Tentang Kecoa
Bicara tentang kecoa, hewan yang konon telah hidup di bumi ini sejak 300 juta tahun lalu, lebih tua dari dinosaurus yang udah punah itu. Adalah momok yang menakutkan bagi sebagian orang yang rasanya kebanyakan kaum wanita. Saya termasuk salah satunya. Entah kalau liat hewan yang doyan main di tempat kotor ini bawaan nya campur aduk. Antara takut, jijik gemes pengen nimpluk.
Saya gak tau ketakutan akan kecoa ini masuk kategori phobia apa bukan. Tapi nulis ini saja sambil membayangkan makhluk ini bikin saya merinding. Katsaridaphobia adalah sebutan untuk phobia kecoa. Konon kecoa bisa mendeteksi rasa takut pada manusia. Itulah sebabnya kalau kita takut ini makhluk malah makin mendekati kita. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Case Western Reserve University, Claveland, Amerika, kecoa punya radar yang bisa mendeteksi rasa takut seseorang yang ada di sekelilingnya. Dan, sebagai bentuk pertahanan diri dari kamu yang siap-siap memukulnya dengan sandal jepit, dia terbang dan berbalik memburu kamu.
Kalau kita tenang-tenang aja dan nggak nunjukkin rasa takut, hewan ini nggak bakalan datang mendekat. Paling-paling lewat aja tanpa permisi . Karena kalau kita tenang, radarnya nggak bisa nangkap sinyal ketakutan kita.
Tapi, ya itu tadi kalau memang dasarnya takut , begitu liat kecoa ujung-ujungnya udah pasti akan lari plus jerit- jerit, kayak saya haha. Tapi, memang iya sih makin kita lari, makin semangat juga si kecoa mengejar karena mencium ketakutan kita. Jadi, enaknya gimana, coba? Pura-pura nggak takut? Atau, diam mematung dan pasrah sekalian? Kalau saya mah tetap ngibrit.
Tapi, ya itu tadi kalau memang dasarnya takut , begitu liat kecoa ujung-ujungnya udah pasti akan lari plus jerit- jerit, kayak saya haha. Tapi, memang iya sih makin kita lari, makin semangat juga si kecoa mengejar karena mencium ketakutan kita. Jadi, enaknya gimana, coba? Pura-pura nggak takut? Atau, diam mematung dan pasrah sekalian? Kalau saya mah tetap ngibrit.
Saya pun gak suka aroma kecoa, baik dia masih hidup ataupun yang sudah mati. Bikin saya mual. Ternyata, bau kecoa yang sangat khas (khas ga enaknya), merupakan aroma feromon. Aroma tersebut digunakan si kecoa untuk menarik kelompok mereka agar mendekat saat berada di lokasi yang tepat untuk mereka tinggali. Selain itu, aroma serta cairan dalam bentuk asam lemak yang keluar dari tubuh si kecoa saat mati berguna untuk menghindari penyakit dan memperingati kawanannya tentang keberadaan sang predator. Yah, secara gak langsung si kecoa mati ini memberikan peringatan bagi temannya agar menjauh dari bangkai. (Kesimpulan ini telah dibuktikan oleh para peneliti yang mempublish penelitiannya di Jurnal Evolutionary Biology)
Sebenarnya, banyak hal yang membuat seseorang mengidap phobia. Paling sering karena traumatis, terutama yang terjadi dimasa kecil. Phobia terjadi karena pikiran bawah sadar kita salah memberi arti terhadap peristiwa traumatis yang menyebabkan phobia.
Dulu saat masih kanak- kanak, saya tak ingat persis umur berapa tapi yang pasti saat itu usia saya dibawa lima tahun, belum sekolah. Saya yang masih kecil yang kata mama adalah anak yang suka menempel pada beliau. Yang gak bisa jauh dari beliau dan akan menangis histeris kalau ditinggal. Saat itu seingat saya ditinggal mama pergi ke warung deket rumah. Trus nangis jejeritan deh, pengen ikut. Mungkin karena papa saya sebel karena gak bisa meredakan tangisan saya. Maka dikurunglah saya dalam kamar mandi agar diam. Nah saat itu ada kecoa dikamar mandi dan terbang ke arah saya seketika tangis pun makin kencang. Entah berapa lama dikurung disana, gak lama sepertinya, tapi kejadian itu sangat membekas hingga saat ini. Entahlah apa kejadian ini yang membuat saya takut kepada kecoa atau hal lain . Ini mungkin kayak innerchild ya. Jadi dulu kalau ingat itu ada perasaan takut dan juga benci kepada orangtua terutama pada ayah saya. Kok tega anaknya dikurung gitu hiks..
Tapi seiring waktu perasaan itu hilang namun kejadian itu tetap terekam jelas hingga sekarang.
Tapi seiring waktu perasaan itu hilang namun kejadian itu tetap terekam jelas hingga sekarang.
Kejadian itu memberi pelajaran kepada saya agar hati hati mendidik dan memperlakukan anak. Hal- hal yang mungkin kita anggap sepele bisa jadi membekas di hati anak.
Begitulah cerita dibalik takutnya saya pada monster kecil bernama kecoa. Kalau kamu phobia apa?


aaaaahh..
BalasHapuskecoak emang hewan menjijikan ya.
kami sekeluarga sebel bgt sm hewan ini :(
Saya sebelumnya sama kecoa terbang mba, kalo lagi di lantai sih tinggal tendang dan telentang deh doi gabisa balik lagi dan jalan....lah kalo terbang itu jadi kejar2an kemana-mana๐
BalasHapusKeren jg ya tapi kecoa punya radar bisa deteksi rasa takut. Besok2 kudu sok berani berarti kita๐