Nambah momongan
Katanya saat kita sering mengenang masa lalu tandanya kita semakin menua. Begitupun saya meskipun umur masih di kepala tiga. Tapi memang betul saya sering mengenang dan mengingat masa- masa lalu baik itu yang menyenangkan maupun yang tidak.
Suka membuka file-file foto lama. Melihat dengan sedih foto saat gadis yang dulu langsing dan sekarang langsung 🤣. Melihat foto-foto anak- anak saat bayi saat mereka masih kecil dan sekarang sudah umur segini. Mengenang masa-masa kehamilan dan menyusui yang begitu banyak cerita dibaliknya.
Saat ditanya orang masih mau nambah anak kah? Hehe entah bagaimana rasanya untuk menjawab. Apalagi dengan pertanyaan yang lebih kearah pemaksaan untuk nambah anak karna katanya mumpung masih muda. Lah yang hamil dan membesarkan siapa kok, orang yang bukan siapa-siapa memaksa kan lucu.
Jujur sebetulnya pengen menimbang bayi lagi. Dan semoga Allah memberi amanah anak laki-laki. Tapi jujur dalam hati yang terdalam sebenarnya masih ada rasa trauma. Trauma menghadapi kembali masa- masa sulit proses hamil dan menyusui. Kalau ingat waktu itu, bersyukur pada Allah bisa melewatinya. Melahirkan anak dengan jarak yang cukup dekat, tidak hanya melelahkan secara fisik tapi juga batin. Apalagi hidup diperantauan jauh dari keluarga sungguh terasa berat. Apalagi sekarang mama sudah tiada, tak ada lagi sosok yang menemaniku saat mengasuh di bulan pertama kelahiran. Saat fisik masih lelah, Ya Allah gak kebayang bagaimana.
Kelahiran anak ke dua dulu tak hanya menyisakan rasa trauma tapi juga rasa bersalah. Bersalah pada si anak pertama, yang sudah digegas untuk dewasa dan menerima keadaan menjadi anak tertua dan punya adik. Bersalah pada anak kedua yang dulu saat proses menyusui nya tak mudah. Sungguh kalau ingat saat-saat itu rasa bersalah menjalar didada pada anak-anak tersayang. Rasanya tak cukup kata maaf yang ku ucap untuk mereka. Tak puas meminta maaf pada Allah yang maha kuasa atas kezaliman yang telah kubuat pada kedua buah hatiku tercinta.
Semoga Allah memberi ku kekuatan untuk menerima amanah lagi mengasuh anggota baru keluarga. Entah kapan waktu nya yang tepat. Hanya Allah yang Maha Mengetahui.
Komentar
Posting Komentar