1 tahun)
Dahulu kala sebelum menikah berharap punya anak kembar. Pengen aja, lucu gitu. 
Alhamdulillah sekarang Allah mengabulkan dalam bentuk yang berbeda. Masih bayi muka nya plek ketiplek sama, punya tanda lahir yang sama di belakang kepala. Mengasuh mereka pun layaknya anak kembar.
Tandem nursing, saat Arumi baru lahir dan Amira saat itu belum disapih. Alhamdulillah Ala kulihal, masa-masa penuh drama yang menguras emosi.

Amira sang kakak yang perasa. Halus lembut perasaanya. Masih suka minta gendong . Suka dipeluk kalau tidur, namun sering mengalah saat adeknya menyusui. Lalu terpaksa memeluk bunda dari belakang atau sekedar memegang tangan bunda nya. Suka tiba-tiba mencium dan memeluk bunda. Ah, nulis ini mrebes mili. Maafkan bunda nak, kini perhatian padamu terbagi.
Pribadi yang ceria, namun pemalu jika dilingkungan baru. Butuh waktu untuk adaptasi. Suka diajak bercerita. Punya ingatan yang kuat. Penyuka buku dan gambar. Bahkan katalog gambar produk dari swalayan tak luput dia baca. Sangat tertarik dan antusias dengan fauna.

Sang adik, Arumi yang berkemauan keras. Pantang menyerah sebelum mendapatkan apa yang di inginkan. Fast learner dan peniru ulung. Sangat aktif tak bisa diam, anak ini yang membuat rumah tak pernah rapi. Tapi seperti kakaknya, pemalu di lingkungan dan orang baru.

Barakallah anak- anak ku tersayang.

Lihatlah diri anda, silakan cari kekuatan potensi diri anda. kemudian tengok kembali anak dan suami, silakan baca kehendak Allah, mengapa anda dihadirkan di tengah-tengah keluarga seperti ini dengan bekal kekuatan potensi yg anda miliki.

Agak sulit sebenarnya melihat dan menilai diri sendiri.
Sampai saat ini saya belum yakin telah menemukan potensi dan bakat diri.
Tapi saya berminat dalam kegiatan tulis menulis walau jauh dari kata "jago nulis". Menulis buat saya adalah salah satu stress relief. Saya senang terlibat dalam kegiatan edukasi dan sosial. Namun karena saat ini masih fokus pada anak- anak yg masih kecil, ruang gerak saya masih terbatas. Saya suka bertemu dengan orang- orang yang membawa energi postif, mendengarkan kisah mereka. Mendapatkan hikmah dan pelajaran dari pengalaman hidup orang.
Sifat perasa anak- anak sepertinya menurun dari saya. Hati saya mudah tersentuh. Sepertinya kelenjar air mata saya lebih banyak dari jumlah normal. Nonton film korea yang sedih saja saya bisa menangis tersedu sedu, heuheu..
Sifat saya yang terkadang lebih banyak main perasaan alhamdulillah diimbangi oleh suami yang berpikir lebih logic dan rasional.

Lihat lingkungan Dimana anda tinggal saat ini, tantangan apa saja yang Ada di depan Anda?  Adakah Anda Menangkap maksud Allah, mengapa keluarga anda dihadirkan Di sini? 

Seperti kebanyakan di daerah perumahan di perkotaan, kehidupan bertetangga disini kurang membaur satu sama lain. Individualistik sangat menonjol, entahlah mungkin karena lebih banyak yang bekerja. Yang ibu rumah tangga pun sibuk antar jemput anak sekolah. Hanya sering beberapa kali bertegur sapa dengan tetangga dekat. Bertemu dengan para tetangga di arisan PKK sebulan sekali.
Waktu saya pun banyak dihabiskan didalam rumah mengurus keluarga. Terkadang sore keluar, jalan keliling komplek bersama anak- anak. Tetangga depan dan kanan selalu berganti karena rumah kontrakan. Tetangga sebelah kiri jarang bertemu, suami istri bekerja
Saya yakin ada hikmah kenapa kami ditakdirkan tinggal di rumah yang sekarang, tapi sampai saat ini kami belum berhasil menemukannya.

#DianAnggrainiCausan
#NHW_3
#KuliahMatrikulasiBatch5
#MembangunPeradabanDariDalamRumah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lima Hari

Mager

Cerita tetangga lahiran