An Nawaqidul Islam #28


Sebelumnya Nawāqidhul Islām bagian 27

■ *Halaqah 28 |  PENJELASAN  PEMBATAL KEISLAMAN KEENAM II*

_link audio_

══════❁﷽❁══════
Diantara bentuk perendahan terhadap Allāh Subhānahu wa Ta’āla, adalah meyakini bahwasanya Allāh Subhānahu wa Ta’āla memiliki anak, sebagaimana orang-orang musyrikin 
وَيَجْعَلُـونَ لِلَّهِ الْبَنـَاتِ سـُبْحَانَهُ ۙ وَلَهُمْ مَا يَشْتَهُونَ

[QS An-Nahl 57]
“Dan mereka menjadikan bagi Allāh anak anak wanita, Maha Suci Allāh & mereka menjadikan bagi diri mereka anak-anak laki-laki ”
Ini adalah bentuk perendahan yang dilakukan oleh orang-orang musyrikin, demikian pula orang-orang Yahudi dan Nashrani yang mereka mengatakan sebagaimana yang Allāh kabarkan 
وَقَالَتِ الْيَهُودُ عُزَيْرٌ ابْنُ اللَّهِ وَقَالَتِ النَّصَارَى الْمَسِيحُ ابْنُ اللَّهِ ۖ 
[QS At-Tawbah 30]

“orang-orang Yahudi mengatakan ‘Uzair adalah anak Allāh & orang-orang Nahsrani mengatakan Isa (yaitu Al-Masih) adalah anak Allāh ”
Ini adalah bentuk perendahan terhadap Allāh Subhānahu wa Ta’āla 
َّقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَآلُواْ إِنَّ اللّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ
[QS. Al-Maidah: 17] 

“Sungguh telah kafir orang yang mengatakan bahwasanya Allāh adalah Al-Masih Ibnu Maryam ” 
Ini juga termasuk perendahan yang dilakukan oleh orang-orang Nashrani kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla & orang-orang Yahudi, Allāh ceritakan bahwasanya mereka mengatakan bahwasanya Allāh fakir 

لَقَدْ سَمِعَ اللَّهُ قَوْلَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ فَقِيرٌ وَنَحْنُ أَغْنِيَاءُ ۘ 

[QS Al-Imran 181]

“Allāh telah mendengar ucapan orang-orang yang mengatakan (Yahudi) 
 إِنَّ اللَّهَ فَقِيرٌ وَنَحْنُ أَغْنِيَاءُ
“Sesungguhnya Allāh adalah fakir ”
 وَنَحْنُ أَغْنِيَاءُ ۘ 
” Dan kami adalah orang-orang kaya ”

Ini adalah bentuk ejekan orang-orang Yahudi kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla & mereka mengatakan bahwasanya 
يَدُ اللَّهِ مَغْلُولَةٌ ۚ 

QS Al-Ma’idah 64]

Mengatakan” tangan Allāh terbelenggu”
Dan ini adalah bentuk perendahan orang-orang Yahudi terhadap Allāh Subhānahu wa Ta’āla 
﴿قُلْ أَبِاللَّهِ 

“katakanlah apakah dengan Allāh kalian mengejek ”

وَآيَاتِهِ

Demikian pula ejekan bisa berupa ayat-ayat Allāh Subhānahu wa Ta’āla & ayat-ayat Allāh adalah kalamullah & kalamullah bila dibandingkan dengan kalam makhluk seperti perbandingan Allāh dengan makhlukNya. 
Kewajiban seorang muslim adalah menghormati ayat-ayat Allāh Subhānahu wa Ta’āla & tidak menghinakannya apabila seseorang menghina ayat-ayat Allāh Subhānahu wa Ta’āla maka dia telah kafir dari agama Islām , telah keluar dari agama Islām. 
Allāh telah berfirman :
وَلَا تَتَّخِذُوا آيَاتِ اللَّهِ هُزُوًا ۚ 

[QS Al-Baqarah 231]

“Janganlah kalian menjadikan ayat-ayat allah sebagai senda gurau (untuk bermain²) ”
Kewajiban seorang muslim adalah menghormati ayat-ayat Allāh Subhānahu wa Ta’āla. 
 وَرَسُولِهِ

” dan kalian mengejek RasulNya”
Mengejek Rasulullãh ﷺ adalah termasuk kekufuran. Kewajiban seorang muslim adalah menghormati beliau 
فَالَّذِينَ آمَنُوا بِهِ وَعَزَّرُوهُ وَنَصَرُوهُ وَاتَّبَعُوا النُّورَ الَّذِي أُنْزِلَ مَعَهُ ۙ أُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

[QS Al-A’raf 157]

“maka orang-orang yang beriman dengan beliau /percaya dengan beliau – وَعَزَّرُوهُ – dan mereka menghormati beliau – وَنَصَرُوهُ – dan menolong beliau 
أُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
“Maka Merekalah orang-orang yang beruntung”

_*Abdullāh Roy*_

_Di kota Al-Madīnah_
 
Selanjutnya An Nawaqidul bagian 29

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lima Hari

Mager

Cerita tetangga lahiran