Komunikasi Produktif : Hari ke 1
Hari ini adalah ke 4 setelah kepulangan kami dari kampung halaman suami.
Kami sepertinya masih "Jetleg", masih terjebak dengan nikmatnya Liburan. Terutama si Sulung yang sejak kepulangan dari rumah eyang nya mendadak jadi lebih melow dari biasanya.
Kami sepertinya masih "Jetleg", masih terjebak dengan nikmatnya Liburan. Terutama si Sulung yang sejak kepulangan dari rumah eyang nya mendadak jadi lebih melow dari biasanya.
Seperti pagi ini, sudah 3 hari berturut- turut dia menangis meraung ketika hendak ditinggal ayahnya bekerja padahal sebelum- sebelumnya tidak pernah menangisi ayahnya pergi ke kantor.
Dua hari kemarin saya sempat stress menghadapi tingkah polanya. Menangis meraung- raung dengan beberapa episode. Susah disuruh makan dan mandi. Tangisan nya yang sepanjang hari menguji kesabaran ibu nya. Akhirnya sempat saya bentak untuk diam namun tangisan nya makin kencang.
Dua hari kemarin saya sempat stress menghadapi tingkah polanya. Menangis meraung- raung dengan beberapa episode. Susah disuruh makan dan mandi. Tangisan nya yang sepanjang hari menguji kesabaran ibu nya. Akhirnya sempat saya bentak untuk diam namun tangisan nya makin kencang.
Saya sebenarnya memahami mungkin dia stress dengan perubahan suasana yang tadi nya ramai. Lalu saat balik ke Batam hanya bertiga dengan adik dan ibu nya saat ayahnya bekerja. Dia belum sekolah dan tak banyak tetangga yang seumuran dengan nya untuk dijadikan teman bermain.
Namun apalah daya, sang ibu juga kelelahan. Dengan situasi baru pulang mudik, badan masih terasa letih plus tidak enak badan, rumah kotor dan berantakan, cucian kotor menumpuk, baju- baju di koper belum dirapikan kembali. Emosi ibu pun jadi tak stabil hingga menjadi tak sabaran menghadapi tingkah sang kakak. Maafkan ibu ya nak.
Namun apalah daya, sang ibu juga kelelahan. Dengan situasi baru pulang mudik, badan masih terasa letih plus tidak enak badan, rumah kotor dan berantakan, cucian kotor menumpuk, baju- baju di koper belum dirapikan kembali. Emosi ibu pun jadi tak stabil hingga menjadi tak sabaran menghadapi tingkah sang kakak. Maafkan ibu ya nak.
Jadi hari ini saat dia menangis meraung saya biarkan saja, sampai dia berhenti baru saya peluk dan ajak ngobrol. Juga untuk menjaga kewarasan saya agar tak ikut terpancing emosi.
Karena kemarin saat dia menangis saya berusaha untuk mendiamkan dengan memeluknya dan mengatakan bahwa Ayahnya bekerja dan akan pulang sore nanti, dia malah berontak dan menangis makin kencang. Begitupun saat saya menelpon ayahnya untuk berbicara dengannya, tangisannya semakin menjadi jadi.
Karena kemarin saat dia menangis saya berusaha untuk mendiamkan dengan memeluknya dan mengatakan bahwa Ayahnya bekerja dan akan pulang sore nanti, dia malah berontak dan menangis makin kencang. Begitupun saat saya menelpon ayahnya untuk berbicara dengannya, tangisannya semakin menjadi jadi.
Hari ini saya biarkan dia menangis, memberi nya waktu untuk mengeluarkan segala perasaan nya. Terkesan mengabaikan mungkin, tapi cara ini efektif. Setelah tangisan nya berhenti kemudian saya peluk dan saya ajak mengobrol, menunjukan empati dengan mengatakan "Mba Biya sedih ya ditinggal ayah kerja?"
" Sabar ya sayang, nanti mba Biya bisa main lagi sama ayah kalau ayah sudah pulang nanti sore".
Dia pun mengangguk walau dengan linangan air mata dan lirih mengatakan "mba Biya mau ikut Ayah..."
Alhamdulillah tangisan nya hari ini hanya dua episode dan tak berlanjut sampai ayahnya pulang dari kantor.
Semoga drama ini tak berlanjut besok ya nak.
" Sabar ya sayang, nanti mba Biya bisa main lagi sama ayah kalau ayah sudah pulang nanti sore".
Dia pun mengangguk walau dengan linangan air mata dan lirih mengatakan "mba Biya mau ikut Ayah..."
Alhamdulillah tangisan nya hari ini hanya dua episode dan tak berlanjut sampai ayahnya pulang dari kantor.
Semoga drama ini tak berlanjut besok ya nak.
#hari1
#gamelevel1
#tantangan10 hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesionalbatam
#gamelevel1
#tantangan10 hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesionalbatam

Komentar
Posting Komentar