Pujian

Untuk para wanita perkara berat badan bukan hal yang sepele. Juga perkara jerawat yang tiba-tiba nemplok dimuka. 

Kalau jumpa teman lama kemudian komentar betapa ia semakin gendut saja. Padahal dia mati- matian pengen kurus. Komentar itu akan terus menghantui nya, membuat hari- harinya mendung memikirkan bentuk badan yang sudah tak lagi singset seperti gadis dulu. Dan di benak nya akan muncul kalimat " kutandain kau ya".

Fitrahnya wanita itu suka dipuji. 

Jangan sekali kali mengomentari berat badan nya yang semakin ke kanan pada wanita yang pengen kurus. Jangan mengomentari "kok kurusan" pada wanita yang berjuang menaikkan berat badannya. Tidak usahlah mengomentari kerutan diwajahnya, menghitung jerawat yang bermekaran dimuka. 

Pertanyaan dan pernyataan yang mungkin nampaknya sepele, tapi dapat melukai hatinya. Apalagi untuk wanita tipe-tipe melankolis dan thinking. 

Saat bertemu dengan orang hanya untuk sekedar berbasa basi. Jangan melontarkan kalimat basi yang melukai hati. Cobalah ganti kalimat dengan kalimat pujian. Atau kalau memang tidak ingin berbohong karena memang tidak ada yang bisa dipuji ya sudah diam saja. Atau bicara topik lain. 

Misalnya dengan pujian

 "Makin cantik ya sekarang". 

 "kamu makin langsing deh sekarang" .

 "Pake skincare apa sekarang kok muka nya makin glowing saja"

Atau dengan memuji baju atau jilbab nya yang bagus. Percayalah, seharian hatinya akan bahagia. Apalagi bagi wanita yang jarang atau bahkan tak pernah dipuji suaminya. Menyenangkan hati orang juga berpahala. 

Jika nampak dia makin naik berat badannya coba ganti kalimat dengan "makin segar ya sekarang". Kalau sekiranya komentar kita hanya melukai hati mending diam. Simpan komentar dalam hati. 

Lihatlah sekarang fenomena, ibu-ibu muda maupun yang paruh baya. Memposting foto selfie dengan berbagai gaya saban hari nya. Dengan diedit sedimikian rupa agar muka glowing paripurna. Menunggu komentar pujian dari para komentator. Lalu muncul la para perjaka iseng. Bahkan bapak-bapak buaya meninggalkan tanda love atau berkomentar memuji setinggi langit. Padahal istri dirumah tak pernah diberi pujian. 

Wahai suami, jangan pelit memuji istrimu. Agar ia tak haus pujian dari orang-orang. Puji istri mu bukan istri orang lain dan para gadis yang berseliweran di beranda sosial mu. Wahai para ayah penuhi pujian untuk anak gadis mu agar ia tak sibuk mencari pujian diluar sana pada para lelaki buaya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lima Hari

Mager

Cerita tetangga lahiran