Komunikasi Produktif : Hari ke 8
Hari ini mood emak lagi naik turun.
Perasaan masak gak kelar- kelar karena disambi ngurusin duo krucils yang ada aja tingkahnya. Badan yang juga rasanya remuk redam. Dari si adek yang gak berhenti lagi minta nenen. Lalu bolak balik ngepel pipis nya di lantai. Melerai mereka berdua yang suka nya berantem. Adek nya yang jahil, kakaknya yang perasa. Duh, ditambah kerjaan domestik lain yang gak ada habisnya. Anak yang minta ditemani maen. Ditemani tidur. Emak jadi bertanduk.
Perasaan masak gak kelar- kelar karena disambi ngurusin duo krucils yang ada aja tingkahnya. Badan yang juga rasanya remuk redam. Dari si adek yang gak berhenti lagi minta nenen. Lalu bolak balik ngepel pipis nya di lantai. Melerai mereka berdua yang suka nya berantem. Adek nya yang jahil, kakaknya yang perasa. Duh, ditambah kerjaan domestik lain yang gak ada habisnya. Anak yang minta ditemani maen. Ditemani tidur. Emak jadi bertanduk.
Karena sesungguhnya ketidaksabaran kita dalam menghadapi anak- anak yang berujung pada kemarahan atau penganiayaan fisik, sebenarnya bukan karena tingkah sang anak, buktinya dilain waktu saat anak melakukan kesalahan yang sama kita bisa menghadapi nya dengan sabar.
Kemarahan yang kita tunjukkan kepada anak, sebenarnya lebih kepada perasaan lelah yang bertumpuk karena keadaan. Dan anak hanyalah sebagai pelampiasan emosi negatif dari orang tuanya.
Kemarahan yang kita tunjukkan kepada anak, sebenarnya lebih kepada perasaan lelah yang bertumpuk karena keadaan. Dan anak hanyalah sebagai pelampiasan emosi negatif dari orang tuanya.
Dan kalau saya amati, jika saya dihadapkan dengan pekerjaan domestik yang bertumpuk dan kondisi badan yang tidak fit atau ada masalah dengan suami maka saya sangat mudah terpancing untuk marah atau tidak sabar menghadapi tingkah anak- anak. Dan ujung- ujungnya mereka lah yang menjadi "kotak sampah" emosi kita. Yang selalu berakhir dengan penyesalan ibu nya.
Benarlah bahwa Ibu adalah nyawa nya rumah, jika ibu bahagia maka akan bahagia seluruh keluarga dan sebaliknya.
Maafkan bunda kalian ini nak yang masih belajar mengendalikan emosi.
#hari8
#gamelevel1
#tantangan10 hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesionalbatam
#gamelevel1
#tantangan10 hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesionalbatam

Komentar
Posting Komentar