Daun Pisang

Sore ini dadakan bikin pepes teri basah. Permintaan Park bojo. Bukan pepes namanya kalau tidak memakai daun pisang sebagai alasnya. Selain sebagai wadah, daun pisang ini  mempunyai aroma yang khas, jadi kalau dibungkus daun pisang saat di kukus akan mengeluarkan bau yang harum. Makanan pun menjadi lebih lezat. 

Karena bikin nya dadakan. Mencari daun pisang juga dadakan. Biasanya sih suka beli dipasar. Karena mendadak, kepasar jauh. Di warung terdekat alias warung Eda Meri juga gak jual. Mata pun mencari- cari pohon pisang mana yang bisa diambil daun nya. Dekat warung Eda Meri alias tetangga nya punya pohon pisang, tapi saat diperhatikan pohonya sungguh memperihatinkan kwkw. Alias daun nya cuma beberapa helai saja, rasa tak enak hati untuk meminta, sudah dikit diminta pula. Jangan-jangan yang punya pohon tidak rela dan si pohon ngambek karena daun nya tinggal beberapa helai diambil pula sama manusia ini haha. 

Akhirnya mencari mangsa lain alias mencari pohon pisang yang lain. Di perumahan ini ada lahan yang terletak di pinggir parit besar yang mengelilingi perumahan. Lahan nya itu sebenarnya milik developer. Tapi daripada lahan kosong menganggur jadilah jiwa kreatif para warga yang rumahnya persis didepan lahan kosong tadi menanami dengan beraneka tumbuhan dan sayuran. Nah banyak sekali pohon pisang dipinggir- pingir hampir dekat parit. Pohon pisang ini entah siapa pemiliknya, siapa yang menanamnya pun tak tau. 

Berangkat la dari rumah ke depan cuma jalan sebentar beberapa langkah, melihat daun pisang yang melambai- lambai. Bawa pisau dari rumah mengajak Yumi, mengambil 3 helai daun pisang yang lumayan besar. 

Kemudian memfoto si daun pisang dan mengirim gambarnya pada Park bojo yang dari tadi menanyakan ada gak daun pisangnya. 

Ditanya Park bojo, dimanakah gerangan mendapatkan si daun pisang. Lalu kujawab di dekat rumah. Dan diapun bertanya punya siapa kah gerangan pohon pisang tsb. Ya karena ditanah umum aku pikir ya jadi milik umum kwkwk. Alias bisa dimanfaatkan oleh siapa saja. Dimarahin Park bojo, harusnya minta izin sama yang punya. Ya karena aku bingung dong siapa yang punya kwkw. Ya paling tidak izin sama yang rumahnya dekat- dekat situ. Masalahnya adalah saya tidak kenal . Takut menggangu sore- sore mungkin orangnya masih istirahat. Gara-gara cuma minta daun pisang. Ah alesan aja lo Dy bilang aja males. Kwkwk iya sebenarnya segan ketok rumah orang tak dikenal. Kecuali orangnya lagi didepan rumah. Ya basa basi la saya akan minta izin minta walaupun mungkin bukan dia pemilik si pohon pisang. 

Tapi jadi kepikiran ini status daun pisang yang saya ambil ini bagaimana ya. Semoga dihalalkan bagi siapapun yang menanamnya disana. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lima Hari

Mager

Cerita tetangga lahiran