Me Time Story

Yuk, kita mulai sharing online Me Time Story jilid 3. (16 Desmber 2017)

Waaaw, sudah jilid 3 ya?
Iya, bu, begitu pentingnya me time ini di mata ibu dan betapa besarnya antusiasme peserta kulwap Me Time Story, menjadi bahan bakar kami untuk terus mengadakan sharing online seputar me time.

*Lalu, kenapa harus me time, sih* Izinkan saya menjawab pertanyaan ini dengan menyampaikan satu tulisan yg mungkin sudah sering kita temui di WAG atau sosmed 😊

💐💐💐💐💐💐
*IBU...IBU....IBU*

Sebuah narasi percakapan Iblis kepada anak buahnya :

"Jika kau ingin merusak sebuah keluarga, rusaklah dulu ibunya!!"

beri ia perasaan akan rasa lelah bertubi yang membuatnya merasa lemah dan habis energi

jika ia sudah merasa lelah, ambil rasa syukurnya

biarkan ia merasa bahwa hidupnya habis untuk mengurus keluarga dan buatlah ia tidak memiliki apapun, selain lelah yang didapatnya

setelah kau ambil rasa syukurnya, buatlah ia menjadi orang yang tidak percaya diri

sibukkan pandangan matanya untuk melihat kebahagiaan orang lain dan buatlah ia lupa akan kebaikan yang ia miliki,

buatlah ia merasa minder dan merasa tidak berharga

jika itu sudah terjadi, ambilah juga sabarnya,

gaduhkan hatinya agar ia merasa ada banyak hal yang berantakan dalam rumahnya, buatlah ia merasa betapa banyak masalah yang ditimbulkan dari anaknya, dari suaminya

goda lisannya untuk berkata kasar,
Hingga nanti anak-anak mencontohnya dan tak menghargainya lagi, lalu bertambahlah kemarahan demi kemarahan, hilanglah aura syurga dalam rumah

dan kau akan menemukan perlahan, rumah itu rusak…dari pintu seorang IBU
....

Sekali lagi, makhluk penting itu bernama Ibu,

Lelah yang tidak selesai menjadi tempat masuknya syetan,

Ia mengambil bahagiamu, mengambil sabar dan syukurmu wahai ibu,

Jangan biarkan syetan mengambil itu,
Jika kau lelah, rehatlah.
Jika kau lelah, berbagilah

Sungguh tak ada satupun yang akan membiarkanmu merasa sakit sendiri
jika kau pandai menghargai dirimu,

Ringankan tugasmu bu,
Jangan menekan dirimu terlalu keras,
Sesekali tak masalah rumahmu kotor
tak masalah betapa banyaknya pekerjaan yang belum kau tuntaskan

Jangan terjebak dalam waktumu bu,
sungguh tugas muliamu jauh lebih penting dari sekedar rutinitas yang kau lakukan setiap harinya

rehatlah,
Jika pun tak mungkin kau tempuh jarak puluhan kilo untuk segarkan diri,

Sekedar menepi, menepilah
beri waktu untuk dirimu sendiri,

Sekedar melihat betapa banyak kebaikan yang kau punya,
betapa manisnya keceriaan anak-anakmu,
betapa bertanggungjawabnya suamimu,

rasakan pelukannya,
ada cinta dan ketulusanmu dalam tegap badannya

Kau berharga ibu, jangan pernah lupakan itu.

tapi, saat mendengar masalah orang lain,kita semakin sadar bahwa perspektif kita menentukan cara pandang kita terhadap masalah

jika kita melihat peran ini sebagai beban,maka kita hanya akan sampai pada titik lelah

jika kita memandang diri hanya sebatas pelaku rutinitas,kita tidak akan menemukan ruhnya

rewarding your self mom,
sungguh peranmu jauh lebih besar dari semua keluhanmu

jangan biarkan syetan merusak bahagia dengan mengambil rasa SABAR dan SYUKURMU

karena dari bahagiamu, tercipta ketahanan sebuah keluarga

Baarakallahu fiikum...

Selamat menjemput surga dlm aktivitas sebagai Ibu dan Istri yang HEBAT.

Selalu ada BAHAGIA di segala cuaca 😍

*Renungan untuk para ibu ibu sholihah ...especially  😇

Narasi percakapan ini beredar di beberapa WAG selama beberapa minggu ini.
Walaupun fiktif, namun terasa benar nyata ya, bu?

Ibu yg bahagia, akan menciptakan keluarga yg bahagia.
Sebaliknya, ibu yg penuh tekanan akan berdampak pada kebahagiaan keluarganya.
Di sinilah me time berperan.
Me time menjadi 'penambah daya' ibu ketika ibu lelah menghadapi rutinitas sehari-hari.

Lantas, bagaimana cara mendapatkan me time yg efektif untuk para working moms yg aktivitas kesehariannya saja sudah padat?
Yuk, kita gali inspirasi dari narasumber kita hari ini.. 😊
Sebelum saya panggilkan, berikut adalah biodata narasumber malam ini:
Biodata :
Nama Lengkap : Ika Yudaningrum
Nama pena : Ummu Arrahma
Tempat tanggal lahir : Metro, 1 Mei 1982
Nama Anak: Rahma Amalia (10 TH) Asma’ Hanifah Arrahma (5th)

Aktivitas:
Ibu tunggal dari 2 putri
Perawat RS Islam Metro Lampung
Member of ODOP99days2017
Kontributor Buku “Me Time”
Penanggung jawab Sedekah Nasi Metro
Anggota IIDN
Aktif di beberapa komunitas menulis
Menulis lebih dari 16 buku antologi
Anggota Tapis Blogger Lampung
Anggota Asosiasi Rajut Indonesia Korwil Lampung
Penggurus Komisariat PPNI RS Islam Metro

Ig @ika_Ummu_Arrahma
Twiter @ika_ummuarrahma
Facebook Ummu Arrahma
Blog www.ummuarrahma.com
Email ummuarrahma@gmail.com

Me Time Produktif Ibu Pekerja

Zaman sekarang ini wanita bekerja adalah hal yang biasa. Bahkan banyak wanita yang menduduki posisi-posisi strategis yang menuntut wanita total dalam berkarier.  Tingkat pendidikan kaum wanita yang setara dengan kaum pria sehingga tingkat kecerdasannya pun sederajat.  Jadi sayang jika ilmu yang dimiliki tidak diaplikasikan.
Namun, bagi wanita yang sudah menikah tentu bukan sebuah hal yang mudah berkarier dan berumah tangga. dalam rumah tangga kewajiban mencari nafkah berada di tangan suami, meskipun bukan berarti melarang wanita berkarier. Keputusan seorang istri bekerja tentu dengan banyak pertimbangan dan bukan lagi diniatkan mencari nafkah, bisa dikatakan membantu sang suami.
Seorang ibu memilih bekerja setelah menikah dan memiliki anak-anak adalah keputusan bersama dengan suami. dimana seorang suami harus menyadari keputusan mengizinkan istri bekerja sedikit banyak akan berpengaruh dengan rumah tangga. pembagian peran dan tugas antara suami dan istri dalam mendidik anak-anak pun menjadi perbincangan bersama.
Bagi working mom atau ibu pekerja memilih bekerja diluar rumah bukan hal mudah.  Bagaimana seorang ibu harus berkonsentrasi pada pekerjaan tetapi pikiran kadang kala berkelana mengingat anak-anak dirumah. Belum lagi tekanan-tekanan pekerjaan, konflik di tempat kerja, teman-teman yang kadang tidak satu pemikiran, problematika wanita karier  kadang sangat mengganggu pikiran ibu pekerja.
Berbagai tekanan di tempat kerja kadang sangat berpengaruh dengan psikologis ibu. Ketika sampai dirumah seorang Ibu melupakan apapun yang terjadi di tempat kerja. Ibu focus dengan keluarga, seabreg pekerjaan rumah tangga, melayani suami, mengurus anak-anak dan  menciptakan suasana yang nyama dalam rumah tangga.
Karier lancar keluarga bahagia
Sebagai ibu pekerja dituntut berbuat adil antara karier dan keluarga. Harus bisa menyeimbangkan waktu antara karier dan keluarga.  Tidak membawa pekerjaan kantor kerumah agar di rumah seorang ibu total menjadi  ibu rumah tangga. Ketika pulang kerumah seoarng ibu harus dalam keadaan bahagia agar anak-anak merasa nyaman dan bahagia bersama ibunya. 
Hal ini sangat sulit ya bunda, namun harus dibiasakan karena ini adalah konsekwensi menjadi ibu pekerja. Jangan menjadikan rumah sebagai pelampiasan rasa lelah, rasa kesal di kantor.

Menajeman waktu
Pekerjaan ibu rumah tangga itu tak ada habisnya, belum lagi ditambah pekerjaan kantor. Luar biasa sekali ibu pekerja harus menghandel keduannya dalam 24 jam. Pekerjaan kantor tentu harus dimanajeman di jam kantor saat berada di kantor.
Pekerjaan rumah yang tiada habisnya harus bisa dimenajeman dengan baik. Pagi hari sebelum bekerja seorang ibu pekerja harus membereskan pekerjaan sebelum ke kantor, menyiapkan kebutuhan anak-anak ketika ibu berada dikantor hingga pulang dari kantor.
Malam sebelum istirahat Rencanakan segala kegiatan yang harus dikerjakan di pagi hari sebelum ke kantor,  sarapan apa yang akan disiapkan bekal apa yang akan dibawa anak ke sekolah.  manajeman waktu dengan baik pilih yang simpel tapi sehat, aman dan nyaman buat semua anggota keluarga.

Me time  mana sempat ? ?
Seorang Ibu pekerja dengan  pekerjaan yang tiada habis masih sempat kah me time?
Seorang ibu dengan pekerjaan yang luar biasa menguras energi dan emosi pasti akan merasa jenuh, lelah, penat.  Jujur kadang saya iri dengan ibu rumah tangga yang bisa bercanda dengan buah hati disore hari. Ah, saya magrib baru masuk rumah...
Manusiawi ya bunda,
Tidak dipungkiri bagi wanita pekerja membagi waktu dengan keluarga itu sudah sulit apalagi mau membagi untuk diri sendiri.
Me time bagi saya itu wajib, karena kalau enggak punya waktu buat me time akhirnya saya jadi ibu yang mudah marah, mulitnya lebar bunda bukan badannya yang lebar lho hehhehhe
Me time sangat berpengaruh dengan psikologis ibu pekerja. Pilihan me time enggak perlu yang memakan banyak waktu.  Kalau saya di tempat kerja sering makan bersama teman kerja menjadi me time lho.
Pas jam makan siang pesan makan deliveri sesuai kesukaan lalu makan bersama sembari bercanda dan tertawa bisa jadi me time yang menyenangkan. Lupakan beban kerja lupakan tekanan deadline nikmati.
Jika bunda suka membaca buku bisa juga meluangkan waktu untuk membaca buku di jam istirahat setelah makan siang. Pilihan me time bisa sesuai pasion bunda tentunya.
”Me time asyik itu dengan produktif dan manfaat. Tidak selalu dengan keluar uang. Lebih keren kalau me time menghasilkan uang.”
Me time produktif dan manfaat itu yang bagaimana kir-kira?
Kalau saya memilih me time yang bermanfaat misalkan dengan tidur 30 menit saat pulang kerja. Karena tidur banyak membawa manfaat diantaranya:
1.Meningkatkan produktifitas
2.Meningkatkan daya kerja
3.Meningkatkan sistem kekebalan tubuh
4.Menurunkan stres

“Tidur 30 menit dapat memulihkan kembali hormon yang menurun akibat tidur yang kurang” berdasarkan penelitian dari Uneversite Paris Descartes Sorbonne Paris Cite dr. Brice Faraut.

Me time produktif saya yang lain adalah menulis di malam hari. Saya merasa menulis adalah sebuah me time yang menyenangkan karena dengan menulis saya dapat menceritakan banyak hal yang bermanfaat dan menginspirasi. Menulis juga menghasilkan karya buku-buku yang kelak akan menjadi warisan bagi anak-anak saya. Tulisan saya di  buku 33 kisah me time juga salah satu tulisan di waktu me time saya. 

Kapan saya menulis? Saya menulis di waktu istirahat saya baik di tempat kerja ataupun saat malam hari ketika anak-anak sudah tidur. Sehingga me time tidak mengganggu jam kerja atau jam kebersamaan saya bersama keluarga.

Me Time Produktif

Berbicara tentang produktif  pasti berkaitan dengan bisnis. Padahal tidak selalu demikian, karena produktifitas seorang ibu bermakna luas. 
Me time produktif bisa bermakna menhasilkan karya yang bermanfaat untuk anggota keluarga.
Memilih me time dengan berinovasi dengan resep-resep makanan yang baru, menghasilkan makanan yang berbeda untuk keluarga.
Banyak pilihan me time produktif bagi ibu pekerja misalkan menulis di blog, membuat kue untuk anggota keluarga, merajut,  atau kegiatan lainsesuai pasion bunda.

Me time dengan komunitas juga asik lho bunda.
Saya memilih beberapa komunitas menjadi salah satu me time. Setiap jumat saya me time bersama ibu-ibu relawan sedekah nasi.  Me time yang dilakukan rutin di hari jumat pagi jam 07.00 sampai jam 08.00 on the road membagikan nasi bungkus kepada duafa di jalanan. Ini sangat menyenangkan sekali, selain bertemu dengan teman-teman juga menikmati senyum bahagia para duafa. Belum lagi mendengar doa-doa yang melangit indah sekali bunda.

Hal-hal yang diperhatikan dengan me time:
Bunda, me time hendaknya jangan sampai menggaggu jam kerja jangan menggaggu kebersamaan bunda dengan anggota keluarga.
Pilih me time yang membuat bunda merasa bahagia dengan waktu yang ada.

Ketika pilihan bunda me time keluar rumah jangan lupa izin dengan suami. karena me time akan menyenangkan jika dengan ridho suami.

Tanya jawab

1. Pertanyaan :
mbak Ika kalo saya lihat sbg single parents dg aktivitas nya yang begitu padat subhanallah masih dapat membagi waktu untuk menulis dan mempunyai waktu  menemani anak-anak rasanya saya iri mb. Saya sering sekali terbengkalai tugas RT tugas kantor dan waktu menulis. Sekarang malah libur sama sekali tidak produktif nulis hampir 1bln ini. Duh gimana y mb tips nya..

Jawaban :
hai bunda farida, sebagai ibu pekerja sebenarnya waktu kita sangat terbatas. saya lebih menitik beratkan kepada kualitas kebersamaan dengan anak bukan sekedar kwantitas. me time saya tidak terjadwal tetapi saya manjeman waktu untuk menulis adalah malam hari. kadang kalau ada deadline saya gunakan waktu istirahat untuk menulis. kita buat waktu yang flesibel dan skala prioritas dalam mengatur pekerjaan. kalau target semua selesai tidak bisa karena tenaga dan waktu yang terbatas.

2. Pertanyaan :
Kalau setelah me time harusnya kan pikiran jadi jernih dan lebih semangat, tapi kadang saya merasa me time saya tdk membuat semangat, malah kadang bikin uring2an. Apakah berarti saya harus mencari bentuk me time yg lainnya?

Jawaban :
bunda reny me time itu tujuannya untuk me rileks kan kita bunda, membuat hidup jadi bahagia. kalau malah jadi uring-uringan coba dievaluasi. mungkin memilih waktu me time nya kurang tepat, pilihan me time belum sesuai pasion, atau saat me time meninggalkan pekerjaan yang jadi beban pikiran. me time bukan sekedar me time bunda,  me time di lakukan dengan pilihan waktu yang tepat tanpa mengorbankan kewajiban kita sebagai karywan, sebagai ibu dan sebagai istri.

3. Pertanyaan :
sudah 3 tahun ini saya menjadi ibu rumah tangga sebenarnya ingin mulai mengajar lagi namun anak2 tidak bisa lepas dari saya ketika mengajar dulu sering saya menulis apapun itu sekarang mau menulis lagi rasanya berat banget belum anak2 yang mulai minta diperhatikan bagaimana untuk memulainya? Terima kasih

Jawaban :
menulis bukan bakat, menulis di mulai dari mana? kalau saya bilang menuis mulai dari hati agar sampai ke hati. menulis bisa tentang apa saja bunda, tetapi akan lebih baik ketika tulisan tersebut membawa dampak positif untuk pembaca. bisa menulis dari status facebook, tentang kebersamaan dengan anak, pelajaran apa yang bunda dapat dari kebersamaan dengan anak. menulis itu mudah, yang susah itu konsisten untuk menulis. nah untuk melatih kita konsisten menulis bergabung dengan ODOP for99days itu banyak banget manfaatnya.

4. Pertanyaan :
Terimakasih Bunda... nah harus skala prioritas ya mbak. Nah saya blm bisa yang seperti itu. Saya tipe orang yang pingin dlm satu waktu semua selesai semua. Jd kadang jika salah satu tdk selesai malah saya jadi ke pikiran dan bad mood. Misal deadline menulis harus d setor, bersamaan dg kerjaan ngoreksi pekerjaan anak2 lalu rumah juga harus beres bersih semua sudah rapih. Bagaimana cara membuat skala prioritas yang bagus dan menghilangkan sifat yg perfeksionis mbak?

Jawaban :
sifat perfeksionis enggak bisa dihilangkan bunda, malah bagus dong cuma mungkin dimanajeman dengan baik. kalau ada deadline menulis maka dilihat jam berapa deadline, kalau pekerjaan ngoreksi dilakukan di sekolah insha Alloh tidak mengganggu aktifitas beberes rumah. bisa di buat to do list, buat list pekerjaan hari ini lalu di buat skala prioritas mana dulu yang harus di kerjakan.

5.  Pertanyaan :
Mungkin konsistennya ya yang kurang... saya bingung waktu yang tepat...berkaitan dengan waktu anak2 yang tidak selalu teratur

Jawaban :
kalau saya menulis bisa bersama anak mbak, karena anak saya juga suka menulis. aktifitas kita kadang juga menarik bagi anak-anak. tapi kalau buat me time saya suka menulis saat anak tidur. me time buat bunda itu sangat mudah jika di komunikasikan dengan suami. dulu waktu suami saya masih ada belum kenal istilah me time. tapi tanpa sadar suami saya selalu memberikan saya waktu buat me time. misal saat saya pulang kerja saya bilang lelah sekali pasien banyak banget. lalu suami bilang ya sudah tidur sana anak-anak biar sama saya. nanti kalau lelah  ummi malah marah sama anak-anak.
coba deh komunikasi kan kebutuhan me time dengan suami insha Alloh ada banyak solusi me time dengan tenang dan nyaman dan bahagia.

6. Pertanyaan:
Setelah berumahtangga dan memiliki anak,  bekerja menjadi salah satu bentuk "me time" saya.  Walopun kadang cape banget,  kadang rungsing,  tp entah bagaimana caranya memberikan saya rasa nyaman,  dan seringnya merelease emosi2 negatif saya. 
Apakah benar seperti itu?  Atau saya salah "me time"

Jawaban ‬:
bunda siro, boleh dong me time dengan bekerja. bisa juga demikian karena saat kita bekerja bertemu dengan teman, bercanda berbagi cerita sehingga menjadikan kita merasa bahagia. tentu ini berdampak positif ketika bekerja membuat kita bahagia. yang perlu diingat seperti di materi saya jangan sampai pekerjaan membuat kita tidak adil terhadap anak dan keluarga.  saya juga menjadikan bekerja menjadi me time lho. saya bahagia dengan bekerja bergaul dengan banyak orang.

7. Sharing dan tanggapan

Saya jg sama dg mba Farida td yang masih susah menentukan skala prioritas. Kadang kalau sedang dikejar deadline, tdk bisa mengkonsistenkan sesuatu. Akhirnya melarikan diri dg tidur.
Belum lagi kadang bawa pekerjaan ke rumah
Kadang jg bekerja ya jadi me time. Pulang kerja, belok dulu ke supermarket/ minimarket hanya untuk beli diapers itu sudah luar biasa.
Kalau sedang aga senggang dan di rumah anak aman ada yg jaga bisa nyalon juga
Nah tp kadang merasa jg me time nya kurang produktif. Baiknya bagaimana ya mba ika untuk td produktif?

Jawaban dan tanggapan‬:
bunda nisa, alhamdulillah ada yang bantu menjaga anak-anak. membuat skala prioritas yang paham kebutuhan adalah bunda. kalau ada deadline berarti masuk ke skala prioritas. sebenarnya kalau di buat to do list kita tidak akan menumpuk deadline. pekerjaan di bawa pulang selama mengerjakannya tidak di jam keluarga dan suami ridho ya enggak masalah. me time produktif itu sebenarnya tergantung dengan minat kita kemana. kalau saya memang suka menghasilkan sesuati apalagi kalau menghasilkan uang hehehehehh. kalau mau produktif berupa uang bisa membuat craft, kue atau apapun yang hasilnya menjual. tapi kalau sekedar hoby bisa juga produktif itu membuat kue untuk cemilan keluarga agar anak enggak jajan sembarangan, menulis cerita anak untuk diceritakan ke anak kita, membuat bros untuk diri sendiri. kembali ke pasion saja bunda.
me time setiap bunda berbeda, pilih me time yang bikin bunda merasa nyaman dan bahagia. meskipun itu hanya minum kopi  dan makan mie rebus yang simpel.

Sedikit menambahkan mba ika.
Sebaiknya me time dilakukan dengan terjadwal ya, nggak ujug2 alias impulsif.

Jadi, kita nggak nunggu stres duluan, tapi merawat 'kewarasan' dengan me time terjadwal, sehingga peluang stres hadir bisa direduksi.. 😊
Alhamdulillah mba ika ada yang bantu, tp memang aga dikejar waktu jg krn yg bantu jaga anak datang pagi pulang sore. Jadi pada jam tertentu saya harus buru2 pulang. Alasan jg knp akhirnya pekerjaan yg belum tuntas dibawa ke rumah hehehe Alhamdulillah ini sangat setuju. Saya kadang ga menyadari kalau itu ada me time. Bangun lebih subuh dr biasa, bisa tilawah dulu lalu masih bisa sarapan tanpa gangguan, sambil nonton video di youtube jadi moodbooster memulai hari hehehe
Meski jadwal bangun anak tidak bisa diprediksi
Iya ya teh dece, tp kalau saya kadang malah impulsif me time nya. Aga lemah organizing waktu, jadinya sesempatnya tp tiap minggu pasti ada me time. Kadang curi2 di sela waktu yg ada.
nah, sekarang sudah tahu kan me time lebih baik terjadwal. yuk kita buat jadwal me time yang teratur agar kita enggak sampai jenuh sudah bisa kembali tersenyum karena me time yang efektif.

8.Pertanyaan:
saya baru2 ini mulai ngeblog setelah sekian lama. Ngblog ini sy lakukan saat anak2 tidur. Kalo sudah ngeblog sy jadi lupa waktu sampe bisa 2 jam lebih. Bahkan saat anak trbangun pun sy masih asik ngetik dan anak sy serahkan sama suami. Gimana ya bunda Ika biar ga lupa waktu saat me time saya ini?

Jawaban ‬:
langsung saya jawab ya. hai bunda tiharsih, ngeblog memang asyik apalagi kalau sudang ngetik. sebelum ngeblog mungkin bisa di buat poin tulisan. sehingga tulisan tidak melebar dan memakan waktu yang lama. jangan sampai me time kita sampai mengorbankan anak dan suami. dibuat jadwal dan waktu yang paling efektif. ngeblog sampai dua jam luar biasa lama ya bunda. atau bisa di siasati nulis nya di word dulu jadi bisa save dulu kalau sudha kondusif baru dilanjut setelah selesai baru copy paste ke blog. kalau saya memang terbiasa nulis di word dulu biar mudah dan menghindari hal-hal situasional yang isa terjadi.

9. Pertanyaan :
Mohon maaf sebelumnya kalau ini bakal jadi curcol

Saya akhir2 ini lagi hectic bgt buat ngejar target omzet akhir tahun, supaya bisnis ngga goyah, serta dapur bisnis bisa ngebul untuk memberi "hak" ke tim.

Di satu sisi, saya jadi agak keteter buat fokus ke anak. Hiks. Sampai pada akhirnya fisik saya agak drop, trus saya me-"lari"-kan dengan nonton ke bioskop sama teman, karena saking butuh "me time" nya.  Saya lari dari amanah saya di bisnis, dan bahkan amanah saya di keluarga. Sempat ditegur sama suami, kata beliau *"Bunda itu udah menikah dan punya anak, udah ngga bisa 'me time' kumpul sama temen2 sambil nongkrong kayak gitu lagi."*

Trus saya baper
Segitu beratnya ya nyari waktu me time? Berhubung emang 'me time' favorit saya (dari dulu) emang nonton sama temen di bioskop *maap klo terkesan rada hedon dan berasa masih single aja

Gimana ya?
Saya klo me time itu butuh menjauh dari rutinitas sih. Harus keluar dari lingkaran yang membuat saya tertekan dulu, dan "masuk ke dalam gua" klo bisa.

Jawaban :
hai bunda anggun, enggak masalah kok me time nonton bioskop selama ada izin suami ya. baper di komplain suami karena me time nonggrong dengan teman. pasti baper banget ya bunda. tapi jangan di garis bawahi karena larangan suami. saya lihat sih kurang komunikasi saja dengan suami, masalah me time kalau memang enggak cocok dengan suami bisa di ganti hangout dengan teman tapi cukup makan siang bersama, atau kegiatan lain yang lebih bermanfaat menurtu suami.
manajeman waktu bunda, kalau mau kejar target buat strategi bareng dengan tim. bunda punya tim dalam bisnis kejar targetnya bareng , lelahnya bareng, hasilnya juga buat bareng-bareng. jadi bunda enggak lelah sendiri. coba dibuat bersama strategi jitu, minta masukan suami juga oke tuh. jadi suami juga paham kesibukan bunda mengurus bisnis.

Penutup:
bunda, jangan jadikan me time beban. jadikan me time sebagai pengurang beban. kalau belum menemukan me time yang klik di hati, jangan putus asa coba kenali diri bunda. setiap bunda memiliki kesempatan dan kemauan yang berbeda. me time adalah salah satu jalan menuju bahagia, dan bahagia yang membuat orang di sekeliling kita turut bahagia. selamat mengenali me time paling asik dan paling produktif.  salam bahagia buat semua. wasalamuallaikum.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lima Hari

Mager

Cerita tetangga lahiran