Vaksin Covid Pertama Biya
Jadi tanggal 8 Januari 2022 lalu pertama kalinya Biya disuntik vaksin covid. Proses vaksin nya di lakukan di lapangan Futsal, SP plaza
Sebetulnya pas akhir bulan Desember 2021 kemarin vaksinasi covid dilaksanakan di sekolahnya. Qodarallah Biya pas lagi demam. Jadi gak bisa ikut vaksin. Karena syarat ikut vaksin anak tidak boleh sakit dan dalam keadaan fit.
Sebelum vaksin di SP Plaza, sebetulnya kami berencana vaksin di Vihara Duta Maitreya Sei Panas. Sudah mengisi form pendaftaran nya juga. Jadi pas datang kesana sudah ada jam nya. Untuk menghindari kerumunan orang yang menunggu antrian.
Lalu malam sebelum hari H, dapat info dari grup RW perumahan ada pelaksanaan vaksin untuk anak-anak di lapangan futsal SP Plaza. Kami fikir mending di SP saja karena lebih dekat dari rumah. Karena terbayang akan ke Sei Panas motoran saat terik- teriknya matahari, dikarenakan dapat jadwal jam 12 siang. Bisa- bisa belum divaksin sudah demam duluan haha.
Akhirnya kami berencana untuk melihat dulu di SP apakah benar info nya valid akan diadakan vaksin disana. Kalau memang tidak ada ya kami tancap gas ke Sei Panas.
Alhamdulillah saat kami ke SP Plaza sekitar jam 9 pagi, pelaksanaan vaksin untuk anak sedang diadakan. Alhamdulillah antrian tidak terlalu ramai dan tidak terlalu lama menunggu.
Alhamdulillah proses vaksin berjalan lancar. Alhamdulillah, anaknya gak nangis juga.
Pas ditanya, "sakit gak nak? ".
" Sakit dikit kok Bunda", jawabnya.
Good girl MasyaAllah Tabarakallah.
Oh ya vaksin kedua rencananya akan dilaksanakan satu bulan setelahnya. Vaksin yang dipakai yaitu vaksin Sinovac. Alhamdulillah setelahnya tidak ada KIPI. Tidak ada demam. Sedikit pegal saja lengan yang disuntik.
Saat proses mengantri mengobrol dengan sesama ibu yang menuggu anaknya untuk vaksin. Rata-rata mengeluhkan kewajiban vaksinasi covid pada anak-anak, karena khawatir masih kecil kok sudah vaksin pikir mereka. Namun apa daya mau tak mau, harus vaksin. Dikarenakan beberapa sekolah mewajibkan para murid nya untuk vaksin sebagai syarat agar dapat mengikuti sekolah tatap muka. Kalau tidak mau vaksin terpaksa sekolah online kembali.
Ada seorang ibu yang bercerita bahwa si anak dari kecil belum pernah divaksin sekalipun. Ini vaksin pertama nya. Mau tak mau, suka tidak suka ya harus vaksin. Jika ingin sekolah tatap muka. Vaksin karena terpaksa, keadaan yang mengharuskan. Jika tidak vaksin akan dipersulit administrasi nya. Syarat penerbangan juga sudah harus vaksin.
Jadi banyak para ibu yang memvaksinasi anaknya bukan karena takut anaknya terjangkit virus covid tapi karena takut dengan aturan administrasi kedepan nya.
Sejujurnya awalnya, aku pun masih bimbang saat memutuskan untuk memberi vaksin covid pada Biya, diusianya yang belum genap 7 tahun. Sempat mencari info dan bertanya pada teman yang anaknya sudah vaksin, bagaimana kondisi anak-anaknya setelah vaksin.
Akhirnya Bismillah kami memutuskan untuk memberikan vaksin covid pada Biya.
Pagi itu juga bersamaan dengan jadwal pengambilan rapor di sekolah. Selesai vaksin yang tidak terlalu lama kami langsung menuju sekolah untuk mengambil rapor. Alhamdulillah hasil rapor nya bagus. Namun ada catatan khusus dari wali kelas nya. Bahwa Biya ini sedikit pemalu. Jika ada pelajaran yang kurang dimengerti olehnya dia tidak ada inisiatif bertanya pada ustadzah nya. Dia akan diam saja sampai ustadzah nya la yang datang menghampiri untuk bertanya. Hehe anaknya memang pemalu. Gak apa- apa nak pemalu memang fitrah nya wanita. Tapi kalau disekolah harus percaya diri. Tidak apa- apa bertanya jika memang ada yang kurang dipahami. Nasehat ku padanya.
Komentar
Posting Komentar