Seni berbincang dengan anak melalui berkisah
Hari Minggu tanggal 16 Desember 2022 kemarin, saya menghadiri acara yang diadakan oleh Ibu Profesional Batam yang bersinergi dengan Yayasan Santaru Aulia.
Agenda Komunitas Gathering kali ini adalah Kegiatan Pendidikan Literasi Sejak Dini Bersama Keluarga. Dengan menghadirkan tema "Seni berbincang dengan anak melalui berkisah"
Acara yang diadakan di Aula PMI, Batam Kota ini, berlangsung dari jam 09.00- 13.00 WIB dengan Narasumber Kak Bambang- Juru Kisah Nasional.
Berbincang dengan anak ternyata ada seni nya ya. Karena ternyata banyak orang tua yang kesulitan memulai obrolan dengan anaknya.
Mengobrol dengan anak akan mempererat kedekatan dengan anak. Berkisah adalah salah satu cara berbincang dengan anak dengan memasukkan nilai- nilai kebaikan.
Acara ini juga di ikuti oleh para guru PAUD, TK dan SD.
Para guru dituntut untuk memiliki skill berkomunikasi dengan para murid untuk membuat mereka tertarik dan antusias dalam kegiatan belajar.
Apa bedanya kisah dan dongeng.
Dongeng adalah kisah fiktif biasanya cerita- cerita turun menurun yang berkembang di masyarakat
Sedangkan kisah adalah cerita nyata yang ada kebenarannya.
Nah akan lebih baik berkisah dengan anak dibandingkan mendongengkan suatu cerita.
Misalnya menceritakan kisah para nabi dan para sahabat nabi. Karena ini adalah cerita nyata. Kita harus baca materi nya dulu. Misal dari membaca siroh atau buku.
Apa bedanya berkisah dengan membacakan buku. Kalau berkisah biasanya memang tanpa teks atau buku. Jadi kita dituntut untuk menguasi materi cerita diluar kepala.
Nah untuk orang tua yang ingin menceritakan kisah pada anak. Bisa berkisah dengan membacakan buku.
Saat berkisah harus memperhatikan beberapa aspek berikut:
1. Pilihan kata
2. Intonasi
3. Bahasa tubuh
Pilihan kata
Pilih kata kata positif, masukkan nasehat dan nilai- nilai positif saat bercerita. Pilihan kata positif akan berdampak positif pada anak.
Intonasi
Saat bercerita perhatikan intonasi. Jangan datar ibarat jalan tol. Anak-anak akan bosan mendengar. Perhatikan kecepatan kita berbicara. Atur jeda. Artikulasi atau pengucapan kata jelas. Sehingga anak mengerti apa yang kita ucapkan.
Bahasa Tubuh
Saat bercerita fokus pada anak. Jangan disambi dengan pekerjaan lain. Biasanya kan para ibu ini multi tasking. Jangan bercerita dengan anak disambi dengan memasak. Masakan bisa gosong dan si anak yang mau diajak bercerita sudah kabur duluan haha.
Saat bercerita jaga kontak mata mata dengan anak jangan disambi maen hp kwkwk.
Bercerita dengan mimik wajah. Jangan datar. Saat cerita sedih mimik wajah gembira kan gak nyambung. Anak- anak tidak akan bisa menangkap pesan dengan baik.
Gerakan tubuh, misal memperagakan saat jadi kucing misal. Anak-anak akan lebih tertarik dan tetap fokus saat kita bercerita.
Nah ada beberapa cara untuk memulai suatu cerita agar anak-anak tertarik dan fokus pada kita.
1. Bisa dimulai dengan potongan ayat atau hadist yang berhubungan dengan cerita
2.Ajukan pertanyaan pada anak-anak.
3. Didahului dengan simulasi atau games untuk pemanasan
4. Bicarakan topik yang sedang in. Untuk menarik perhatian anak.
Demikianlah lebih kurang materi yang saya ingat dan tuliskan saat mengikuti acara tsb. Ada beberapa yang miss. Maklum si anak sudah beberapa kali bolak balik ke toilet. Jadi emaknya gak bisa terlalu fokus mendengarkan materi.
Komentar
Posting Komentar