Media Sosial
Tadi pagi saat buka beranda Facebook. Duh ya Dy, pagi- pagi mbok ya sarapan gitu lo bukan buka medsos.
Baca status seorang teman tentang bagaimana dia membatasi untuk membuka sosial media. Yang katanya dia merasa waktunya banyak terbuang hanya untuk scrolling beranda Facebook. Tak terasa waktu berjalan sia - sia. Dan ada teman nya yang tergugah untuk uninstall medsos nya. Duh aku merasa tertabok online
Aku pun merasakan bahwa waktu ku banyak terbuang sia- sia karena tergoda membuka media sosial. Tadinya mau 30 menit aja "me time" buka FB atau Ig. Eh kebablasan berjam- jam hanya untuk scrolling.
Media sosial ini ibarat mata pisau ya. Tergantung bagaimana cara kita menggunakannya. Bisa bermanfaat atau bahkan bisa melukai.
Dan sayangnya aku belum bisa mengontrol pemakaian medsos ini. Bahkan berjam- jam berselancar di dunia maya. Semua di buka. Yang tadinya tidak tahu jadi tahu berita apa yang lagi rame di jagat media. Yang kadang ku pikir gak ada manfaat nya juga aku untuk ketahui. Berita artis, gosip- gosip terkini. Gak menambah kebaikan untuk diri sendiri bahkan membawa dosa membaca ghibahan para netizen di kolom komentar. Dan juga menambah beban pikiran saja. Cari perkara saja menambah beban hidup saja.
Dan akhirnya menyesal melakukan perkara unfaedah namun anehnya besok di ulangi lagi. Habis selesai scrolling berjam- jam dan akhirnya tersadar, Hei Dy ini udah jam berapa. Menyadari bahwa pekerjaan rumah terbengkalai.
Seharusnya waktu berjam- jam tadi bisa digunakan untuk membaca buku, membaca Al-Quran atau menambah hapalan atau mengulang materi tahsin kemarin. Atau menjahit baju yang robek sedikit kemarin karna kalau dibawa ke tukang jahit ya eman-eman.
Sudah menyesal hari ini besok diulangi lagi. Aku pun merasa diriku aneh bin ajaib.
Lalu kuputuskan hari ini aku uninstall fb dan IG di hp ku ini. Karna tangan ini kadang iseng. Seperti otomatis gitu kalo lagi nganggur sedikit langsung buka fb atau ig. Seperti ada magnet nya gitu Hp ini. Apa harus aku rukyiah ini HP karna ada jin nya untuk membuat aku terlena untuk berlama lama menyentuhnya. Atau jangan2 memang aku yang harus di rukyiah. Karna jin malas udah nemplok di badan
Astaghfirullah hal'adzim.
Ya aku tidak boleh jadi budak HP. Tidak boleh jadi budak sosmed. Ini sudah jadi kebiasaan dan kebiasaan ini harus aku hentikan.
Komentar
Posting Komentar