NHW#2 Menjadi Ibu Profesional Kebangaan Keluarga
Menjadi ibu Profesional ternyata tidak cukup dengan mengandalkan persepsi diri sendiri, tetapi melibatkan orang- orang terdekat yaitu suami dan anak- anak.
Oleh karena itu, penting bagi istri untuk bertanya bagaimana sih gambaran seorang istri yang di inginkan oleh suami, dan bagaimana pula gambaran ibu yang di inginkan oleh anak anak..
Tidak seperti sebelumnya, Nice Homework pekan kedua atau NHW 2 pada Kelas Matrikulasi Institut Ibu Profesional kali ini baru berhasil saya tuntaskan menjelang tenggat akhir.
Karena sebenarnya saya kebingungan menginterpretasikan jawaban suami serta menyamakan persepsi dan juga anak- anak yang belum bisa dimintai pendapat karena masih balita. Jadi saya menerka- nerka sendiri untuk bisa menjawab pertanyaan yang diberikan*tepok jidat, yang pastinya butuh pertimbangan yang lebih matang dan rincian yang perlu disesuaikan dengan kunci SMART:
– SPECIFIC (unik/detil)
– MEASURABLE (terukur, contoh: dalam 1 bulan, 4 kali sharing hasil belajar)
– ACHIEVABLE (bisa diraih, tidak terlalu susah dan tidak terlalu mudah)
– REALISTIC (Berhubungan dengan kondisi kehidupan sehari-hari)
– TIMEBOND (Berikan batas waktu).
Jadi….inilah jawaban saya:
📝✅“CHECKLIST INDIKATOR PROFESIONALISME PEREMPUAN”✅📝
A. Sebagai individu
1. Shalat wajib di awal waktu, maksimal 15 menit paling telat. Terutama shubuhan ni yang sering telat, ya Allah
2. Belajar tahsin. Memperbaiki tajwid yang masih acak kadut. Salah satunya dengan ikut Rumbel Al-qur'an di IIP Batam ini, seminggu sekali.
3.Karena yang berat itu bukan rindu tapi timbangan badan, kata Dian. Jadi targetnya tahun ini berat badan bisa balik 50 kg, meleset dikit gpp (dikit aja tapi) Nah karena saya masih menyusui yang otomatis masih butuh banyak makan,
*alesan. Jadi untuk itu, saya akan meluangkan waktu secara khusus, minimal 15 menit per hari untuk olah raga.
4. Mengurangi berkeliaran di sosmed apalagi stalking akun lambe turah. Udah tau unfaedah tapi entah kenapa suka kepo hiks. Astagfirullah..
Baca buku yang berfaedah, terutama buku agama dan parenting minimal 1 buku sebulan.
5. Saat masih gadis, biasanya luluran Sari Ayu sekarang minyak angin hiks. Muka dan badan jarang dirawat, kalah sama motor si Ayah yang sering diservise. Jadi berusaha meluangkan waktu minimal seminggu sekali perawatan tubuh. Cukup dirumah saja. Karena mustahil untuk saya kesalon saat punya anak balita begini.
6. Menulis buat saya adalah salah satu cara melepaskan stress dan menjaga kewarasan. Ini salah satu "me time" saya. Jadi membuat minimal 1 tulisan sepekan. Juga sekaligus mengasah kemampuan menulis.
B. Sebagai Istri
Permintaan pak suami gak muluk- muluk katanya.
1. Masak setiap hari biar bisa bawain bekal ke kantor.
2. Rumah rapi. Disini sebenarnya kita harus menyamakan persepsi "rapi". Sungguh hil yang mustahal rumah rapi dan instagramable laksana katalog IKEA dengan anak balita yang kreatif nya MasyaAllah. Bereksplorasi disana sini. Jadi kita turunkan standar kerapian. Yang penting pas Ayah pulang kerja. Mainan anak- anak sudah dirapikan. Agar tak ada tragedi injak ranjau. Mainan kecil yang nyempil lalu terinjak itu sakit Jendral.
3. Pemenuhan biologis.
Wanita setelah punya anak kadang kehilangan semangat memenuhi "ajakan" suami. Setelah berjibaku dengan pekerjaan rumah yang tak pernah habis. Badan remuk redam mengasuh balita. Jangankan menikmati, terkadang memikirkan saja kita sudah malas. Tapi menurut para ahli, pemenuhan biologis pada suami sama pentingnya seperti makan, minum dan tidur. Berbeda dengan istri. Mau dijelaskan tapi akan panjang dan lebar bisa berlembar lembar ini. Jadi intinya berusaha memenuhi ajakan suami minimal seminggu sekali. Jika lelah dan malas melanda, azzamkan pada diri bahwa ini adalah ibadah.
4. Hemat. Menimbang- nimbang kembali saat membeli barang. Jangan hanya karna lapar mata. Wanita godaan nya ya kalau liat barang "lucu" pengen dibeli. Apalagi liat diskonan terkadang kalap. Nah ditambah sekarang dengan mudahnya cuci mata tanpa keluar rumah. Lirik- lirik market place tanpa sadar trus transfer. Padahal yang dibeli juga gak penting- penting amat. Jadi sekarang kalau mau beli barang diskusi dulu dengan suami.
C. Sebagai Ibu
Karena anak- anak belum bisa dimintai pendapat jadi saya akan mengira-ngira hal apa sajakah yang mereka inginkan dari ibu mereka.
1. Membacakan buku. Si kakak sangat antusias jika dibacakan cerita dan ini ternyata juga menular pada adiknya. Jadi minimal 1 buku setiap hari dibacakan. Juga akan menambah koleksi buku 1 buah minimal 2 bulan sekali.
2. Membersamai mereka. Saat bermain tak hanya menemani namun juga hadir secara utuh. Karena ibu nya ini terkadang badan disitu tapi pikiran kemana-mana. Memikirkan cucian piring yang menumpuk, baju yang belum dilipat, wa yang belum dibaca serta banyak hal lain yang belum dikerjakan.
3. Toilet training si sulung yang belum tuntas juga. Kalau tidur dan pergi agak jauh masih pake diapers. Maksimal 3 bulan kedepan semoga sudah lepas diapers total.
4. Menjaga kesabaran dan kewarasan setiap hari. Biasanya saat lelah atau lapar mudah tersulut emosi. Jadi berusaha istirahat yang cukup dan makan teratur. Yang paling penting selalu berdoa pada Sang Pemilik Hati, agar dilembutkan hati ini dalam mengasuh buah hati.
Baiklah untuk saat ini itu dulu yang akan ditargetkan. Dengan berjalan nya waktu mungkin akan ada tambahan. Saya akan buat list untuk saya pribadi yang akan jadi pengingat dan check list apa saja yg sudah tercapai dan apa yang belum. Bismilah.
Konon otak manusia butuh 3 hari untuk belajar hal baru dan butuh 3 bulan untuk memantapkan kebiasaan hidup baru.
#DianAnggrainiCausan
#NHW_2
#KuliahMatrikulasiBatch5
Komentar
Posting Komentar