Teman Baru Yumi
Ceritanya sebelah rumah ada tetangga baru. Kemarin bapaknya yang duluan menempati sudah beberapa bulan. Kemudian anak dan istrinya menyusul baru sekitar dua mingguan ini. Samping rumah kami ini memang rumah yang diperuntukkan untuk rumah sewa. Jadi sejak pertama kali menempati rumah ini saat menikah sampai sekarang sudah beranak dua, tetangga kami selalu berganti.
Pulau yang jiran nya adalah negara Singapura ini, memang pulau nya para perantau. Banyak para perantau baik yang masih single maupun yang sudah menikah mencari kerja dan kehidupan yang lebih baik dari kota kelahirannya.
Nah yang menyewa rumah disamping rumah kami ini, penyewa nya selalu berganti dan rata-rata adalah kepala rumah tangga. Para bapak ini awalnya merantau sendiri, anak istri ditinggal di tanah kelahiran. Saat pekerjaan nya sudah mulai sattle, tak lama kemudian dalam hitungan bulan atau tahun, mereka akan memboyong serta anak istri dari tanah kelahiran ke tanah perantauan. Ya sungguh berat bagi lelaki yang sudah berkeluarga untuk hidup sendiri di kota teh obeng ini. Memang kalau masih ada jalan dan memungkinkan, seseorang yang sudah berkeluarga jangan terlalu lama lDM, alias long distance married. Ada banyak mudharat nya ditengah dunia yang sudah tua ini. Lalu kemudian jika merasa tanah rantau ini layak untuk dijadikan tempat tinggal dan menata hidup, biasanya mereka akan membeli rumah. Atau saat merasa ada kota lain yang lebih menjanjikan untuk kehidupan yang lebih baik, mereka akan move on ke kota baru. Kemudian rumah sebelah ini akan kosong tapi tak lama kemudian akan ada yang menempati dengan siklus yang sama seperti yang sudah-sudah.
Nah anak tetangga ini seumuran dengan si Yumi. Anak lelaki ini belakangan ini sering main kerumah, bermain bersama Yumi saat kakak nya bersekolah. Lucunya karna anak lelaki ini berasal dari pulau Jawa dan bahasa ibunya adalah bahasa jawa, sering berinteraksi dengan Yumi dengan berbahasa Jawa. Uniknya bocah berdua ini saling mengerti walaupun yang satu nya berbahasa Jawa dan satunya berbahasa Indonesia. Padahal Yumi itu kalau mendengar ayahnya saat menelepon eyang kakung nya, tertawa geli karena tak mengerti dan bahkan bilang bahwa bahasa yang didengarnya adalah bahasa Inggris. Haha ya Allah nak.
Komentar
Posting Komentar