Drama Yumi sekolah

Yumi mulai masuk Paud awal bulan November tahun kemarin. Sudah berjalan 2 bulan. 

Pertama kali masuk masih ditungguin dalam kelas. Berjalan satu minggu sudah gak mau lagi ditungguin. Bahkan mamaknya di usir pulang 😆. 

Kemudian di pertengahan bulan Januari sampai sekarang entah kenapa takut ditinggal sendiri. Awalnya pas pertengahan bulan Januari tiba-tiba diantar pulang oleh salah satu wali murid sambil nangis tersedu- sedu. Padahal saat itu saya sudah bersiap- siap untuk menjemput nya disekolah. Saya pun kaget, kenapa anak ini pulang kok menangis. Saat ditanya katanya dia takut, soalnya saya kelamaan datangnya. Saat ditanya lebih lanjut usut punya usut ternyata dia mau pipis tapi pintu didepan yang menuju ke toilet di tutup. Dia tidak berani untuk ngomong dengan gurunya bahwa dia ingin pipis. Pas pulang nangis- nangis itu langsung ngibrit ke toilet untuk pipis. 

Dan hingga hari ini dia masih ditemani ke sekolah. Mamaknya jadi anak murid juga karena masuk dalam kelas kwkwk. 

Yumi ini tipe anak yang butuh pemanasan, tidak bisa langsung "on" di lingkungan baru. Padahal kalau di rumah cerewet nya minta ampun. Disekitaran rumah pun tidak canggung dan bisa akrab berteman dengan teman-teman nya. Tapi saat dilingkungan baru, dia akan menjadi pengamatan lingkungan. Diam mengamati, melihat situasi dan kondisi. Kalau sudah nyaman baru dia akan masuk bergabung ke pergaulan lingkungan tersebut. 

Saya sebenarnya kesal sih, setiap sekolah selalu menemani nya disekolah. Untung cuma tiga hari dalam seminggu. Pekerjaan rumah ya terbengkalai. Terpaksa ditinggalkan. Padahal cucian sudah menggunung, yang sudah dicuci melambai- lambai minta dijemur. Yang sudah kering dari jemuran sudah minta di lipat. Sudah beranak pinak itu cucian. Belum lagi lauk untuk siang belum dimasak. Ya sudah kekuatan menunjuk alias beli jadi pilihan. Sore baru bisa masak. Membersihkan rumah yang berserak karena mainan para bocah ini boro-boro, ya sudah la tutup mata saja. Paling sakit kalau keinjak bom alias mainan kecil- kecil yang bikin kesel. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lima Hari

Mager

Cerita tetangga lahiran