Komunikasi Produktif : Hari ke 2
Drama pagi masih berlanjut. Mba Biya, masih menangisi ayahnya yang berangkat kerja. Dan tentu saja menguji kesabaran saya. Menghadapi anak yang menangis meraung dalam keadaan lapar belum sarapan, tentu saja bukan hal yang baik. Bisa-bisa tanduk emaknya keluar.
"mba Biya mau makan nasi uduk?" tanya saya.
"enggak, mba Biya mau ikut ayah kerja". Jeritnya sambil menangis.
"Ya sudah, bunda mau beli nasi uduk di depan, bunda lapar. Mba Biya mau ikut gak? Kl mau ikut nangisnya berhenti ya". perintah saya.
Dan kemudian tangisan nya sedikit mereda diiringi anggukan kepala.
Setelah nasi uduk dibeli kemudian saya sodorkan padanya. Saya kira akan ditolak, rupanya disantapnya hingga habis. Oalah sepertinya dia tantrum karena lapar. Dan saya pun terkekeh.
Tangisan nya pun sudah berhenti dan rumah pun menjadi sedikit tenang.
Praaaangg...
Suara itu mengagetkan saya yang lagi sibuk menyuapi adek nya makan. Tergopoh- gopoh saya ke dapur, terlihat piring pecah berkeping- keping.
Sudah kebiasaannya sehabis makan terkadang mencuci piring bekas makan nya, walaupun tidak selalu. Jadi memang dibiasakan untuk mencuci piring walaupun umurnya masih 3 tahun 6 bulan. Meskipun hasilnya cucian nya belum bersih benar, dan saya cuci kembali. Paling tidak saya sudah berusaha mengajarkan nya tugas- tugas rumah tangga sejak dini.
Rupanya mba Biya tidak hanya mencuci mangkok plastik bekas makan nya tapi juga mencuci piring beling bekas saya makan tadi. Melihat piring pecah yang berserakan biasanya membuat emaknya ini akan merepet sejauh kecepatan cahaya. Alhamdulillah hari ini emaknya waras. Setelah menghirup napas dalam. Berusaha agar tak merepet panjang. Dengan suara kalem, berkata padanya.
" mba Biya gpp? ayo menjauh dari sana, Bunda mau membereskan pecahan piring".
Mungkin dia sedikit kaget karena menjatuhkan piring. Untung hari ini emaknya bisa mengendalikan emosi dan gak merepet memarahinya. Karena memarahinya akan menambah masalah dan membuat nya kapok untuk membantu ibunya didapur.
Setelah membersihkan piring yang pecah, saya pun mengajaknya mengobrol. Dan mengatakan besok- besok kalau piring beling gak usah dicuci biar bunda saja. Mba biya cuci piring bekas makannya saja dan mangkok- mangkok plastik lainya kalau ada.
#hari2
#gamelevel1
#tantangan10 hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesionalbatam
Komentar
Posting Komentar