Komunikasi Produktif : Hari ke 3

Huaa... jerit tangis si adek terdengar kencang. Tak kalah suara jerit si kakak menggema. Aku pun tergopoh- gopoh menghampiri. Kulihat si kakak dan adek sedang berebutan mainan.
Sudah jadi makanan sehari- hari emaknya, menyaksikan duo bocah yang seringkali berkonflik memperebutkan barang. Seringkali berakhir dengan tangisan salah satu nya atau bahkan dua- dua nya sekaligus.
Emaknya yang selalu jadi wasit ke duanya. Seringkali emaknya ikut emosi karena dua- duanya tak ada yang mau mengalah. Kali ini saya berusaha mengendalikan emosi. Menjaga intonasi suara agar tak ikut melengking menyamai suara jeritan mereka. Menarik nafas panjang dan berusaha untuk berbicara dengan suara ramah Bernegosiasi dengan mereka. Biasanya saya seringkali menyuruh kakaknya untuk mengalah dengan adiknya. Walaupun akhirnya saya tau itu salah.
"nak main nya gantian ya, kalau gak mau gantian nanti mainan nya bunda ambil, jadi gak ada yang bisa main ini", jelas saya sambil memegang mainan yang mereka perebutkan. Tetap saja tak berhasil, mereka berdua tetep kekeuh merengek- rengek meminta mainan tsb.
Emak menarik nafas panjang seraya berkata, " ok berarti ini bunda ambil, kalian main, mainan yang lain saja. Tambah kencang tangisan mereka berdua.  Ya Allah, saya menguatkan hati agar tak melengking, menyuruh mereka diam. Berkata pada diri sendiri, bahwa jeritan dan tangisan yang suatu saat nanti akan saya rindukan setelah mereka dewasa nanti.

#hari3
#gamelevel1
#tantangan10 hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesionalbatam

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lima Hari

Mager

Cerita tetangga lahiran