Manajemen Hati Ibu, Sambut Bulan Suci
Manajemen Hati Ibu, Sambut Bulan Suci
Biodata Narasumber
🧕🏻 *Nama :*
Shinta Rini, M. Psi, Psikolog
👜 *Pekerjaan :*
Psikolog, Terapis, Penulis, Pembicara
📚 *Pendidikan :*
- S1 Muhammadiyah Malang, Psikologi 2000
- S2 Psikologi Perkembangan Univ. Padjajaran Bandung, 2005
👧🏼 *Anak :*
- Nabila Khalisah Fikratuha Zahaf (11 tahun)
- Hafidz Hyeon Mujtahid Zahaf (5 tahun)
📱 *Akun media sosial :*
FB : Shinta Rini
Blog : http://buahatikusurgaku.blogspot.co.id/?m=1
Alhamdulillah hari ini kita memasuki Bulan Syaban dan tidak terasa kita akan bertemu kembali dengan bulan yang kita rindukan, yaitu Bulan Ramadhan. Bagaimana Bunda apakah sudah mempersiapkan hati dan jiwa yang bersih untuk beribadah sebulan penuh meraih kemuliaan yang Allah janjikan di bulan Ramadhan nanti?
Karena bulan Ramadhan ini sangat special, tentu kita tidak boleh menyia-yiakan kesempatan untuk bersungguh-sungguh mengerjakan segala amalan ibadah yang akan Allah ganjar dengan pahala berlipat ganda. Semoga Allah memampukan kita untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin dan menerima segala amalan ibadah kita di bulan suci Ramadhan.
Salah satu persiapan yang penting agar kita bisa beribadah dengan ikhlas, khusyu dan optimal adalah mempersiapkan hati kita dengan membenahi pola pikir, memperbaiki sudut pandang yang salah, menata hati yang selama sebelas bulan kemarin lalai dalam ketaatan, jenuh beribadah, sering suudzon, sering gelisah, sulit sabar dan mudah terpancing emosi. Marilah kita sucikan hati yang telah rusak, bersihkan pikiran kita dan persiapkan jiwa kita dari segala dosa dan penyakit hati serta mengisinya dengan kesucian hati, ketentraman jiwa, pikiran yang baik sehingga kita menjadi semangat dalam meraih pahala Allah.
Begitu pentingnya kita harus memiliki hati yang suci karena hati dan pikiran memiliki peran utama dan penggerak tubuh untuk melakukan perbuatan baik. Kita bisa semangat dan ikhlas berpuasa, shalat tarawih, shalat qiyamulail, berdzikir, bertobat, bersedekah , tilawah dan lain-lain karena hati dan pikiran yang menggerakkan tubuh kita untuk beribadah dengan penuh rasa senang dan bahagia.
Salah satu pahala yang kita ingin raih adalah meraih kemuliaan menjalani peran ibu yang bahagia dan membahagiakan suami dan anak-anak di rumah. Ibu memiliki sumber kekuatan energi positif untuk menyebarkan energi positif dan menciptakan suasana yang nyaman bagi penghuninya di rumah. Jika ibu merasa bahagia, maka anak-anak merasakan kebahagiaannya dan merasa nyaman untuk dekat dengan ibunya. Inilah surga dunia yang Allah siapkan untuk kita. Namun, saat ibu sedang gelisah dan mudah marah, maka anak sering menjadi pelampiasan kemarahan Ibu, anak sering melakukan tindakan yang tidak diharapkan, dan suami jadi tidak betah di rumah.
Menjadi ibu yang senantiasa sabar bukanlah hal yang mudah untuk diraih karena dengan tuntutan zaman yang keras, pekerjaan yang seolah tiada habisnya, menghadapi anak-anak yang semakin komplek masalahnya, serta keimanan kita yang naik turun membuat kita sering merasa stress dan mudah terpancing emosi. Lantas apa yang bisa kita lakukan agar kita bisa menjadi Ibu yang membahagiakan anak-anak dan suami di rumah? Dan bagaimana caranya agar kita menjadi Ibu yang bahagia dan sabar?
Yuk Bunda, mari menggali sumber masalah yang membuat kita sering merasa tidak bahagia menjalani hari-hari sebagai seorang Ibu. Saat kita merasa tidak bahagia, biasanya menjadi kurang bersemangat mengurus rumah, kurang menikmati kebersamaan bersama anak-anak, malas beribadah, sering berprasangka buruk kepada orang lain, mudah baper dengan teman dan sering berselisih paham dengan suami. Kita akan mudah untuk terpancing emosi, merasa gelisah, tidak tenang, ingin selalu diperhatikan, ingin dimengerti dan merasa ibu yang gagal saat memarahi atau memukul anak tanpa sadar. Meski kita sering menyesali perbuatan kita, namun pola ini selalu berulang terjadi. Kita menjadi sedih dan tidak mengetahui bagaimana keluar dari lingkaran setan ini. Kita bingung dengan diri kita yang seolah seperti dua orang yang berbeda. Kita ingin menyelesaikan masalah kita, namun harus mulai darimana dan mengapa ini bisa terjadi pada diri kita berulang kali? Apa yang salah dari diri kita?
Baik, mari kita mengenali diri terlebih dahulu. Saat ibu merasa stress dan penuh tekanan, maka kita akan gali pencetus munculnya stress dalam diri kita. Misalnya :
Tuntutan pekerjaan rumah, bisnis, organisasi yang harus segera diselesaikan
Suami menyerahkan pengasuhan anak sepenuhnya kepada Ibu
Manajemen waktu yang belum optimal
Sulit mengelola emosi dan stress
Sulit mengendalikan perilaku Anak
Kurang mendapatkan perhatian dan penerimaan
Terlalu lelah, kurang istirahat, banyak pikiran
Merasa tertekan saat berhubungan dengan mertua dan kakak ipar
Masalah Ekonomi
Komunikasi yang kurang hangat dengan suami, dll
Saat mengalami stress, maka kita merasa tidak tenang dan sulit mengontrol emosi. Akibatnya kita juga tidak menikmati kebersamaan dan kebahagiaan mendidik anak-anak sehingga muncul perasaan :
Ibu merasa ragu-ragu
Ibu kurang memiliki arah tujuan → jurus coba-coba dalam mendidik anak
Ibu kecewa dengan hasil mendidik anak yang kurang sesuai
Anak sulit diarahkan → kita bingung cari solusi dan anak semakin bermasalah
Ibu merasa menyerah dan putus asa
Ibu merasa bingung, stress, dianggap gagal mendidik anak, depresi dll
Ibu bertengkar dengan suami
Ibu menjadi serba salah
Ibu bingung mulai memperbaiki diri dari mana dulu?
Stres adalah keadaan yang membuat tegang dan terjadi saat Ibu mendapatkan masalah atau tantangan serta belum memiliki jalan keluar (Clonninger, 1996). Menurut Helmi (2000), ada empat reaksi stres, yaitu :
Reaksi psikologis (emosi) : mudah tersinggung, cemburu, gelisah, menarik diri, cemas, kehilangan inisiatif, kurang minat, mudah marah,sensitif, baper
Reaksi fisiologis : Detak jantung meningkat, kenaikan tekanan darah, tangan berkeringat, pegal otot, sakit kepala, diare, sakit perut, muntah, insomnia, sesak nafas, letih, gatal
Reaksi kognitif ( proses berfikir): Mudah lupa, sulit kosentrasi, pikiran kacau, kreativitas menurun, kehilangan arti hidup, bingung
Reaksi perilaku : Agresif, obesitas, kurang makan, kecanduan gadget,marah, membentak,memukul, menuntut anak/suami
Seorang Ibu yang mengalami stres biasanya muncul ketika ibu menghadapi permasalahan yang dihadapi pada saat ini atau kecemasan terhadap suatu kejadian di masa datang yang belum terjadi atau terpicu dengan kejadian di masa lalu yang tiba-tiba muncul atau sama persis dengan apa yang pernah dialami di masa lalu.
Tanpa kita sadari, pengalaman-pengalaman yang kurang menyenangkan dimasa lalu, muatan emosi negatifnya masih sangat kuat tersimpan di pikiran bawah sadar kita. Jika pengalaman tidak menyenangkan di masa lalu ini belum tuntas kita selesaikan, maka muatan emosi negatifnya secara tidak sadar akan mempengaruhi pikiran dan perilaku kita di masa kini. Pikiran bawah sadar kita secara 88% mempengaruhi kesadaran kita, dimana pikiran ini berisi akumulasi pengalaman hidup yang dimulai sejak berada di dalam kandungan hingga dewasa. Layaknya spon,pikiran bawah sadar menyerap seluruh pengalaman yang dilihat, di dengar, dan dialaminya sepanjang hidupnya.
“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat” (TQS Al-Insan : 2).
Jika seorang Ibu memiliki pengalaman tidak menyenangkan yang belum selesai dan tuntas di masa lalu, secara tidak sadar emosi negatif ini akan membajak emosi ibu saat ini sehingga mempengaruhi perasaan serta merespon dengan perilaku yang kurang adaptif dengan situasi dan masalah yang dihadapinya saat ini bersama anak dan suaminya.
Misalnya : Ada seorang ibu yang berusia 40 tahun sedang memarahi anaknya dengan mengatakan “kamu ini anak durhaka, tidak mau menuruti kata-kata ibu. Sini aku pukul kamu!”. Ibu ini lalu membabi buta memaki dan memukul anaknya tanpa ampun. Anaknya hanya menangis dan berusaha menangkis untuk menghindari pukulan ibunya. Namun karena badannya lebih kecil dari ibunya, maka ia tidak berdaya dan menerima pelampiasan kemarahan ibunya sampai ibunya merasa puas. Setelah itu ibunya pergi ke kamar dan tidak lama biasanya terdengar suara isak tangis ibunya. Anak ini lalu pergi ke kamarnya dan mengurung diri di kamarnya sambil menangis terisak-isak. Rasa sakit ditubuhnya akibat pukulan ibunya tidak ia rasakan lagi karena hatinya lebih sakit dan ia merasa benci dengan ibunya. Ia berfikir mengapa ibu sulit menerima penjelasannya saat ia tidak sengaja melakukan kesalahan. Padahal kesalahan yang ia lakukan hanya karena ia pulang terlambat karena uang ongkos angkotnya hilang dan ia harus berjalan kaki dari sekolah ke rumah. Ia sudah bersyukur bisa pulang dengan selamat dan membayangkan langsung makan masakan ibunya karena perutnya yang lapar sudah ia tahan sejak perjalanan pulang tadi. Namun sayangnya, ibu tidak mempercayai alasannya dan mengira ia pergi main bersama teman hingga lupa waktu. Rasa capek dan lapar hilang seketika saat ibu memarahi dan memukulnya.
Setelah ditelusuri ternyata, Ibu ini pernah mengalami pengalaman yang sama saat dipukul dan dimarahi ayahnya setiap terlambat pulang sekolah. Ayahnya selalu memarahi dan memukul tanpa mau mendengarkan penjelasannya terlebih dahulu. Pengalaman tidak menyenangkan ini membekas di pikiran bawah sadarnya dan kebenciannya dengan ayahnya masih tersimpan kuat sehingga saat Ibu mengalami dan bertemu dengan pencetus kejadian yang sama dengan pengalaman di masa lalu, maka reaksi ibu sebenarnya adalah pelampiasan kemarahan kepada Ayahnya yang dilampiaskan ke anaknya saat ini. Perilaku ini secara tidak sadar dilakukan Ibu. Saat ibu dalam kondisi yang lebih tenang, biasanya ibu akan menangis karena menyesal telah memukul dan memarahi anaknya secara membabi buta. Padahal ia tahu kesalahan anaknya terjadi karena anaknya kehilangan uang ongkos angkot, tapi saat anak terlambat pulang, ia langsung merasa ingin memarahi dan memukul anaknya sampai puas. Ibu merasa kasihan dengan anaknya, tapi entah mengapa perasaan kasihan ini berubah menjadi perasaan benci dan marah. Meski ibu sering meminta maaf kepada anaknya telah berbuat berlebihan dengan anaknya, namun ibu merasa kalau kejadian seperti ini akan terus terjadi berulang kali tanpa bisa dia mencegahnya.
Dari contoh cerita diatas, kita ketahui bahwa ternyata di dalam diri ibu yang berusia 40 tahun ini ada seorang sosok anak kecil yang terluka di masa lalunya karena perilaku ayahnya yang belum tuntas di masa kecil. Muatan emosi marah dan benci ini tersimpan kuat di dalam pikiran bawah sadar sehingga, ketika ibu mengalami situasi yang menekan (stress), maka emosi di pikiran bawah sadar ini yang mempengaruhi perasaan dan perilakunya saat menanggapi permasalahan anaknya yang terlambat pulang sekolah karena kehilangan uang ongkos angkot. Sebenarnya awalnya ibu ini merasa khawatir karena anaknya pulang terlambat, namun ketika ia melihat anaknya, perasaan marah muncul dan ingin segera dilampiaskan kepada anaknya tanpa alasan yang jelas. Sosok anak kecil yang ada di dalam diri ibu inilah yang dinamakan inner child anak yang terluka di masa lalunya. Jika Bunda masih memiliki pengalaman tidak menyenangkan yang sulit dilupakan dan belum diselesaikan di masa lalu sehingga menjadi pengalaman trauma, maka besar kemungkinan inner child terluka ini akan mempengaruhi perasaan dan perilaku kita sehari-hari.
Bagaimana cara kita menyembuhkan inner child yang terluka di masa lalu agar kita tidak terbelenggu dan mempengaruhi perilaku kita saat menghadapi suatu persoalan sehingga perasaan dan respon yang kita berikan adalah respon yang positif dan adaptif sesuai dengan kondisi saat ini? Bunda, kita bisa menyembuhkan inner child yang terluka di masa lalu dengan melakukan penyembuhan diri sendiri (self healing inner child). Ada beberapa tehnik yang bisa dilakukan untuk melakukan self healing ini. Jika bunda merasa kesulitan untuk melakukan self healing ini sendiri, maka bunda bisa membutuhkan bantuan psikolog untuk membantu Bunda.
Menurut Ibu Yuli Suliswidiawati (seorang psikolog dan penemu tehnik healing DEPTH) dalam bukunya “Menggapai Hidup Bahagia, inti dari self healing inner child adalah melepaskan emosi negatif yang berlebihan sehingga pikiran bawah sadar bisa menyimpan banyak emosi positif yang akan mempengaruhi perasaan dan perilaku seseorang menjadi lebih positif serta lebih mudah melakukan segala aktitivitas dengan tujuan meraih keberkahan dan ridho Allah semata.
Penjelasan ini diperkuat lagi dengan penelitian dari Deepak Chopra ( 1999) bahwa : Emosi negatif menghambat orang mencapai kebahagiaan. Tidak hanya secara psikis tapi perburuk fisik. Mengurangi emosi negatif yang berlebihan di pikiran bawah sadar mampu mengatasi permasalahan psikis seperti : fobia, marah, depresi, obesitas, kecanduan, trauma, serangan panik, hubungan yang buruk antar individu, bullying, rasa bersalah, dendam dll (Gallo & Vicenzi, 2000).
Tidak ada seorang pun yang bisa menghindari diri dari ujian berupa pengalaman hidup tidak menyenangkan yang membuat kita terluka di masa lalu.
“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (QS. Al-Baqarah: 155) (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Innaa lillahi wa innaa ilaihi raaji’uun”. (QS. Al-Baqarah: 156) Mereka itulah yang mendapatkan keberkahan yang sempurna dan rahmat dari Rabbnya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk. (TQS. Al-Baqarah: 157)
Segala pengalaman tidak menyenangkan, menakutkan dan trauma yang kita alami terjadi atas izin dan sepengetahuan dari Allah
Tidak ada sesuatu musibah pun yang menimpa (seseorang) kecuali dengan izin Allah; Dan barang siapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk ke (dalam) hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (TQs At Taghaabun: 11)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Sesungguhnya jika Allah mencintai suatu kaum maka Dia akan menguji mereka. Barang siapa yang ridho (terhadap ujian tersebut) maka baginya ridho Allah dan barang siapa yang marah (terhadap ujian tersebut) maka baginya murka-Nya.” (HR. Tirmidzi
Semua ujian yang Allah berikan pasti membawa kebaikan untuk kita dan keluarga, antara lain membuat kita lebih tangguh dalam menjalani kehidupan yang penuh ujian, menggugurkan dosa-dosa kita, menyadarkan hidup kita semata-mata untuk Allah, bukti cinta Allah kepada kita, membuat hubungan dengan keluarga menjadi kompak, semakin mensyukuri nikmat Allah yang luar biasa diberikan untuk kita, menghindari bahaya yang belum kita ketahui, memperoleh pahala surga kelak di akherat.
Lalu bagaimana cara menyembuhkan inner child yang terluka ? Salah satu kunci yang penting untuk menyembuhkan inner child yang terluka di masa lalu adalah dengan menerima ujian sebagai bagian dari diri kita (acceptance) dan memasrahkan diri kepada Allah (surrender), sehingga Allah yang akan memudahkan kita untuk bisa melepaskan trauma (emosi negatif masa lalu), memaafkan orang-orang yang menyakiti hati dan menentramkan hati kita.
Ketika Allah sudah menyembuhkan inner child yang terluka, maka ketika kita teringat kembali dengan pengalaman masa lalu yang tidak menyenangkan tersebut (trauma), kita tidak berespon secara reaktif, tidak terpicu untuk marah, melainkan kita bisa bersikap lebih tenang, berfikir jernih mencari solusi untuk mencari ridho Allah, mengontrol perilaku kita agar tidak menyakiti hati orang lain. Alhamdulillah ini adalah berkah yang luar biasa jika Allah telah menyembuhkan inner child kita yang terluka.
Berdamai dengan Inner child yang terluka :
Terima inner child diri yang terluka. Jangan ditolak dan diabaikan.
Akui kita merasa sedih, kecewa, marah dan takut dengan pengalaman trauma yang membuat inner child kita terluka. Jangan berusaha melupakan
Hadirkan kejadian masa lalu yang membuat trauma/terluka. Sampaikan perasaan kita kepada “seseorang” yang menyebabkan kita mengalami trauma baik secara kata-kata maupun tulisan untuk melepaskan emosi negatif yang kuat tersimpan di pikiran bawah sadar
Pengalaman buruk dan trauma yang menimpa kita terjadi atas izin Allah. Serahkan kepada Allah, pasrahkan kelemahan kita dan mohon Allah menyembuhkan luka hati kita
Ambil hikmah sebagai pelajaran hidup. Melihat trauma dengan kacamata yang lebih positif, misal kita menjadi lebih kuat lewati masalah, tidak mudah menyerah, tangguh dll
Berdoa agar pengalaman menyakitkan ini tidak terulangi lagi
Self Healing :
Bikin Life Line : Tulis 5 pengalaman yang tidak menyenangkan sepanjang kehidupan kita. Beri skala 5-20 pada masing-masing peristiwa ( lihat di foto)
Ambil satu peristiwa yang tidak menyenangkan. Tuliskan apa yang kita pikirkan dari kejadian itu? Apa perasaan yang muncul? Ingin melakukan apa saat peristiwa itu terjadi? Apa yang kita harapkan dari orang lain terkait emosi dari kejadian tersebut?
Hadirkan sosok yang terkait dengan peristiwa yang tidak menyenangkan tersebut. Ungkapkan perasaan kita sampai lega dan nyaman. Katakan “sekarang saya sudah memaafkan kesalahanmu, perasaan saya lega”. Atur nafas dan istighfar kepada Allah.
Kondisikan keimanan dalam keadaan yang terjaga dengan rutin berdzikir, sholat tepat waktu, tilawah, sholat malam, bersedekah, berbuat kebaikan, mengingat apa yang harus disyukuri hari ini sebelum tidur, dll
Belajar berfikir positif. Saat ditempa masalah, ketika sudah sembuh (healing) kita lebih mudah berfikir positif dan tidak mudah baper
Salah satu tehnik melepaskan emosi negatif yang cukup mudah dilakukan oleh siapapun dan dimanapun adalah melakukan tapping. Tapping adalah mengetuk lembut titik meridian (jalur lalu lintas energi) dengan tujuan untuk melepaskan emosi negatif kita sehingga aliran emosi di tubuh menjadi seimbang. Gallo dan Vincenzi mengatakan bahwa ketika terjadi ketidakseimbangan energi, kita tidak mampu menyelesaikan masalah yang dihadapi dan rentan menghadapi masalah yang serupa. Dr.Callahan mempelajari bahwa ketika titik-titik jalur lalu lintas energi ini diketuk dan kita membayangkan rasa cemas, ketakutan dan marah yang pernah kita alami, maka kita akan lebih mudah melepaskan emosi cemas, ketakutan dan kemarahan tersebut. Bunda bisa menyimak bagaimana cara melakukan tapping melalui tayangan video youtube dari Ibu Yuli Suliwidiawati melalui link :
https://www.youtube.com/watch?v=TApUHhdpYXE&t=6s
Titik meridian :
Belakang Ubun-ubun
Pangkal Alis Kanan dan Kiri
Dibawah mata Kanan dan Kiri
Dibawah hidung
Dibawah Bibir
Dada kiri dan kanan
Dibawah Ketiak
Pergelangan tangan Kanan dan Kiri bagian dalam dan luar
Karate chop
Selain tehnik diatas, Bunda bisa melakukan upaya lainnya untuk menyembuhkan inner child yang terluka dengan menulis buku harian. Dengan menuliskan pengalaman yang tidak menyenangkan ke dalam tulisan, kita melepaskan luka dan emosi negatif yang membelenggu diri kita.
Namun yang paling terpenting dari kesuksesan berbagai tehnik self healing yang Bunda lakukan adalah kedekatan hubungan yang baik dengan Allah serta keyakinan bahwa Allah yang memberikan ujian hidup kepada kita dan Allah yang akan menolong kita melewati ujian tersebut. Tetap berprasangka baik kepada Allah dan memohon pertolongan kepada Allah.
“Aku sesuai dengan persangkaan hamba pada-Ku” (Muttafaqun ‘alaih)
“Berdoalah kepada Allah dalam keadaan yakin akan dikabulkan, dan ketahuilah bahwa Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai.” (HR. Tirmidzi)
Tujuan Allah menciptakan kita di dunia adalah untuk beribadah. Salah satu bentuk ibadah kepada Allah adalah dengan menjadi Ibu yang bahagia untuk membahagiakan dan mendidik anak-anak semata-mata meraih kerihoan Allah semata. Semoga Allah memampukan kita menjadi Ibu yang tangguh dan bahagia dalam mendidik anak-anak di akhir zaman yang penuh ujian ini. Amiin Ya Robbal Alamin.
Oleh karena itu, ada beberapa upaya yang bisa kita lakukan dalam memanajemen hati kita menyambut bulan suci ramadhan, yaitu :
Memaafkan orang-orang yang pernah menorehkan luka, trauma, rasa sakit dalam diri kita supaya tidak mudah terpicu emosi saat mengingatnya. Semakin ingin dilupakan, maka semakin sulit untuk bisa “move on”
Perbaiki kualitas hubungan dengan Allah dengan menghadirkan suasana yang bisa meningkatkan keimanan kita ( berdzikir, sholat tepat waktu, mengaji dan membaca terjemahannya, shalat malam, shalat dhuha, istighfar, dll)
Puasa bisa melatih kita untuk mengelola emosi, berlatih sabar, berlapang dada , berhusnudzon dengan orang lain, melatih pikiran menjadi positif
Puasa membuat hati menjadi lebih tenang karena kita sangat berhati-hati dan mengontrol segala perilaku kita agar menjadi amal sholeh dan bermanfaat
Banyak menyukuri kenikmatan yang Allah berikan untuk kita dan keluarga sehingga selalu merasa bahwa Allah menyayangi kita setiap waktu
Wallahu a’lam bisshowab.
Salah satu tehnik yang cukup mudah dilakukan untuk melepaskan energi negatif adalah dengan teknik tapping, berikut caranya
http://bit.do/Cara-Melakukan-Tapping
Narasumber
Pertanyaan
1⃣
Nama: Mutia Nova Abidin
Wilayah: Bekasi
Pertanyaan:
Bagaimana tips menjaga keharmonisan antara mertua dan menantu yang tinggal berdekatan?
Misalnya karena mertua, terjadi masalah antara suami-istri yang berlarut-larut bagaimana cara menyelesaikannya?
Terima kasih.
Jawaban
Baik Mbak M yang baik. Pasti rasanya nggak mudah ketika menghadapi konflik yang terjadi dengan mertua. Alhamdulillah mbak M sudah ada keinginan untuk menjaga keharmonisan yang hangat dengan mertua, insyaAllah nanti Allah akan memudahkan dan memberi jalan keluar yang terbaik. Ada beberapa langkah yang bisa mbak M upayakan untuk menciptakan hubungan kasih sayang dengan mertua :
1.Memohon kepada Allah untuk melembutkan hati mertua agar kita bisa saling menyayangi
2.Memaafkan kesalahan mertua yang telah lalu dengan melakukan self healing ( menghadirkan sosok mertua dalam bayangan sambil memejamkan mata, tapping, dan ungkapkan semua perasaaan mbak sampai tidak tersisa lagi, memohon kepada Allah agar kita bisa berlapang dada memaafkan mertua)
3.Perasaan / emosi adalah pertukaran energi antara mbak M dengan mertua. Ketika mbak sudah merasa plong dan tidak ada perasaan negatif lagi terhadap mertua, Allah akan menggantinya dengan perasaan positif yang menentramkan hati. Semakin positif energi yang dipancarkan mbak ke mertua, maka semakin besar energy positif yang diterima mertua dan dipancarkan kembali ke M
4.Memperbaiki perasaan di hati dan pikiran kita, akan memperbaiki interaksi antara mbak dengan mertua pada tataran getaran energi positif, seperti yang Allah janjikan di TQS Al-A’raf : “Dan Kami cabut segala macam dendam yang berada dalam dada mereka”
5.Mengingat kebaikan yang pernah dilakukan oleh mertua agar menumbuhkan rasa syukur dan cinta dalam diri mbak M setiap harinya
6.Mendoakan kebaikan untuk mertua
7.Terapkan komunikasi mendengar aktif saat berkomunikasi dengan mertua agar kita bisa menangkap pesan emosi yang disampaikan mertua, berempati, fokus pada solusi , tidak memperturutkan emosi negative saat menanggapi dan merespon pembicaraan mertua
8.Menyakini bahwa masalah dengan mertua adalah salah satu bentuk ujian yang jika berhasil dilatih terus menerus, mbak akan menemukan celah dan solusi dari permasalahan yang mbak hadapi. Setidaknya mbak akan mengetahui karakter mertua dan mengetahui bagaimana cara mengambil hati mertua agar menjadi menantu yang disayangi mertua.
9.Mertua kita adalah orang tua kita. Sayangi mereka seperti kita menyayangi orang tua kita. InsyaAllah suatu saat mertua akan menyadari dan membalas kasih sayang mbak
10.Berprasangka baik kepada Allah bahwa Allah ingin mengangkat derajat mbak M lewat ujian ini. Allah sesuai prasangka hambanya. Jika mbak yakin Allah akan mudahkan, insyaAllah mbak akan dimudahkan juga. Tetap semangat ya mbak..
2⃣
Nama: NN
Wilayah:
Pertanyaan:
Assalamualaikum,
Saat ini saya sedang mengalami masalah ekonomi yang cukup pelik.
Terkadang himpitan ekonomi yang dahsyat membuat saya tidak bisa menjalankan fungsi sebagai manusia yang utuh baik sebagai individu, istri dan ibu.
Pelampiasan terkadang dalam bentuk tangisan yang tidak berujung seharian atau jika sedang membimbing anak belajar.
Jika saat membimbing anak belajar dan anak kesulitan untuk mengerti, saya akan membentak dan terkadang mengatakan sesuatu yang tidak baik.
Jika diingat saya seperti mengulang kembali pola pengasuhan bapak ketika mengajar saya diwaktu kecil.
Saya merasa sudah mengikhlaskan masa lalu saya dan memaafkan perbuatan bapak tersebut.
Pertanyaan:
1. Bagaimana cara agar saya lebih bisa sabar dan tidak emosional ketika mengajar anak.
2. Bagaimana menata hati agar lebih ikhlas dalam menghadapi permasalahan ekonomi yang sedang dihadapi.
Terima kasih
Jawaban
Mbak NN yang disayangi Allah,
Alhamdulillah ujian masalah ekonomi yang mbak hadapi mungkin juga dihadapi oleh sebagian besar Bunda yang ada di dunia ini. InsyaAllah ini adalah ujian bentuk kasih sayang Allah kepada kita. Jika kita bisa bersabar melewatinya, maka Allah akan meninggikan derajat mbak, diberi pahala dan ganjaran yang baik di dunia dan di surga kelak, diberi rezeqi yang berlimpah dari jalan yang tidak kita sangka-sangka.
"Dan kami pasti menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira pada mereka yang bersabar" (TQ.S. Al Baqarah : 155).
Saat himpitan ekonomi ini menjadi sumber pencetus stress mbak sehingga mempengaruhi peran mbak sebagai ibu menjadi kurang optimal maka mari kita perbaiki hubungan yang lebih baik lagi dengan Allah Sang pemberi rezeqi dan Penolong kita. Kita harus menyakini dan mengimani bahwa kesulitan ekonomi yang mbak alami itu sebenarnya datang beserta kemudahan juga, hanya saja mungkin saat ini perasaan takut, cemas, bingung menghalangi mbak untuk fokus terhadap solusi dan kemudahan yang Allah berikan.
" Maka sesungguhnya beserta kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya beserta kesulitan itu ada kemudahan." (Q.S.Al Insyirah : 5 -6)
Mbak bisa memohon pertolongan dan kemantapan hati kepada Allah dengan banyak melakukan istighfar, sholat malam, sholat dhuha dan banyak bersedekah, bersilaturahim, berdoa dengan penuh kepasrahan, kesungguhan dan tawakal pasti Allah akan kabulkan doa mbak.
“Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya. Dan memberikan rezeki kepadanya dari arah yang tidak disangka-sangkanya.” (QS. Ath Thala : 2)
Untuk masalah mengenai kesulitan mbak untuk mengelola emosi saat mendampingi anak belajar supaya tidak mudah marah kalau anak belum paham dan tidak mudah mengucapkan kata-kata yang tidak baik kepada anak karena mbak merasa mbak meniru perilaku yang sama seperti bapak yang memperlakukan mbak saat dulu pernah dibentak kalau mbak belum paham pelajarannya. Kalau mbak mengulang perilaku yang sama seperti bapak dulu, berarti masih ada inner child yang terluka di dalam hati mbak. Masih ada sosok mbak kecil di dalam diri mbak yang marah dan terluka hatinya sehingga ketika anak mbak sulit memahami pelajaran, mbak tercetus dengan pengalaman masa lalu itu dan melampiaskan kemarahan dengan bapak kepada anak mbak. Mbak bisa mencoba self healing dengan cara : berdoa kepada Allah untuk bisa memaafkan bapak, memejamkan mata, menghadirkan sosok bapak yang pernah membentak dan memarahi mbak kalau dulu mbak diajari belajar, tapping (ketuk lembut) di belakang ubun-ubun dan keluarkan semua uneg-uneg dan kemarahan mbak sampai mbak merasa lega, sampaikan kalau mbak menyayangi bapak sambil mengingat kebaikan-kebaikan yang paling berkesan dari bapak ke mbak, sampaikan kalau mbak memaafkan bapak dan menyayangi bapak. Lakukan sehari sekali secara rutin dalam seminggu ini dan lihat perubahan yang muncul ketika mbak berinteraksi dengan anak-anak. Semoga Allah mudahkan ya mbak.
3⃣
Nama: Nesti
Wilayah: Babel
Pertanyaan:
Assalamualaikum mba..
Saya ingin bertanya adakah tekhnik khusus saat kita ingin melepaskan/memaafkan tapi ada penolakan lain dalam diri kita. Jadi walaupun kita sudah memaafkan tapi saat masalahnya di ungkit kembali perasaan koq jadi lelah, apakah berarti kita belum berhasil ya mba.
Terima kasih
Jawaban
Mbak Nesti yang disayangi Allah,
Betul mbak Nesti, jika masih ada penolakan dalam diri mbak berarti mbak belum sepenuhnya pasrah kepada Allah untuk sunguh-sungguh ingin menyembuhkan inner child mbak yang terluka. Salah satu kunci yang penting untuk menyembuhkan inner child mbak yang terluka di masa lalu adalah dengan menerima ujian sebagai bagian dari diri kita (acceptance) dan memasrahkan diri kepada Allah (surrender), sehingga Allah yang akan memudahkan mbak untuk bisa melepaskan trauma (emosi negatif masa lalu), memaafkan orang-orang yang menyakiti hati dan menentramkan hati mbak.
Ketika Allah sudah menyembuhkan inner child mbak yang terluka, maka ketika mbak teringat kembali dengan pengalaman masa lalu yang tidak menyenangkan tersebut (trauma), mbak tidak berespon secara reaktif, tidak terpicu untuk marah, melainkan mbak bisa bersikap lebih tenang, berfikir jernih mencari solusi untuk mencari ridho Allah, mengontrol perilaku mbak agar tidak menyakiti hati orang lain. Alhamdulillah ini adalah berkah yang luar biasa jika Allah telah menyembuhkan inner child mbak yang terluka. Coba mbak lakukan rutin selama seminggu terapi self healing ini dan catat perubahan apa yang muncul saat proses terapi ini. Semoga Allah memudahkan ikhtiar mbak N ya.
4⃣
Nama: NN
Wilayah: bekasi
Pertanyaan:
Assalamu'alaykum mbk, salam kenal.
Saya sudah belajar tentang manajemen emosi, berusaha keras untuk tidak marah² tanpa alasan ke anak². Tapi sering sekali kebablasan. Ada saja hal yang membuat marah saya membuncah.
Apa yang harus saya lakukan mbk?
Apakah ini ada hubungannya dengan inner child saya yang dulunya srg di marah ibu.
Terimakasih.
Jawaban
Mbak NN yang disayangi Allah. Betul mbak, jika inner child ini belum tuntas maka kita masih sering kebablasan dan sulit mengelola emosi kita. Coba terapi dulu mbak dengan berdoa dan istighfar memohon penyembuhan kepada Allah, memejamkan mata, ketuk lembut bagian belakang ubun-ubun menghadirkan sosok ibu, ingat-ingat pengalaman apa yang menyedihkan, mengecewakan saat kecil bersama ibu. Ungkapkan semua perasaan mbak ke ibu mbak sampai mbak merasa plong dan lega. Kalau mau nangis, marah, ngomel silahkan aja mbak jangan ditahan ya. Kalau sudah lebih tenang, atur nafas mbak. Tarik nafas, keluarkan perlahan. Sambil memejamkan mata, mbak sampaikan ke bayangan ibu dan ungkapkan kalau mbak sayang sama Ibu. Sampaikan apa yang mbak ingin Ibu lakukan ke mbak, misal : ingin dipeluk, ingin disayang, ingin dihargai, dll. Semoga Allah memudahkan mbak menyembuhkan luka mbak dan bisa lebih harmonis lagi dengan Ibu ya mbak.
5⃣
Nama: Nelizawati
Wilayah: bekasi
Pertanyaan: mau minta tips untuk menenangkan pikiran agar tidak stress dan berlarut2 dalam masalah supaya hidup selalu happy tanpa beban pikiran
Terima kasih.
Jawaban
Baik mbak Neli yang disayangi Allah. Agar kita bisa hidup bahagia serta jauh dari stress, maka kita harus menyadari bahwa berpikiran negatif akan menyerap dan menghabiskan energi kita, berefek terhadap menurunnya stamina kesehatan kita. Ada beberapa tips yang bisa mbak upayakan agar tidak mudah stress, bahagia tanpa beban pikiran :
1.Kita menyadari bahwa Allah menciptakan kita untuk beribadah kepada Allah. Ketika mbak memiliki anak dan suami, yakini bahwa berbakti kepada suami, mengurus rumah dan mendidik anak adalah bentuk ibadah mbak kepada Allah. Bersungguh-sungguh menjadi istri yang melayani kebutuhan suami dan mendidik anak dengan sabar akan membuat mbak bahagia karena mbak melakukan suatu ibadah yang berpahala surga. Ketika kita berbuat baik kepada orang lain, ada hormon endorphin yang membuat mbak merasa bahagia, ada ketentraman hati yang mbak rasakan, dan mbak akan memancarkan energy positif ini ke suami dan anak. Efeknya rumah menjadi tempat yang nyaman dan mbak akan sering dirindukan juga oleh suami dan anak
2.Perbaiki hubungan dengan Allah agar keimanan kita tetap stabil dan bisa melewati setiap ujian yang Allah berikan sepanjang hidup kita. Kita bisa melakukan sholat malam, sholat dhuha, puasa sunnah dan tilawah untuk menciptakan kondisi keimanan yang stabil ini.ketika kita dekat dengan Allah, masalah sebesar apapun yang melanda kita, maka kita mampu bersabar dan menyakini pasti Allah akan bantu mbak untuk menghadapinya
3.Banyak mensyukuri nikmat Allah
4.Melakukan kegiatan yang mbak sukai agar mbak bisa menikmati hidup dan bisa bermanfaat untuk diri mbak dan orang lain
5.Mencari ilmu untuk menambah skill kita dalam menghadapi setiap permasalahan yang Allah hadirkan supaya kita terus berkembang, memperbaiki diri, meningkatkan potensi diri dan lebih produktif lagi.
6⃣
Nama:
Wilayah:
Pertanyaan:
Rista- prabumulih
Awalnya Saya mungkin orang yang cepet sekali emosi, sehingga Saya skrg menerima hasil Dr sikap Saya sndr. Anak pertama Saya..bila menghadapi kesulitan sedikit..jg emosi. Jadi merasa bersalah. Tapi tdk Tau apa yang harus Saya lakukan? Bgmn cara mengurangi sikap dia spt itu? Saat ini Saya juga belajar untuk mengontrol emosi,,cmn kadang masih kebablasan. Mohon bantuanny. Makasih.
Terima kasih.
Jawaban
Mbak Rista yang disayangi Allah,
Betul mbak, anak-anak akan belajar mengelola emosi dirinya dengan melihat bagaimana cara kita menyikapi masalah, menanggapi masalah, bereaksi dan menyelesaikan masalah. Lakukan self healing supaya mbak menjadi lebih mudah mengelola emosi, menuntaskan inner child yang terluka dan mbak bisa menanggapi anak-anak dengan penuh kasih sayang. Jika mbak berhasil melakukan ini semua, insyaAllah anak-anak akan meniru mbak juga. Lakukan komunikasi yang efektif bersama anak, mbak bisa melihat langkah-langkahnya di slide materi ya. Semoga Allah memudahkan ya mbak. Semangat mbak.
7⃣
Nama: Yuli
Wilayah: Bekasi
Pertanyaan :
Bagaimana melakukan komunikasi yg baik dengan anak yg sdh dewasa. Yang mana kami sebagai ortu banyak melakukan kesalahan saat mendidik mereka diwaktu kecil.
Dimana ketika sekarang kami baru belajar bagaimana menjadi ortu yg memmbahagiakan anak2nya.
Karena akhir2 ini anak2 kami tdk betah tinggal dirumah
Terima kasih
Jawaban
InsyaAllah tidak ada kata terlambat Bunda Yuli karena kita mendidik anak sepanjang hayat dan Allah selalu memberi kesempatan kita untuk memperbaiki hubungan kita dengan anak-anak hingga kelak kita meninggal dunia. Bunda bisa memohon kepada Allah agar melembutkan hati anak-anak. Bicara dari hati ke hati kepada anak-anak Bunda dan meminta maaf secara tulus bahwa sebagai orang tua tentu kita tidak luput dari kekeliruan dan kelalaian saat mendidik anak-anak. Kejujuran dan ketulusan hati Bunda insyaAllah akan lebih mudah untuk diterima anak-anak Bunda. Energi positif dan kasih sayang ini yang akan diterima anak Bunda dan mereka akan merasakannya juga. Mungkin awal-awalnya anak-anak masih bersikap cuek dan butuh waktu untuk memaafkan kita. Tapi Bunda harus yakin ketika Bunda sudah menunjukkan kesungguhan untuk memperbaiki diri dan memperbaiki hubungan yang hangat dengan anak Bunda, insyaAllah anak akan membalas dengan perilaku sayang yang tidak terduga. Semakin Bunda pasrah memohon untuk didekatkan kembali hubungan dengan anak Bunda dan yakin Allah akan mengabulkan, maka semakin Allah mudahkan dan percepat doa bunda. Semoga Allah selalu membimbing dan memberi Bunda kesabaran serta pahala yang besar buat Bunda. Amiin Ya Robbal Alamiin.
8⃣
Nama: lina eka nuryulianti
Wilayah: lembang, bandung barat
Pertanyaan: anak saya umur 2 tahun skrg kalau dilarang atau diberitahu sedikit dia ngambek, masuk kamar atau tiduran dilantai yg dilanjut dengan drama menangis kencang (kadang disertai memukul) dan agak susah diminta berhenti. Apa yang harus saya lakukan jika dia sedang mengambek? Terutama jika di tempat umum, krn jujur kadang emosi sy pun jd terpancing dan tangisanny menjadi semakin kencang. Saya tidak mau dia keterusan seperti itu.
Terima kasih.
Jawaban
Bunda Lina yang disayangi Allah.
Anak Bunda Alhamdulillah masuk ke usia 2 tahun dan melewati masa-masa tempertantrum yang membantu anak Bunda untuk belajar mengenal emosinya, mengelola dan mengontrol emosinya. Saat anak Bunda mengalami tempertantrum, sesungguhnya ia merasa gelisah dan belum mengetahui perasaan yang dialami, kenapa dia mengalami hal tersebut dan bagaimana cara menyatakannya ke Bunda. Satu hal yang membuat anak belajar untuk menenangkan dirinya saat tempertantrum adalah sikap bunda yang tenang dan menemani dia. Karena jika Bunda terpancing emosi, maka inner child yang ada di dalam diri Bunda akan ikut muncul dan jadilah dua anak yang sedang tantrum berdua. Bunda bisa sampaikan ke anak Bunda, kalau anak mau menangis diperbolehkan. Bunda nggak akan pergi meninggalkan anak. Sampaikan ke anak kalau anak sudah lebih tenang, maka Bunda akan datang untuk memeluk anak. Saat anak selesai mengambek dan sudah lebih tenang, Bunda bisa mengusap punggungnya, memberi air minum dan sampaikan Bunda tetap sayang kepada anak. Jika anak sudah bisa diajak mengobrol, tanyakan gimana rasanya? Apa suda enak atau belum? Sampaikan “ apa tadi adek merasa kesal karena Bunda nggak kasih apa yang adik minta?”. Gali apa yang membuat anak mengambek dan nasehati anak dengan lembut dan tampilkan ekspresi wajah yang tenang, suara yang lembut dan tatapan penuh cinta supaya anak merasa lebih tenang dan mau bercerita kepada Bunda.
9⃣
Nama: ayu rari
Wilayah: depok
Pertanyaan:
Bagaimana bila sumber stress kita sebagai seorang ibu adalah dari lingkungan sekitar yg tidak sesuai dgn keinginan..
misal:
rumah bersama krn merupakan asrama sebagai matapencaharian suami..
Atau mertua laki-laki yg selalu memanjakan anak dgn jajanan2× tidak sehat. Tidak bisa dihindari karena setiap hari selalu datang ke rumah.
Dll
Terima kasih.
Jawaban
Bunda Ayu yang disayangi Allah. Bila sumber stres bunda adalah lingkungan sekitar yang tidak sesuai dengan keinginan Bunda, maka Bunda seperti rumah bersama maka Bunda masih bisa menciptakan suasana yang nyaman dan privasi dengan anak dan suami. Beri peraturan dan batasan yang jelas supaya penghuni asrama lainnya mengerti hak dan kewajibannya serta tidak menganggu privasi keluarga Bunda.
Jika Ayah mertua datang memanjakan anak-anak dengan memberi jajanan yang tidak sehat bisa jadi ayah belum tahu cara lain yang bisa ayah lakukan untuk menunjukkan rasa kasih sayang yang tepat ke cucunya. Sampaikan keinginan dan cara lain yg bisa jadi jalan kedekatan mereka. InsyaAllah ayah akan bisa menerimanya. Sampaikan kira2 jajanan apa yang aman dan sehat yang bs diberikan cucunya supaya ayah menjadi tahu apa makanan lain yang sehat dan disukai cucunya.
🔟
Nama: C
Wilayah: Bekasi
Pertanyaan:
apakah penyembuhan inner child itu jg bisa diterapkan pada seorang ayah?
bagaimana memotivasi dan mengkomunikasikan pada ayah agar mau memahami bahwa beliau butuh menyembuhkan luka dirinya sendiri terlebih dahulu?
Terima kasih.
Jawaban
Bunda C yang disayangi Allah,
InsyaAllah self healing ini bisa diterapkan ke ayah juga. Bunda mungkin bisa menyampaikan dengan cara terapi ini bisa menyembuhkan keluhan fisik yang sedang di derita oleh Ayah supaya stamina lebih kuat, daya tahan tubuh meningkat, meringankan keluhan fisik dan penyakit yang di derita ayah. Lakukan tapping saja dulu mbak yang lebih mudah seperti di belakang ubun-ubun sambil ayah berdoa memohon kesembuhan dan kesehatan ayah ya.
1⃣1⃣
Nama: Ibu Kha dan Kee
Wilayah: cikarang selatan
Pertanyaan: Assalaamualaikum wr wb. Bagaimana mengontrol emosi agar ga keluar inner child saat anak2 rewel berjama’ah?
Terima kasih.
Jawaban
Bunda Kha dan Kee yang disayangi Allah.
Sebelumnya Bunda bisa lakukan self healing secada rutin dan tuntas agar saat bunda menghadapi perilaku anak-anak yang tidak sesuai, maka Bunda akan bersikap lebih tenang, tidak mudah terpancing emosi, fokus pada masalah anak, fokus cari solusi dan tidak mudah untuk reaktif serta berteriak ke anak-anak.
1⃣2⃣
Nama: truly
Wilayah: semarang
Pertanyaan:
Bagaimana kita tau bahwa sebab dari masalah kita adalah peristiwa A. Dan bukan peristiwa B?
Lalu bagaimana dg org yg tdk bs mengingat peristiwa mana yg mjd penyebab trauma?
Terima kasih.
Jawaban
Bunda Truly yang disayangi Allah,
Kadang kita tidak bisa mengingat secara persis peristiwa trauma yang kita alami, namun muatan emosinya masih tersimpan kuat di memori kita. Bunda bisa membuat life line untuk memetakan sumber masalah atau trauma kita. Saat bunda melakukan self healing dengan memejamkam mata dan tapping, ada bagian di mata yang tersambung dengan ingatan visual masa lalu dan saat tapping emosi yang terhambat ini akan lebih mudah keluar. Biasanya saat memejamkan mata, akan muncul bayangan orang-orang yang pernah menyakiti hati kita. Selesai terapi biasanya akan lebih muncul kenangan dan pengalaman masa lalu yg kita ingat karena kita sudah membuka pikiran bawah sadar kita lewat terapi. Setiap teringat, langsung lakukan terapi ya teh.
1⃣3⃣
Nama:rara
Wilayah:IP Asia
Pertanyaan:
Assalamu'alaikum. Bunda...Saya mempunyai masalah dg ibu sy. Awalnya hubungan kmi tdk ada mslh, hny biasa2 sj,sy sebenarnya sgt menyayanginya..tp satu sisi sy sgt membencinya. Bliau sering melakukan verbal abuse kpd saya dari kecil, setelah sy dewasa sy baru tau ternyata itu adalah bentuk luapan kekesalan ibu kpd bpk. Bliau menjadikan sy sbgai sasaran amarah bliau ke bpk. Bliau sering playing victim kesana kemari.Puncaknya ktk sy telah melahirkan anak ke 2 sy,alih2 bliau reda dg hadirnya 2 cucu tp mlh malah menjadi2. Sy ditinggal pontang panting sendiri dg 2 bayi sy,ktk itu sy LDR dg swmi&rmh sy dg ortu hny beberapa meter. Bliau datang mengunjungi sy hny utk sumpah serapah setelah itu pergi. Tidak pernah sy tanggapi,sy tipe yg malas utk cekcok. Kondisi psikis sy yg hbs melahirkan&jauh dr swmi mbuat sy sgt tdk nyaman&tertekan. Sy di rmh sendiri dg 2 bayi sy tnp ART,bpk yg sering dtg membantu sy ngemong cucu2nya ktk sy sdg mengerjakan kerjaan rmh tangga. Bpk sy mmg orgnya pendiam. Di sisi yg lain,ibu sy sgt menyayangi keponakannya yg terpaut 5 th lbh tua dr sy. Ibu sy sering membanding2kan sy dg ponakan2nya,shg sy merasa sy ini sgt tdk berharga...Sy berusaha utk kuat,tp terkadang sy merasa rapuh&menangis sendiri...Skrg sy jauh dr ortu&ikut swmi,slm diperantauan sy berusaha menenangkan diri&mencoba meluapakan uneg2 sy di atas kertas. Cerita dg swmipun,swmi sy tipe agk sulit percaya jk blm membuktikan sendiri. Sy crt smp berbusa2&menangis2 pun bliau biasa sj menanggapinya,sy swmi sy menggapnya hny mslh keluarga biasa,dan itu sesuatu yg wajar krn menurut suami sy, setiap klg psti pny masalah. Bliau ktm ortu sy hny ktk kita mengunjunginya.
Sy mencoba utk memaklumi smua sikap ibu(krn bliau dulu diperlakukan bgtu jg oleh nenek sy)&mencoba mencerna pandangan2 swmi sy...suami sj jg terkesan memanjakan ibu sy,apa yg diinginkan ibu sy dituruti,krn mnurut suami sy itu adl bentuk bakti pd orgtua. Tapi mnurut sy itu hny membuat ibu sy di atas angin&semakin menjadi2. Okelah sy msh bs mnerima alasan swmi sy wlpun sy tdk setuju, dan smp skrg sy msh memendam skt hati dg ibu. Sy mencoba baca2 artikel2 psikologi&memfollow psikolog2,meminta nasehat sahabat sy...smp sy luapkan di atas kertas...tp skt hati thdp ibu msh jg terpendam&blm hilang..mmg kadang2 reda tp kadang2 muncul..apa lg jk bliau mulai membuat "drama" masalah lg...sy pernah smp 2x ngamuk2 besar krn sy merasa tdk ada org yg mau mendengarkan&memahami sy...
Saya ingin menyayangi ibu sy lg seutuhnya tnp terpengaruh luapan2 emosi bliau,apa yg harus sy lakukan bunda?
Terima kasih.
Jawaban
Bunda Rara yang disayangi Allah. Persoalan yang Bunda alami cukup berat karena bunda harus menghadapi ibu yang juga memiliki inner child dan mungkin kehadiran cucu memunculkan pengalaman trauma yang mendalam ketika ibu diasuh nenek saat kecil. Alhamdulillah Bunda sudah tinggal bersama suami dan melewati semuanya dengan baik. Alhamdulillah ini bentuk pertolongan Allah. InsyaAllah bunda bisa melakukan self healing untuk menyembuhkan luka bunda kepada ibu dan suami. Lakukan secara rutin dalam waktu seminggu ini dan bunda bisa melihat perubahan yang muncul saat berinteraksi dengan suami. Ketika suami bersikap tidak sesuai dengan harapan Bunda mungkin bisa dimaklumi suami juga memiliki inner child bahwa saat diasuh orang tuanya memang seperti seharusnya yang suami harus lakukan kepada orang tua. Jadi apapun yang dilakukan suami kepada Ibu, diterima saja dulu bunda. Semoga ini dicatat sebagai pahala berbakti kepada mertua yang akan memudahkan hubungan bunda dengan ibu kelak saat bertemu lagi di Indonesia (saat mudik atau back for good). Semoga Allah melapangkan hati Bunda untuk bisa menyembuhkan inner child bunda dan bisa mudah memaafkan Ibu ya.
1⃣4⃣
Nama: hamba Alloh
Wilayah: tangsel
Pertanyaan:
bagaimana cara berdamai dengan sifat orangtua yang matrealistis ? orangtua saya terbiasa hidup enak di saat kehidupan kami berubah tidak di atas lagi ada rasa shock dan membuat orangtua menuntut kepada anaknya untuk memberikan lebih terkadang di luar kemampuan saya
dulu saya masih bekerja dan belum ada momongan tapi saat ini saya baru memiliki anak setelah 3 thn pernikahan dan berhenti bekerja
di tambah lagi sifat orangtua yang suka membandingkan dengan oranglain tentang materi
saya sangat stress dengan sifat orangtua saya
bahkan awalnya menyetujui saya menikah dgn suami karena bekerja di perusahaan minyak tapi tdk selalu yg bekerja di perusahaan minyak gajinya sesuai besar seperti ekspektasi orgtua saya, terkadang saya kasihan dengan suami terbebani dgn sifat orgtua saya tersebut, saya aja anaknya stress apalagi menantunya
Terima kasih.
Jawaban
Hamba Allah yang disayangi Allah.
Bunda, ini adalah bentuk ujian yang Allah beri untuk bunda dan suami. Jika Bunda dan suami sama-sama memohon pertolongan kepada Allah, melakukan self healing bersama, saling mensupport dan mencari solusi dari permasalahan yang Bunda hadapi insyaAllah pertolongan Allah sangat dekat daripada urat leher kita sendiri. Yang terpenting Bunda memiliki support system yang baik yaitu suami Bunda. InsyaAllah kalau bunda sudah melakukan self healing, saat orang tua mengomel, melukai hati bunda dan membandingkan Bunda, maka Bunda akan tetap bersikap lebih tenang dan tidak reaktif dengan sikap ayah Bunda yang tidak sesuai dengan harapan Bunda. Minta pertolongan kepada Allah agar Allah melembutkan hati orang tua. Yakinlah Bunda, dibalik sikap orang tua yang seperti itu pasti masih ada kebaikan lain yang mungkin luput kita sadari. Semoga ini jadi pahala yang besar buat bunda dan suami ya. Tetep semangat ya Bunda.
1⃣5⃣
Nama: ega
Wilayah: depok
Pertanyaan:
Pada materi mengenai poin *"mendengar aktif"*..
Setelah menamakan emosi anak,
Misal emosi tersebut sedih atau marah..biasanya saya peluk tapi kalo dipeluk tangisnya pecah..apakah boleh saya membiarkan dia menangis sambil peluk sampai tenang?anak saya laki2 4tahun,sementara kadang orang2 bilang "anak laki2 gak boleh nangis"..mohon saran apa yg sebaiknya dilakukan..
Terima kasih.
Jawaban
Bunda Ega yang disayangi Allah,
Kalau saat bunda peluk tangisnya pecah berarti anak merasa nyaman untuk mengungkapkan perasaannya kepada Bunda dan anak bunda akan mudah untuk mengenali emosinya, menenangkan sendiri, mengungkapkan emosinya dan mencari cara untuk mengatasi masalahnya dg caranya sendiri.
Budaya di negara kita memang menganggap bahwa anak laki2 tabu jika menangis. Akibatnya banyak para suami yang sulit ungkapkan emosi, kurang peka terhadap istri, cuek karena dulu waktu kecilnya sering dilarang untuk ungkapkan perasaannya sendiri. Bunda sudah melakukan langkah yang terbaik. Semoga Allah memudahkan terus ya bunda.
1⃣6⃣
Nama:heni silfiah
Wilayah: jakarta timur
Pertanyaan:
Assalamualaikum 1.mau tanya apa yg harus di lakukan saat sii ibu merasa strees tertekan dan emosi tinggi pada anak...
Sedangkan hanya ber 2 pada anak...
Untuk menghindari hal2 yg tidak diinginkan kepada anak
2.apa yg bisa kita lakukan saat sudah terjadi tindakan kekerasan pada anak untuk menyembuh kan luka hati dan trauma pada anak
3.apa yg dapat di lakukan saat kita melihat seorang ibu sedang stress dan akan melakukan tindakan yg tdk terkontrol terhadap anak.. Sedangkan kitta bukan anggota keluarga..
Assalamualaikum
Terima kasih.
Jawaban
Bunda Heni yang disayangi Allah,
1. Sebisa mungkin ada yang mendampingi agar tidak melukai fisik anaknya, bantu temannya agar bisa mengeluarkan beban stresnya, bantu self healing juga dan ajak temannya untuk mendekatkan diri kepada Allah
2. Cara yang bisa dilakukan adalah segera.meminta maaf kepada anak dan lakukan self healing secara rutin agar kejadian ini tidak terulang kembali.
3. Tetap bantu dan dampingi ibu juga anaknya, bunda. Ini kewajiban kita sebagai seorang muslim. Semoga Allah memampukan dan membalas kebaikan Bunda.
1⃣7⃣
Nama: iin
Wilayah: bekasi
Pertanyaan:
Saya pernah mengalami depresi pasca melahirkan anak ke 3. alhamdulillah sekarang sudah jauh lebih baikan. Hanya saja, hampir setiap bulan terkadang masih suka tercetus rasa kesal y saya luwapkan menjadi nangis sembunyi2 (pelampiasan supaya tidak menyakiti anak2) dan suami. Seperti itu wajar atau tidak?
Terima kasih.
Jawaban
Bunda Iin yang disayangi Allah,
Bunda segera lakukan self healing ini agar depresi bunda bisa segera diatasi dan bisa segera sembuh ya. InsyaAllah bunda bisa lakukan secara rutin sendiri di rumah atau dengan bantuan psikolog agar bunda bisa lebih optimal lagi. Semoga Allah memberi Bunda kekuatan dan kemudahan ya..
1⃣8⃣
Pertanyaan
Anonim - Bekasi
Tks materinya Mba Shinta, alhamdulillaaah ternyata saya sdh melewati tahap awal healing yaitu dgn menerima, bersyukur, dengan keberadaan ortu. Mgkn mereka blm dapat kesempatan belajar parenting dg mudah seperti saya sekarang. Namun sptnya kedua adik tengah saya msh memendam kekesalan kpd bapak, dan sering terlampiaskan scr tdk sengaja. Bagaimana sikap saya mengarahkan adik tengah utk bs menerima sikap bapak yg sangat keras & galak?
Kedua, bgmn cara bicara kpd ortu yg sifatnya keras dan merasa paling tau, utk bs menyampaikan saran2 kpd beliau? Tks
Jawaban
Bunda yang disayangi Allah,
1. Bunda bisa bantu melakukan self healing ke adik tengah supaya dendam ke ayah bisa hilang dan adik bisa hidup lebih tenang dan tentram tanpa terbelenggu dengan dendam.
2. Bunda bisa lakukan self healing dengan memunculkan sosok ayah dan keluarkan semua perasaan bunda. Saat bunda memohon kepada Allah untuk melembutkan hati ayah dan memberi petunjuk kepada Ayah, Allah secara bisa mudah membuat Ayah bersikap lemah lembut kepada bunda. Jika karakter ini sudah menetap lama biasanya membutuhkan waktu untuk bisa berubah. Yakinlah bunda, ini ladang pahala kesabaran bunda yang bisa menghantarkan bunda meraih ridho Allah dan surgaNya. Tetap bersikap baik dan sabar karena ayah juga merasakan perasaan sayang bunda. InsyaAllah suatu saat ayah akan menyadari dan membalas dengan perilaku yang seperti bunda terus doakan setiap waktu.
Kesimpulan:
Setiap diri kita memiliki inner child yang baik dan terluka. Semuanya terjadi atas izin Allah untuk membuat kita menjadi pribadi yang lebih baik. Terima segala pengalaman apapun yang kita alami. Memaafkan orang-orang yang melukai hati kita adalah cara untuk menyembuhkan luka masa lalu kita supaya kita bisa hidup lebih tenang dan beramal baik mencari ridho dengan bakti kita pada orang tua dan suami. InsyaAllah kita bisa menjadi ibu yang terbaik buat anak2 kita. Bukan ibu yang sempurna, tapi ibu yang selalu belajar memperbaiki diri untuk anak2 tercinta.
Komentar
Posting Komentar