Postingan

NHW Pra Bunsay : Adab Menuntut Ilmu

Pra Bunda Sayang NHW : Adab Menuntut Ilmu Alasan terkuat saya untuk menekuni ilmu Bunda Sayang adalah anak- anak saya. Mereka berhak mendapatkan pengasuhan yang baik. Karena saya sebagai Ibu, yang merupakan madrasah pertama untuk anak, sadar diri masih minim ilmu tentang pengasuhan. Ada beberapa strategi yang saya rencanakan dan beberapa sikap yang harus saya ubah dalam menuntut ilmu dalam Kelas Bunda Sayang. Berkaca dari pengalaman kelas Matrikulasi kemarin. Seringkali ditengah jalan saya merasa stuck, hilang semangat untuk mengerjakan tugas dan rasanya ingin menyerah. Maka dari itu, saya harus kembali meluruskan niat, apa yang saya lakukan sekarang adalah ikhtiar bagian dari Ibadah kepada Allah. Karena anak adalah amanah dari Allah yang dititipkan kepada kami orangtuanya, terutama saya yang mana seorang ibu adalah madrasah pertama anak- anaknya. Kemudian adalah manajemen waktu yang baik. Di kelas Matrikulasi kemarin saya seringkali mengerjakan tugas diakhir waktu. Entah karena ...

An Nawaqidul Islam #40

Sebelumnya An ​Nawaqidhul Islam bagian 39   ■ *Halaqah 40 |  PENJELASAN  PEMBATAL KEISLAMAN KESEMBILAN III* _link audio_ •┈┈┈┈┈•❁﷽❁•┈┈┈┈┈• Seorang Nabi sekalipun seandainya sekarang masih hidup maka dia wajib untuk Rasulullãh ﷺ.  Di dalam sebuah hadist suatu saat Umar bin khotob radiallahu anhu membaca sebuah kitab yang beliau dapatkan dari Ahlul kitab & Rasulullãh ﷺ melihat Umar bin khotob radiallahu anhu, maka Rasulullãh ﷺ mencela apa yang dilakukan oleh Umar karena beliau membaca sebuah kitab yang diturunkan kepada Ahlul kitab, kemudian Rasulullãh ﷺ mengatakan :  وَ الَّذِيْ نَفْسِيْ بِيَدِهِ ، لَوْ ...

An Nawaqidul Islam #39

Sebelumnya ​ Nawaqidhul Islam bagian 38 ■ *Halaqah 39 |  PENJELASAN  PEMBATAL KEISLAMAN KESEMBILAN II* _link audio_ •┈┈┈┈┈•❁﷽❁•┈┈┈┈┈• Apabila ada seorang Yahudi atau Nashrani yang mereka mengaku beriman dengan Nabi Musa atau Nabi Isa Alaihi salam, sekarang mendengar kedatangan Rasulullãh ﷺ, maka tidak halal kecuali harus mengikuti Rasulullãh ﷺ.  Apabila meninggal dalam keadaan seorang Yahudi & Nashrani & tidak beriman dengan kenabian Rasulullãh ﷺ maka dia meninggal dalam keadaan kufur kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla.  Rasulullãh ﷺ bersabda : (( لا يسمع بي أحدمن هذه الأمة يهودي ولانص...

An Nawaqidul Islam #38

Sebelumnya ​ Nawaqidhul Islam bagian 37 ■ *Halaqah 38 |  PENJELASAN  PEMBATAL KEISLAMAN KESEMBILAN I* _link audio_ •┈┈┈┈┈•❁﷽❁•┈┈┈┈┈• Pembatal keIslaman yang ke-9 Beliau mengatakan  *التَّاسِعُ*: من اعتقد أن بعض الناس لا يجب عليه اتباع النبي ﷺ : وَانه يَسَعُهُ الخُرُوج عن شريعة ﷺ كَمَا وَسِعَ الخَضِ...

An Nawaqidul Islam #37

Sebelumnya Nawāqidhul Islām bagian 36 ■ *Halaqah 37 |  PENJELASAN  PEMBATAL KEISLAMAN KEDELAPAN III* _link audio_ •┈┈┈┈┈•❁﷽❁•┈┈┈┈┈• Allāh Subhānahu wa Ta’āla didalam Al-Qur’an mengabarkan bahwasanya diantara sifat orang-orang Yahudi mereka dahulu menolong & mencintai orang yang kafir (orang-orang musyrikin yang menyembah berhala) padahal orang-orang Yahudi mereka adalah Ahlul kitab yang menisbatkan diri mereka kepada wahyu / kepada kitab Allāh Subhānahu wa Ta’āla, tapi diantara sifat mereka yg Allāh cela adalah mencintai & menolong orang-orang musyrikin.  Allāh Subhānahu wa Ta’āla mengatakan  تَرَىٰ كَثِيرًا مِنْهُمْ يَ...

An Nawaqidul Islam #36

Sebelumnya Nawaqidhul Islam bag 35 ■ *Halaqah 36 |  PENJELASAN  PEMBATAL KEISLAMAN KEDELAPAN II* Link Audio ══════❁﷽❁══════ Seorang Muslim senang apabila agama Allāh ini diatas permukaan bumi, senang apabila seluruh manusia beriman kepada Allāh, gembira ketika manusia taat kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla, sebagaimana dia bergembira apabila dirinya taat kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla, dan dia benci melihat kekufuran & benci terhadap melihat orang melakukan kemaksiatan kepada Allāh, benci karena kekufuran yang dia lakukan  هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَىٰ و...

Amalan Puasa Ramadhan

🔮 AMALAN PUASA RAMADHAN 🔮 Oleh Ustadz Abu Asma Kholid bin Syamhudi DEFINISI PUASA Secara bahasa, puasa (ash shiyam) dalam bahasa Arab artinya menahan diri, seperti tersebut dalam firman Allah Subhanahu wa Ta’ala : إِنِّي نَذَرْتُ لِلرَّحْمَٰنِ صَوْمًا فَلَنْ أُكَلِّمَ الْيَوْمَ إِنسِيًّا “Aku telah bernadzar kepada Allah untuk menahan diri (dari berbicara)”.[Maryam : 26]. Adapun secara istilah syar’i ialah, menahan diri dari hal-hal yang membatalkannya sejak terbit fajar sampai terbenam matahari dengan disertai niat. AMALAN-AMALAN YANG BERHUBUN...