Bebas Pahala

Kalau untuk urusan dunia ada namanya Bebas finasial, urusan akhirat pun ada namanya bebas pahala.

Kebebasan finansial atau bahasa keren nya Financial freedom, adalah saat kita tidak lagi bekerja untuk mendapatkan uang tapi uang yang bekerja untuk kita. Kita hanya cukup duduk manis menikmati hidup. Menikmati hasil kerja keras kita.

Pada urusan dunia saja orang pasti mengidam-idamkan hal tersebut dan berusaha untuk mencapai yang namanya kebebasan financial. Dimana suatu saat kita bisa belanja ala sultan, belanja tinggal ambil saja tanpa melihat price tag kayak saya rakyat jelata 🤣. Baru beli kalau ada diskonan harga, itupun masih membandingkan harga yang mana paling murah haha.

Lalu bagaimana dengan kebebasan pahala untuk urusan akhirat kita, sudahkah kita mempersiapkan nya?
Bebas pahala disini maksudnya adalah amal kita tetap mengalir meskipun  sudah terbujur kaku di dalam kubur. Amal tetap bekerja untuk kita walaupun kita sudah tiada.
Siapa yang tidak ingin? Saya ataupun saudara muslim yang sedang membaca dan umat muslim lainnya pastilah menginginkan nya.
Kalau untuk urusan dunia kita saja all out, merencanakan dengan detail, impian-impian kita, cita-cita kita. Lalu mengapa untuk urusan akhirat kita begitu minimalis. Yang penting sudah melaksanakan rukun islam. Ibadah wajib sudah, sukur- sukur ditambah ibadah sunah lainnya.

Katanya sudah tak zaman yang namanya kerja keras tapi kerja cerdas. Nah untuk urusan akhirat, untuk kehidupan abadi kita nanti disana. Kita juga harus kerja cerdas, cari shortcut untuk menggapai surga nya Allah.
Kalau mau masuk surga hanya mengandalkan shalat kita, berapa banyak shalat yang kita kerjakan dengan khusuk. Apakah selama ini banyak sholat kita yang diterima? 

Jika mengandalkan puasa kita, berapa banyak puasa kita yang terjaga niatnya dan diterima Allah. Kalau hanya mengandalkan haji dan umroh yang kita lakukan. Berapa banyak haji dan umrah yang bisa kita kerjakan seumur hidup kita.
Dan kesemuanya itu bisa kita kerjakan saat kita masih hidup. Saat di dalam kubur, kita sudah tidak bisa berbuat apa-apa, sudah terputus kesempatan beramal, tinggal menghitung apa yang sudah dilakukan semasa kita hidup dulu. Namun ternyata kita bisa terus mendapat pahala meskipun kita sudah meninggalkan dunia yang merupakan negeri untuk beramal. Meskipun kita sudah berada di alam kubur pahala yang kita dapatkan terus mengalir kepada kita.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasalllam menyebutkan tujuh perkara yang akan tetap mengalir pahalanya, meskipun seorang hamba sudah berada di dalam kubur setelah kematian menjemputnya.

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Ada tujuh amalan yang akan mengalir pahalanya bagi seorang hamba, meskipun ia berbaring di lubang kuburan setelah meninggal: (1) mengajarkan ilmu, (2) mengalirkan air sungai, (3) membuat sumur, (4) menanam kurma, (5) membangun masjid, (6) membagikan mushaf Al-Qur’an, atau (7) meninggalkan anak yang akan memintakan ampun baginya setelah ia meninggal. “ (HR. Al-Bazzar. Dinilai hasan oleh Al-Albani)

Jadi sudahkan kita mengambil kesempatan emas ini?

Catatan dari ceramah ustad Oemar Mita saat membahas kitab At Tadzkiroh.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lima Hari

Mager

Cerita tetangga lahiran