100 Hari Kepergian Mama
Tanggal 1 September adalah tanggal kelahiran mama. Saat beliau masih hidup aku biasanya mengirimkan seuntai doa untuk beliau melalui sms ataupun wa. Namun tahun ini dan tahun tahun setelahnya akan berbeda, doa untuknya kupanjatkan dalam sujudku pada Sang Kuasa.
Mama aku rindu. Sungguh sangat rindu. Rindu yang menyesakan dada.
Dulu saat aku merindukan mu, walau kita dipisahkan pulau dan lautan aku masih bisa menelpon untuk mendengar suara mu, video call untuk melihat senyummu. Namun kini merindukan mu hanya dapat mengadu dalam doa panjangku.
Ma, setiap mengingatmu ataupun memandang foto mu bulir air mata selalu jatuh membasahi pipi tanpa dikomando. Entah sampai kapan saat membayangkan wajahmu tangisan ini akan menjadi senyuman. Aku teringat salah satu scene di drama korea "Hi, By Mama". Saat Cha Yuri, berpamitan kepada suaminya . Ia mengatakan setelah kematian nya, dia ingin orang- orang mengenangnya dengan senyuman bahagia bukan dengan isak tangis. Kurasa mama juga ingin aku mengingatnya dengan bahagia. Entah butuh berapa purnama agar mengingatmu tak lagi menyesakan dada. Tapi aku menikmati nya ma, aku menikmati kesedihan ini. Karena aku takut jika tak sedih lagi, aku akan melupakan mu.
Beberapa hari yang lalu aku bermimpi memelukmu. Dalam mimpi saat itu aku pulang kerumah, namun saat aku sampai engkau tak ada dirumah. Lama menunggumu dengan perasaan cemas. Aku telpon no mu namun tidak aktif. Perasaan ku saat itu, menunggu mu pulang dengan rasa khawatir dan cemas. Setelah seharian akhirnya engkau pun tiba. Aku pun berhambur memelukmu dengan isak tangis. Dan aku pun terbangun dengan sedu sedan yang masih tersisa. Terbangun tengah malam dengan lelehan airmata dan rasa sesak didada. Pergi ke dapur untuk minum dan menenangkan diri. Sekuat tenaga menahan agar tak menangis keras. Takut suami dan anak- anak terbangun. Takut tetangga terbangun nanti dikira nya ada kdrt atau mungkin mengira suara kuntilanak menangis haha..
Setelah 100 hari kematianmu, ini pertama kali nya aku memimpikan mu. Mungkin ini pesan dari Sang Pemilik Jiwa, bahwa agar aku tak terlalu lama larut dalam kesedihan. Bahwa tenang saja, dunia hanya sementara. Dunia bukan tempat kita tinggal tapi tempat kita meninggal. Bahwa nanti akan dipertemukan kembali dengan mama di kehidupan yang abadi. Insyaallah. Sampai jumpa di Surga Nya ma. Love u..
Komentar
Posting Komentar