Mengatur Menu Keluarga

Narasumber : Pramitha Sari

Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh
Alhamdulillah wa syukurillah pagi hari ini (disini udah siang ding) saya berkesempatan menjumpai bunda bunda hebat yang peduli pada pola hidup sehat untuk keluarga.
Sebelum memulai kelas ini perlu saya sampaikan bahwa pelatihan ini dilatar belakangi oleh banyaknya curhatan di sosial media tentang masalah gizi pada anak.
Namun untuk pembahasan kali ini apa yang saya sampaikan insyaaAllah dapat juga diimplementasikan untuk seluruh anggota keluarga.
Kita awali forum ini dengan sama sama membaca basmalah..

Oke bunda, kita mulai ya
Kasus 1 : Duh, anakku beratnya nggak nambah nambah nih dari beberapa bulan silam. Kira-kira dia sakit apa ya? Kurang dikasih apa ya? Jangan jangan ada kelainan pada metabolisme tubuhnya.
Kasus 2 : seorang ibu datang ke praktek dokter spesialis anak, berceritalah si ibu tentang kondisi anaknya yang kurang lebih sama dengan kasus 1. Kemudian dokter tersebut memeriksa fisik si anak dan menjawab : “ah ini mah ibunya aja yang nggak telaten kasih makannya”
Kasus 3 : tukang sayur datang, si ibu kebingungan “masak apa ya? Kemaren udah ini itu ini itu” lamaaaa banget sampai anak-anak menjerit kelaparan dan tukang sayur bosa ingin segera beranjak. Akhirnya si ibu asal aja ambil belanjaan, setelah dievaluasi : wah boros ya, anggaran belanja menggembung padahal banyak yang bisa dihemat untuk keperluan lain. Beli buku bergizi untuk anak anak misalnya.

Pernah mengalami kejadian di atas? Sama kalau gitu, saya juga pernah
Masalah klasik ya bunda, khas ibu ibu deh. Saking banyaknya yang dipikirin sampai kadang suka kelewat yang penting-penting. Sebenarnya ada cara untuk mengatasi masalah masalah diatas dengan 1 langkah mudah.
Gimana? Stay tune disini ya..

*HIDUP SEHAT*
Siapa disini yang nggak senang kalau sehat?
Yang senang melakukan pola hidup sehat?
InsyaaAllah semuanya ya.
Karena untuk hidup dengan kondisi sehat dan prima dalam segala kondisi itu syaratnya gampang : POLA HIDUP SEHAT.
Yang susah adalah melawan rasa malas yang menyerang ketika godaan datang.
Kementerian kesehatan di negeri kita tercinta ini sudah mencanangkan yang namanya Prinsip Gizi Seimbang.   

Apa itu Prinsip Gizi Seimbang Atau PGS?
*PGS adalah susunan makanan sehari-hari  yang mengandung  zat gizi  dalam jenis  dan jumlah yang sesuai kebutuhan tubuh (DIET) dengan memperhatikan prinsip keaneka ragaman atau variasi makanan, aktivitas fisik, kebersihan dan berat badan*
Mbak, itu ada kata yang dimasukin kurung ditulis pake huruf kapital maksudnya apa ya?
Kok orang sehat suruh DIET? Nggak salah mbak? kirain orang gendut aja yang suruh DIET.
Lah anak saya kurus mbak koq malah disuruh DIET. Ngawur ya?
Jadi bunda, yang namanya DIET itu WAJIBE (ceritanya pake qolqolah kubro) untuk seluruh manusia yang masih hidup bahkan yang sedang terbaring di ruang perawatan intensif sekalipun.

Apa sih DIET? Diet adalah kebiasaan makan dan minum seseorang. Lebih spesifik lagi, kebiasaan makan dan minum seseorang sesuai dengan kebutuhan individu tersebut .
DIET bukan hanya milik penderita obesitas, overweight dan O lainnya. Tapi penderita malnutrisi lainnya seperti kurang gizi, anemia, asam urat, hiperkolesterol. Diabetes dsb.
Termasuk diet untuk anak umumya dibagi lagi menjadi diet bayi dan balita, anak pra sekolah, sekolah, remaja, ibu hami, ibu menyusui, atlet dan lansia.
Semua ada DIETnya.
Paham ya sampai sini?
Setelah clear masalah diet selanjutnya kita beralih ke bagaimana membuat DIET untuk keluarga?

Kementerian Kesehatan biasanya mengeluarkan tabel Angka Kecukupan Gizi yang senantiasa dievaluasi dan direvisi jika diperlukan.
Dalam tabel AKG tersebut kita bisa melihat berapa besar kebutuhan zat gizi mulai dari bayi sampai lansia, bahkan ada pembagiannya per rentang usia dan jenis kelamin.
Umumnya untuk dewasa AKG yang diperlukan ada di kisaran 2000 kalori,
bayi 0-6 bulan dimulai dari kisaran angka 550 kalori yang cukup dipenuhi dengan ASI eksklusif tanpa tambahan apapun.
Naaah, dari AKG tersebut sebenarnya kita bisa membuat perencanaan makanan sehat untuk seluruh anggota keluarga kita lho.
Nggak Cuma sekedar membuat rancangan MPASI saja, bahkan bisa untuk seluruh anggota keluarga
Keuntungan membuat perencanaan makanan sehat keluarga selain untuk mengoptimalkan kesehatan keluarga juga dapat menghemat aggaran dan waktu belanja.
Caranya gimana?
Caranya dengan membuat SIKLUS MENU KELUARGA

Apa itu SIKLUS MENU KELUARGA?
*Siklus menu adalah perputaran menu atau hidangan yang akan disajikan dalam jangka waktu tertentu.*
Siklus menu yang umum dilakukan di institusi kuliner adalah siklus 3,5,7 atau 10 hari.
Pembuatan siklus menu dapat disesuaikan dengan variasi bahan yang ada, anggaran yang tersedia dan kebutuhan gizi yang diperlukan anggota keluarga tersebut.
Jadi nggak perlu saklek harus sama antara satu keluarga dengan lainnya.
Sampai sini bingung nggak bunda?
Pembuatan siklus menu bisa dimulai dengan pembuatan master menu supaya mudah.
Pertama, tentukan dulu, siklus menu mana yang mau kita buat.
Misalnya saya karena keterbatasan bahan yang ada di timika saya pilih 5 hari.
Maka saya bisa memulai membuat master menu seperti ini :

MASTER MENU KELUARGA SEMBODO
Rencana bahan protein hewani : ayam, telur, sapi, ikan, sea food
Rencana siklus : 5 hari
Hari 1: ayam
Hari 2 : ikan
Hari 3 : sapi
Hari 4 : telur
Hari 5 : sea food
Ulangi hingga genap 1 bulan
Mulai kebayang?
Itu yang dipakai contoh protein hewani,
jika ditambah dengan yg lainnya bisa juga dengan contoh:
Rencana bahan makanan pokok : nasi, oat, jagung, kentang, ubi
Rencana sayur : bayam, kangkung, sawi, brokoli, buncis
Rencana protein nabati : tempe, tahu
Dan yang paling ideal adalah hingga pembuatan menu sampai ke masakannya apa.

Contoh Menu






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lima Hari

Mager

Cerita tetangga lahiran